BAB I
GAMBARAN UMUM DESA
1.1
Kondisi
Geografis
Desa
Pakatto adalah sebuah desa yang terletak
di Kecamatan Bontommarannu, yang terletak dibagian selatan Kabupaten Gowa
dengan jarak + 11 km dari ibu kota Gowa,21 km dari ibu Kota propinsi dan
2 km dari ibu kota kecamatan. luas wilayah + 1.134 ha dengan batas-batas
wilayah desa sebagai berikut:
Ø Disebelah
utara : Berbatasan dengan
Desa Timbuseng
Ø Disebelah
Selatan : Berbatasan dengan Desa
Sokkolia
Ø Disebelah
barat : Berbatasan dengan
Kelurahan Bontomanai
Ø Disebelah
Timur : Berbatasan dengan Desa Nirannuang
Wilayah
Desa PAKATTO terdiri dari 4 (Empat)
Dusun yaitu :
1. Wilayah
Dusun Pakatto Caddi
2. Wilayah
Dusun Parang Carammeng
3. Wilayah
Dusun Pakatto Lompo
4. Wilayah
Dusun Lantebung
1.2
Sosial
Ekonomi Masyarakat
Masyarakat
Desa Pakatto adalah masyarakat yang pekerja keras dan ulet. Dapat dilihat dari
berbagai jenis pekerjaan yang dilakukan setiap hari. Tetapi yang paling banyak
dilakukan adalah pertanian sehingga untuk mengetahui potensi dominan yang
dimiliki suatu desa dapat dilihat dari jumlah penduduk yang melakoni suatu
aktifitas. Berbagai jenis pekerjaan dilakukan mulai dari buruh tani sampai pada
PNS, mulai dari pekerjaan tidak menentu sampai pada pekerjaan tetap. Tetapi secara umum pekerjaan pokok masyarakat
adalah petani kebun dan sawah. Berbagai jenis tanaman ditanam mulai dari
tanaman jangka pendek sampai pada tanaman jangka panjang. Pekerjaan ini
dilakukan baik perempuan maupun kaum laki-laki, anak-anak sampai pada orang
dewasa sekalipun. Bagi anak-anak usia sekolah biasanya dilakukan pada saat
pulang sekolah tetapi itu tidak menjadi keharusan hanya sekedar membantu jika
mereka mau melakukannya. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada table di bawah
ini.
Jumlah Kepala
Keluarga berdasarkan Jenis Pekerjaan ditiap dusun di Desa Pakatto
|
Jenis Pekerjaan
|
Nama
Dusun
|
Total
|
|||
|
Pakatto Caddi
|
Parang Carammeng
|
Pakatto lompo
|
Lantebung
|
||
|
Petani
|
56
|
80
|
66
|
44
|
246
|
|
PNS
|
18
|
-
|
28
|
15
|
61
|
|
Honorer
|
15
|
1
|
13
|
11
|
40
|
|
Tkg Batu
|
9
|
16
|
16
|
16
|
57
|
|
Pedagang
|
16
|
17
|
28
|
14
|
75
|
|
Buruh lepas
|
20
|
19
|
15
|
17
|
71
|
|
Tkg Kayu
|
6
|
5
|
9
|
11
|
31
|
|
Sopir
|
12
|
6
|
14
|
14
|
46
|
|
Pengusaha
|
18
|
10
|
20
|
12
|
60
|
|
Jumlah
|
168
|
134
|
189
|
154
|
645
|
Berdasarkan hasil pekerjaan yang dilakukan oleh masyarakat sepanjang
hari dan sepanjang tahun akan sangat
berpengaruh pula pada tingkat kehidupan sehari-hari, sehingga dengan
jelas terlihat perbedaan dari setiap keluarga. Ini terbukti bahwa dari jumlah
masyarakat melakukan aktifitas pertanian cukup banyak maka akan terlihat juga
bahwa paling banyak warganya masuk kategori miskin. Kenapa karena mereka hidup
dari apa yang telah mereka hasilkan sedangkan kegiatan pertanian hanya mampu
dilakukan sekali dalam setahun. Keadaan
ini tidak jauh berbeda dengan desa-desa lainnya yang ada di wilayah Kabupaten
Gowa.
1.3
Kependudukan
dan Sosial Budaya
Jumlah
Penduduk
Jumlah penduduk Desa Pakatto sekitar 645 KK.Perempuan 2.538
jiwa dan total penduduk 4.480 jiwa dengan perbandingan laki-laki
1.942 jiwa dan perempuan sebanyak 2.538 jiwa. Jumlah ini cukup banyak dan
merupakan asset yang potensial yang dimiliki Desa Pakatto jika potensi ini diberdayakan. Untuk lebih
jelas dapat dilihat pada table dibawah ini.
Jumlah
Jiwa menurut Jenis Kelamin setiap dusun di Desa Pakatto
|
Nama Dusun
|
Jumlah KK
|
Jumlah Jiwa
|
Total Jiwa
|
|
|
L
|
P
|
|||
|
Pakatto Caddi
|
168
|
452
|
656
|
1.108
|
|
Parang Carammeng
|
134
|
399
|
516
|
915
|
|
Pakatto Lompo
|
189
|
676
|
756
|
1.432
|
|
Lantebung
|
154
|
415
|
610
|
1.025
|
|
Jumlah
|
645
|
1.942
|
2.538
|
4.480
|
Sumber
: Hasil Sensus Penduduk Desa Pakatto 2010
Berdasarkan
jumlah jiwa penduduk maka akan terlihat pengelompokan umur mulai dari usia
balita (0-5 tahun), usia wajib sekolah sampai pada usia non produktif. Usia
produktif yaitu usia 15 – 45 tahun adalah usia yang sangat potensial untuk
menunjang aktifitas pembangunan di desa yang akan dilakukan. Tetapi factor usia
tidak hanya berdiri sendiri tetapi harus ditunjang dengan kemampuan, kemauan
dan keterampilan yang dimiliki.
Kesempatan
dan peluang yang besar diberikan kepada mereka sehingga mereka memiliki tanggungjawab
dan selalu berpartisipasi dalam membangun desa. Semangat kebersamaan dan
kepedulian akan pembangunan menuju perubahan yang lebih baik senantiasa menjadi
acuan untuk berkarya. Di bawah ini
terlihat tabel jumlah penduduk berdasarkan usia Desa Pakatto sebagai
berikut:
Jumlah
Penduduk berdasarkan Usia pada setiap Dusun di Desa Pakatto
|
Umur (Tahun)
|
Nama Dusun
|
|||
|
Pakatto Caddi
|
Parang Carammeng
|
Pakatto Lompo
|
Lantebung
|
|
|
0 – 3
|
35
|
41
|
57
|
40
|
|
4 – 6
|
33
|
33
|
61
|
46
|
|
7 – 12
|
143
|
113
|
196
|
145
|
|
13 – 15
|
94
|
46
|
91
|
55
|
|
16 – 22
|
185
|
129
|
254
|
175
|
|
23 – 45
|
506
|
431
|
631
|
478
|
|
46 – 60
|
83
|
62
|
80
|
83
|
|
> 61
|
64
|
40
|
62
|
58
|
|
Jumlah
|
1.108
|
915
|
1.432
|
1.025
|
Berdasarkan
table diatas terlihat bahwa jumlah jiwa terbanyak yang dimiliki adalah usia
produktif yaitu 23 – 45 tahun dengan jumlah jiwa 1.568, hampir 50% dari jumlah
keseluruhan penduduk desa Pakatto. Jika pada usia ini memiliki ilmu dan
keterampilan yang memadai untuk mengelolah sumber daya alam maka kesejahteraan
masyarakat akan terpenuhi.
Sosial Budaya.
Penduduk Desa Pakatto tidak terlalu jauh
berbeda dengan penduduk di desa lainnya selain ulet dan juga rajin bekerja
terutama dilahan pertanian sebagai sumber penghidupan. Saking rajinnya,
masyarakat kadang lebih mementingkan pekerjaannya ketimbang menghadiri acara
pertemuan/rapat di kantor desa sehingga kelihatan bahwa partisipasi masyarakat
masih kurang dalam pembangunan bahkan budaya gotong royong untuk kegiatan
pembangunan desa sudah semakin menipis. Hanya pada kegiatan yang sifatnya
kekeluargaan yang masih kental pada diri warga seperti kematian, perkawinan,
sunnatan dll.
1.4
Sarana
dan Prasarana Desa
Ø Sarana Jalan Transportasi
Secara
umum jenis dan kondisi jalan pada Desa Pakatto terbagi atas 3 jenis yaitu jalan
beraspal (Hotmix), jalan pengerasan dan jalan tanah. Dari tiga jenis jalan,
maka kondisi beraspal yang paling panjang, itupun masih ada beberapa sudah
mulai rusak terutama yang sering digenangi air pada musim hujan tiba.
Sarana
Jalan Desa. Dari hasil pemetaan sosial tergambar
bahwa sebagian jalan desa di Desa Pakatto telah diaspal (Hotmix) sepanjang 15
Km dengan lebar rata-rata 5.00 m – 6.00 m yang berfungsi menghubungkan ke
kecamatan.
Jalan
Dusun. Kondisi jalan sebagian sudah
diaspal kecuali pada Dusun Lantebung yang masih dalam kondisi pengerasan
sehingga pada musim hujan tiba kondisinya licin dan becek.
Jembatan.
Terdapat
4 unit jembatan yang menghubungkan antar dusun dengan dusun dan desa.
Jalan
setapak. Jalan yang menuju ke rumah yang berada di daerah
belakang masih dalam kondisi tanah yang jika musim hujan tiba akan becek
Jalan tani dan jalan pekuburan. Sepanjang
52 m sudah dalam pengerasan sedangkan 1585
m masih dalam keadaan darurat.
Ø Sarana pelayanan kesehatan
Di
Desa Pakatto telah tersedia 1 unit puskesmas pembantu (pustu) yang sudah
beroperasi dan 1 unit lagi yang dalam tahap perencanaan pembangunan dan 8 unit
posyandu. Namun sarana ini dianggap belum bisa melayani kebutuhan masyarakat
secara maksimal. Sementara tenaga medis yang terbatas karena hanya terdiri dari
2 orang yaitu satu bidan dan satu mantri kadang-kadang kewalahan melayani
pasien jika sewaktu-waktu banyak masyarakat yang menderita sakit dalam waktu
yang bersamaan. Apalagi mantri yang bertugas tidak tinggal di desa sehingga
sewaktu-waktu malam hari terjadi gangguan kesehatan maka warga hanya meminta
bantuan pada petugas bidan desa yang memang menetap di desa tersebut.
Selain
menggunakan pustu dan posyandu sebagai sarana pelayanan kesehatan yang terdapat
di desa, masyarakat umum jika mengalami gangguan penyakit yang parah mereka
lebih banyak berobat ke Rumah sakit Kallong Tala atau Makassar dari pada
berobat ke ibukota kabupaten alasan mereka karena disamping jaraknya yang dekat juga jangkauannya mudah dan
pelayanan lebih maksimal. Hampir setiap saat kendaraan roda empat beroperasi
mulai pagi sampai pada malam hari.
Dalam
proses persalinan misalnya, masyarakat masih ada yang menggunakan jasa dukun
beranak karena prosesnya cepat. Pemanfaatan jasa dukun kampung dan obat-obatan
tradisional ini selain diakibatkan karena keterbatasan masyarakat dalam
menjangkau pelayanan kesehatan secara gratis (tidak mampu membayar obat-obatan
dan prasarana kesehatan lainnya) juga masih ada anggapan di tengah masyarakat
bahwa beberapa penyakit yang dialami disebabkan oleh mahluk-mahluk halus. Namun
juga terdapat bidan desa yang siap melayani masyarakat 24 jam non-stop.
Ø Sarana Pendidikan
Taman
Kanak-kanak.
Saat
ini di Desa Pakatto terdapat 1 buah TK/PAUD yang terletak di Dusun Pakatto
Lompo yang dianggap belum cukup untuk menampung pendidikan bagi
pra sekolah. Di samping itu sarana dan prasarana lainnya seperti alat-alat
bermain juga masih dirasakan kurang dan menjadi
kendala bagi pengelola. Olehnya itu pihak pengelola sangat mengharapkan
perhatian dari pihak terkait untuk menutupi kebutuhan ini, agar anak-anak semakin
bersemangat untuk bersekolah. Betapa harus diakui bahwa meskipun situasinya
seperti itu anak-anak dan orang tuanya tetap antusias untuk bersekolah dan
menyekolahkan anaknya.
Sekolah
Dasar.
2
unit bangunan sekolah yang terdapat di Dusun Parang Carammeng ( SD Inpres
Pakatto Caddi) dan di Dusun Pakatto Lompo ( SDN Borong Kaluku) yang dapat menampung anak-anak usia wajib
sekolah dimana kondisi bangunan lumayan baik. Anak-anak dengan semangat setiap
hari melakukan aktifitas belajar mengajar.
Sekolah
Lanjutan Tingkat Pertama.
Masyarakat
Desa Pakatto dapat mengakses sarana ini di dalam desa sendiri yang terdapat di
Dusun Pakatto Caddi sehingga anak yang ingin lanjut ke sekolah lanjutan pertama
tidak keluar desa lagi karena di desa ini telah tersedia 1 unit sekolah
lanjutan pertama SMP Negeri 1 Bontomarannu. Untuk mengakses sarana ini anak
sekolah hanya berjalan kaki ada pula yang naik sepeda, ojek dan lain
sebagainya.
Sekolah
Lanjutan Tingkat Atas.
Meskipun
sekolah lanjutan atas tidak tersedia di desa bukan berarti kendala bagi siswa
yang akan lanjut karena jarak ke kecamatan sangatlah dekat sehingga sangat
mudah dijangkau oleh siswa.
Perguruan
Tinggi.
Sama
dengan desa lainnya yang ada di Gowa dimana orang tua saling berlomba
menyekolahkan anaknya bagi kalangan yang mampu tetapi yang miskin tetap saja
gigit jari karena keterbatasan biaya. Untuk perguruan tinggi umumnya pada
umumnya masyarakat melanjutkan ke Makassar tetapi bukan berati tidak ada yang
kuliah di Gowa. Jika diandingkan dengan desa yang ada di Kecamatan
Bontomarannu, Desa Pakatto memiliki tingkat pendidikan yang cukup baik dimana
jumlah sarjana dan yang sementara kuliah cukup banyak.
1.5
Pemerintahan
Desa dan Kelembagaan Masyarakat
Ø Pemerintahan Desa (pemdes).
Roda
pemerintahan di kepalai oleh lulusan sarjana sehingga bentuk pemerintahan sudah
lebih baik dibanding dengan desa lainnya. Setiap hari aktivitas dikantor desa
tetap berjalan karena ada pembagian tugas dari setiap aparat untuk tetap hadir
di kantor setiap hari.
Meskipun
demikian pelayanan administrasi tetap saja masih ada yang dilakukan di rumah
Kepala Desa atau Sekretaris desa. Karena
kadang ke dua aparat ini tidak ada ditempat sementara urusan administrasi harus
diselesaikan oleh ke duanya.
Kelembagaan Masyarakat
Ø Badan Permusyawaratan Desa
Secara
stuktural pengurus BPD Desa Pakatto terdiri dari seorang ketua yang berlatar
belakang pendidikan SMA dengan anggota 7 dengan tingkat pendidikan mulai dari
SD sampai SMA. Apa yang dilakukan selama ini adalah melakukan musyawarah dengan
pemerintah desa dalam pembangunan desa, sebagai panitia dalam pemilihan kepala
desa.
Nama-nama
Badan Permusyawaratan Desa PAKATTO
|
No
|
Nama
|
Jabatan
|
|
|
1
|
MUH.
JAFAR DG. NGEPPE
|
KETUA
|
|
|
2
|
ABD.
RAJAB DG. LIPUNG
|
WAKIL KETUA
|
|
|
3
|
JAMALUDDIN
DG. TUTU
|
SEKRETARIS
|
|
|
4
|
ABD.
ASIS DG. ROLA
|
BID.PEMERINTAHAN
|
|
|
5
|
HAJIJAH
DG. NGIJI
|
BID.EKONOMI
DAN PEMBANGUNAN
|
|
|
6
|
WIDYAWATI
DG. NGIJI
|
BID.SOSIAL
KEMASYARAKATAN
|
|
|
7
|
SAHARUDDIN
DG. TUTU
|
BID.SOSIAL
KEMASYARAKATAN
|
|
|
Sumber
data; Monografi Desa
|
Kecamatan
Bontomarannu 2010
|
||
Ø Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa (
LKMD ).
Lembaga
ini kurang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat oleh karena kinerjanya
tidak terlalu kelihatan secara konkrit di tengah masyarakat. Lembaga ini
biasanya hadir pada waktu ada rapat-rapat di kantor desa. Apa dan bagaimana
peran dan fungsi LKMD secara luas tidak diketahui oleh masyarakat.
Ø Pemberdayaan dan Kesejahteraan
Keluarga (PKK).
Pengurus
kelompok PKK di Desa Pakatto terdiri dari satu ketua, satu sekretaris dan satu
bendahara serta empat ketua pokja. Sementara untuk tingkat dusun kelompok PKK
terdiri dari sepuluh dasawisma yang diketuai seorang ketua dengan anggota
seluruh ibu-ibu yang ada di dusun itu.
Kelompok
ini memiliki sepuluh tugas dan fungsi yang semuanya bertujuan mendorong dan
meningkatkan keberdayaan dan kesejahteraan keluarga dan masyarakat. Sehubungan
dengan tugas dan fungsinya tersebut pegurus kelompok ini harusnya lebih
intensif melakukan kegiatan di desa berupa penyuluhan kesehatan, penanaman
tanaman obat di pekarangan dan tidak hanya aktif pada pelaksanaan arisan agar
kelompok ini dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat secara luas.
Ø Remaja Masjid.
Terdiri
dari 5 kelompok yang bertugas sebagai
pembinaan TK-TPA di Desa Pakatto telah lama berjalan sebagai bentuk
peningkatan masyarakat religius yang diharapkan membawa dampak positif dalam
kehidupan masyarakat. Antusias masyarakat dengan lembaga ini sangat tinggi
seiring dengan pencanangan pemberantasan buta huruf Al-Qur’an dan siswa baru
yang mau masuk sekolah harus bisa baca Al-Qur’an. Lewat lembaga ini telah
banyak manfaat yang dirasakan masyarakat dalam rangka mencapai kebahagiaan
dunia-akhirat.Namun demikian pihak pengelolah merasa masih kekurangan dalam hal
buku Iqra dan para pengurusnya hanya bekerja secara suka rela.
Olehnya
itu, para pengurus Remaja Masjid sudah selayaknya mendapat perhatian khusus
dari banyak pihak demi keberlanjutan lembaga ini yang banyak mencetak
manusia-manusia beriman.
Ø Organisasi Kepemudaan (OKP).
Terdapat
2 OKP yang ada di Desa Pakatto yakni Forum Komunikasi Pemuda Pakatto (FKPP) dan
Kesatuan Remaja Pakatto Raya (KREATOR) yang menjadi wadah pemuda Pakatto dalam mengasah serta
mengembangkan kemampuannya dibidang organisasi kemasyarakatan dan keagamaan.
2.6 Aset
Desa
|
No
|
Bidang
|
Potensi
|
Masalah
|
Pemecahan
masalah
|
|
1.
|
SUMBER DAYA MANUSIA (SDM)
|
1. Terdapat
banyak lulusan SMA
2. Kreativitas
remaja tinggi
3.
Ibu-ibu rumah tangga memiliki keterampilan membuat kue-kue tradisional
4.
Banyak warga yang memiliki kemampuan
sebagai tukang Batu
5.
Adanya keahlian di bidang pertanian dan perdagangan
6.
Adanya warga yang terampil membuat pisau,linggis dll
7.
Kemampuan dan keinginan bertani yang diturunkan oleh orang tua kepada
anak
8.
Budaya Gotong Royong masih kuat oleh warga setempat
9.
Keterampilan dibidang pertukangan
10. Keterampilan mengolah limbah menjadi pupuk organic
11. Banyaknya Remaja yang potensial dan produktif dalam
setiap kegiatan
|
1.
Kekurangan biaya untuk
melanjutkan kejenjang selanjutnya
2.
Kreatifitas Remaja tinggi tidak ditunjang oleh sarana dan
prasarana yang memadai
3.
Belum mengetahui cara pengolahan
yang baik dan benar ( sehat )
4.
Hanya mencukupi untuk kebutuhan
makan saja
5. Belum
menguasai teknik pemasaran dengan benar
6. Masih
membutuhkan bantuan modal
7. Masih
dilakukan dengan metode yang tradisional
8. Terkadang
masih ada warga yang memilih-milih
9. Masih
terkendala pada modal usaha
10. Kurangnya
sarana pengolahan limbah
11. Kurangnya
pembinaan dan kaderisasi
|
1. Pemberiam
beasiswa
2. Pengadaan
sarana pengembangan kreativitas
3. Mengadakan
penyuluhan
4. Mengadakan
pelatihan kewirausahaan
5. Mengadakan
pelatihan pemasaran
6. Pemberian
bantuan modal usaha serta pembinaan
7. Penyuluhan
kepada petani tentang cara pengolahan lahan pertanian
8. Sosialisasi
pentingnya gotong royong
9. Pemberian
modal usaha
10. Penambahan
sarana pengolahan limbah
11. Mengadakan
pengkaderan dan pembinaan
|
|
2.
|
SUMBER DAYA ALAM (SDA)
|
1. Terdapat
hamparan lahan pertanian yang luas
2. Adanya
aliran anak sungai Je’ne berang yang mengaliri sebagian daerah Desa Pakatto
sehingga potensial disektor pertanian
3. Lahan
perkebunan rambutan yang luas
4. Terdapat
pertanian sayur dipinggir aliran sungai Je’ne berang
5. Tanah
yang subur dan gembur
6. Desa
Pakatto menjadi jalur utama menuju Desa Timbuseng Kec. Pattallassang dan pekuburan Bollangi
7. Masih
luasnya lahan selainuntuk pertanian
8.
Lahan pekarangan warga yang subur
9.
Terdapat gunung Pangngalleang
Toppa
|
1.
Belum ada saluran irigasi yang
menyeluruh
2.
Aliran anak sungai Je’ne berang
terkadang meluap dan merusak lahan pertanian
3.
Lahan pertanian yang luas tidak
ditunjang dengan penanaman bibit unggulan
4.
Masih terkendala pada debit air
5.
Masyarakat masih belum
memanfaatkan lahan yang ada dengan maksimal
6.
Tidak ada pembatas daerah yang
jelas
7.
Lahan yang luas belum terkelolah/
lahan tidur
8.
Lahan Pekarangan yang subur belum di kelolah secara maksimal
9.
Belum ada pemanfaatan asset secara
komersil
|
1. Pembangunan
saluran irigasi di setiap lahan pertanian
2.
Pembangunan tanggul
3. Pengadaan
bibit unggul pada petani rambutan
4.
Membuat pompanisasi
5.
Mengadakan penyuluhan kepada
petani
6. Pembuatan
gapura/ batas kecamatan.
7.
Pemanfaatan lahan tidur menjadi
lebih produktif dengan Penanaman sayur dan buah
8.
Mengadakan penyuluhan tentang
pemanfaatan lahan pekarangan.
9.
Mengadakan promosi wisata alam
pegunungan
|
|
3.
|
SARANA DAN PRASARANA FISIK
|
1. Balai Desa
2. Kantor Desa
3. Sarana Rekreasi keluarga Wisata Kebun
4. Gedung Sekolah ( SMP 1
buah,SD 2 buah )
5.
Posyandu 1 buah
6.
Pustu 1 buah
7.
Gedung Sanggar Pendidikan Anak Saleh
(SPAS) 1 buah
8.
Tempat Ibadah (mesjid) 5 buah
9.
SPBU Pakatto Caddi
10. Lapangan Sepak Bola
11. terdapat
Pabrik Air mineral,genteng,dan
paving blok
12. Jalan Desa yang sudah beraspal
13. Terdapat
3 Tempat Pekuburan Umum ( TPU
) di Desa Pakatto
14.
Jembatan 5 buah
15.
Pos kamling 15 buah
16.
Pasar tradisional
17.
Kantor Dinas
|
1.
Tidak terawatt
2.
Tidak memiliki sarana yang
memadai
3.
Belum dikenal baik oleh
masyarakat luas
4.
Kelengkapan sarana perpustakaan
dan kantin sehat masih sangat rendah
5.
Tidak terawatt
6.
Tidak terawatt
7.
Tidak terawatt
8.
Sebagian besar masih dalam proses
rehabilitasi
9.
Pelayanan yang diberikan belum
memuaskan konsumen
10. Dibiarkan
begitu saja
11. Air
limbah dialirkan begitu saja
12. Masih
ada yang berlubang dengan diameter 3 meter keatas
13. Akses
menuju TPU masih pengerasan
14. Dibiarkan
begitu saja
15. Tidak
terurus
16. Belum
terorganisir dengan baik
17. Tidak
terurus
|
1. Mengadakan
rehabilitasi
2. Pengadaan
sarana dan sarana
3. Mengadakan
promosi kunjungan wisata
4. Pengadaan
saran perpustakaan dan kantin sehat
5.
Mengadakan rehabilitasi
6.
Mengadakan rehabilitasi
7.
Mengadakan rehabilitasi
8.
Melakukan rehabilitasi sepenuhnya
9.
Mengadakan sosialisasi pelayanan
konsumen
10. Melakukan
pemeliharaan berkala
11. Membangun
tempat pembuangan limbah sementara
12. Melakukan
penambalan
13. Mengadakan
pengaspalan
14. Mengadakan
rehabilitasi
15. Mengadakan
rehabilitasi.
16. Mengadakan
rehabilitasi
17. Mengadakan
rehabilitasi
|
|
4.
|
EKONOMI/ FINANSIAL
|
1.
Terdapat banyak ruko-ruko yang menjual perlengkapan bahan bangunan.
2.
Roda perekonomian masih
didominasi oleh bidang pertanian dan perdagangan
3. Kelompok Arisan ibu-ibu majelis Ta’lim
4. Masih
banyak warga yang meminjam modal dari rentenir
|
1. Harga
yang ditawarkan terlampau tinggi
2. Masih
bergantung pada penghasilan petani
3. Hanya
berpusat pada ibu-ibu majelis ta’lim saja
4. Pengembalian
modal yang tinggi
|
1. Pembelian
bahan bangunan di toko resmi
2. Pengadaan
lembaga ketahanan pangan desa
3. Mengadakan
arisan bagi IRT setiap RT/RW
4. Pengadaan
kopersi simpan pinjam
|
|
5.
|
SOSIAL BUDAYA
|
1.
Budaya Abbulo sibatang Gotong royong)
2.
Akronda (jaga malam)
3.
Sinomang
4.
attimporong
5.
masih memegang teguh prinsip
hidup siri’ na pacce
|
1. Budaya
leluhur semakin terkikis oleh zaman
2.Masyarakat
sudah tidak aktif akronda
3.Data
sinomang belum akurat dan tidak transparent
4.Sudah
mulai di sepelehkan oleh masyarakat
5. Sudah
mulai ditinggalkan oleh kaum muda
|
1. Mengadakan
pengembangan kebudayaan dengan pembentukan sanggar seni
2. Penyuluhan dan sosialisasi
3. Transparansi
data dan dana sinomang
4. Sosialisasi
5. Mengadakan
penyuluhan
|
BAB II
VISI dan MISI DESA PAKATTO
2.1 Visi
Dalam perencanaan pembangunan daerah, rumusan visi menjadi sangat penting karena menjadi pedoman implementasi
pembangunan. Secara konseptual, visi adalah pandangan jauh ke depan, kemana dan
bagaimana suatu daerah harus dibawa agar konsisten dan tetap eksis,
antisipatif, inovatif serta realistis. Visi yang baik (vision of succses) merupakan suatu gambaran yang menantang tentang
keadaan masa depan, cita dan citra yang ingin diwujudkan sebuah daerah. Visi,
disamping sebagai sumber inspirasi dan sumber motivasi, juga menjadi acuan dan
penuntun bagi setiap upaya yang akan dikembangkan suatu daerah ke masa depan.
Setelah melakukan survey asset atau
potensi setiap dusun di Desa PAKATTO serta menganalisa dan melakukan
identifikasi masalah setiap dusun maka secara umum Desa PAKATTO melalui
musyawarah di tingkat Desa maka lahirlah beberapa uraian cita-cita realistis
Desa PAKATTO selama 5 (lima) tahun yaitu :
1. Adanya
kemandirian masyarakat Desa PAKATTO melalui Bidang usaha PERTANIAN, yang ditunjang oleh infrastruktur jalan yang
memadai.
2. Meningkatnya
Sumber Daya Manusia baik formal maupun Non formal
Mewujudkan
pelayanan prima kepada masyarakat dalam
bidang ketenaga kerjaan,kependudukan serta keseimbangan mobilitas penduduk
3. Keamanan
dalam beraktifitas terjamin.
4. Sehat
jasmani dan rohani.
5. Tertatanya
pemukiman serta pemamfaatan lahan secara maksimal.
Cita-cita realistis Desa PAKATTO tersebut diatas di
jabarkan menjadi Visi Pembangunan Desa PAKATTO
yaitu :
PAKATTO, Mandiri
Membangun Masyarakat dengan meningkatkan Mutu Pendidikan formal dan non formal
guna menunjang peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia ( SDM ), yang ditunjang dengan
penyediaan fasilitas pendidikan formal seperti Sekolah Dasar ( SD ) yang
terdapat di dua dusun yang ada di Desa Pakatto yakni di Dusun Parang Carammeng
dan di Dusun Pakatto Lompo. Tidak hanya itu, Sekolah Menengah Pertam ( SMP )
juga tersedia di Dusun Pakatto Caddi. Dan juga terdapat sarana pendidikan
Pendidikan Anak Usia Dini ( PAUD ) dan sarana TK yang terdapat di Dusun Pakatto
Lompo. Pendidikan non formal juga perlu ditingkatkan terutama ilmu pengetahuan
masyarakat yang berbasis pada usaha-usaha Pertanian secara Intensif yang di
tunjang oleh infrastruktur jalan yang memadai. Menuju Desa yang sejahtera dalam
memenuhi kebutuhannya yang berpusat pada pendapatan dari pertanian tanaman padi
dan di dukung oleh perkebunan rambutan yang ada di dusun Pakatto
Lompo,kesemuanya itu sangat bergantung pada aliran anak sungai Je’ne Berang
melalui bendungan yang terdapat di Dusun Pakatto Lompo serta pengadaan pinjaman
modal dengan pengembalian bunga yang rendah sehingga roda perekonomian
masyarakat Desa Pakatto dapat berjalan sesuai dengan harapan kita bersama.
Rasa aman dari tindakan-tindakan
kriminal dengan meningkatkan poskamling dan menigkatkan spiritualisme dalam
kehidupan masyarakat melalui pencerahan qalbu yang tengah gencar dilaksanakan
oleh pemerintah setempat guna meminimalis tindakan-tindakan yang bertentangan
dengan norma-norma yang dianut oleh masyarakat Desa Pakatto,dengan penambahan
tiang listrik pada dusun Parang Carammeng mampu mengurangi tindak kriminal yang
sering terjadi di masyarakat seperti pencurian hewan ternak besar dan unggas
serta barang-barang elektronik warga. Rasa tentram melakukan semua aktifitas
sehari-hari dengan memegang teguh adat dan tradisi leluhur yang sampai saat ini
masih dipegang teguh oleh masyarakat Desa Pakatto yakni prinsip hidup siri’ na
Pacce dan gotong royong ( abbulo sibatang ).
Desa Pakatto yang bersih dan indah dengan penataan pekarangn rumah serta
penanaman tanaman jangka panjang seperti mangga,rambutan, dll serta ibu rumah
tangga mampu menata pekarangan dengan menanami tanaman TOGA ( Tanaman Obat dan
Sayuran ) yang semakin dipercantik dengan pengadaan tempat pembuangan sampah
disetiap rumah warga. Desa yang sehat dengan adanya pelayanan kesehatan yang
memadai dengan adanya Pustu ( Puskesmas Pembantu ) yang terdapat di Dusun
Lantebung yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Pakatto. Jika musim
kemarau tiba ,maka Masyarakat Desa Pakatto dapat memanfaatkan bak penampuangan
air bersih yang terdapat di setiap Dusun yang ada di Desa Pakatto.
2.2 Misi
Misi adalah sesuatu
yang harus diemban atau dilaksanakan sesuai visi yang telah ditetapkan agar
tujuan pembangunan dapat terlaksana dan berhasil dengan baik, sehingga seluruh
masyarakat dan pihak yang berkepentingan (stakeholder)
mengetahui program-programnya dan hasil yang akan diperoleh di masa yang akan
datang.
Sejalan dengan visi
yang telah ditetapkan dan dengan memperhatikan kondisi obyektif yang
dimiliki Desa
PAKATTO, dirumuskan misi
pembangunan sebagai berikut :
1. Membangun
dan mendorong majunya bidang pendidikan baik formal maupun non formal yang
mudah di akses dan dinikmati seluruh warga masyarakat tanpa terkecuali
2. Membangun
dan mendorong terciptanya pendidikan yang menghasilka insan Intelektual, insan
Inofatif, dan Insan Interpreneur.
3. Membangun
dan mendorong terwujudnya keterampilan serta keahlian Baik Formal maupun
Informal yang berbasiskan dan mengembangkan sector pertanian, perkebunan,
peternakan dan perikanan.
4. Membangun
dan medorong pembangunan Imprastrukdur yang menunjang segala bidang usaha
terutama pada sector pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan.
5. Membangun
dan mendorong untuk mengembangkan usaha-usaha sector pertanian, perkebunan,
peternakan, dan perikanan, baik pada tahapan produksi maupun pengolahan
hasilnya sampai pada pemasarannya.
6. Menjamin
dan mendorong usaha-usaha terciptanya pembangunan disegala bidang yang
berwawasan lingkungan dan kebencanaan, sehingga terjadi keberlanjutan
usaha-usaha pembangunan dan pemanfaatannya
7. Mengupayakan
terciptanya pelayanan kesehatan yang memadai di semua daerah-daerah terpencil
8. Menciptakan
daya tarik Desa untuk di kunjungi masyarakat dari luar Desa.
9. Menjunjung
tinggi nilai-nilai budaya local (Makassar) yang masih sangat kental dan di
pegang kuat masyarakat Desa PAKATTO
10. Meningkatkan SDM melalui pendidikan
dan pelatihan dalam mewujudkan
peningkatan kwalitas tenaga
kerja dan penguasaan teknologi dan imformasi
11. Meningkatkan
pelayanan ke pada masyarakat dalam bidang ke pendudukan
12. Meningkatkan
pembinaan hubungan industrial dan perlindugan tenaga kerja.
13. Megembangkan
pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru yang sesuai dengan daya tampung lingkungan
dan persebaran penduduk yang terarah
serta terkendali
14. Memberdayakan
fasilitas umum untuk meningkatkan sumber
daya masyarakat
2.3 Nilai – Nilai
Misi pembangunan sebagaimana dijelaskan di atas,
dilaksanakan dengan mengacu kepada nilai budaya
lokal (Makassar) yang tumbuh dan berkembang secara turun temurun di masyarakat Desa
PAKATTO, nilai-nilai dimaksud adalah :
a.
Assamaturu
Nilai tersebut
mengisyaratkan bahwa sumber kekuatan adalah kesepakatan bersama. Segala sesuatu
yang akan dilaksanakan, khususnya yang menyangkut hajat hidup orang banyak ,
harus diputuskan dan disepakati secara bersama, karena hal tersebut yang akan
mendorong setiap orang untuk bergerak secara bersama.
b.
Sipakatau,
Sipakainga’ dan Sipakalabbiri’
Nilai ini
mengedepankan saling memanusiakan, menghormati dan saling memuliakan akan eksistensi
dan jati diri setiap anggota atau kelompok masyarakat. Di samping itu, nilai
ini juga amat mementingkan semangat saling introspeksi dan saling mengingatkan. Berdasarkan nilai
tersebut, setiap anggota masyarakat akan merasa diapresiasi setiap untuk
keterlibatannya dalam pembangunan daerah.
c.
Siri’
na Pacce
Nilai ini
membentuk rasa harga diri yang lahir
dari kesadaran bahwa harga diri tersebut hanya dapat dijaga jika terbina sikap
saling menghormati, saling menghargai, saling mengayomi. Dalam konteks
pembangunan, nilai ini dapat diartikan bahwa pemerintah bersama masyarakat akan
merasa “malu” jika gagal membangun
daerah dan masyarakatnya. Oleh karena itu, setiap komponen masyarakat harus
saling mendukung dan bahu membahu untuk mewujudkan pembangunan yang
dicita-citakan.
d.
Toddopuli
Nilai ini
membentuk keteguhan, konsistensi dalam sikap dan tindakan dengan senantiasa
mengantisipasi segala tantangan dan hambatan, serta tanggap atas perkembangan,
tuntutan, dan kecenderungan arah pembangunan daerah.
e.
Akkontutojeng
Nilai ini mensyaratkan pentingnya kesamaan antara ucapan/perkataan dan prilaku/perbuatan. Nilai ini selanjutnya membentuk
kejujuran keteladanan, kebenaran dan
kepercayaan yang sangat dibutuhkan dalam penyelenggaraan pemerintahan,
pembangunan, dan kemasyarakatan.
f.
Insan intelektual
|
|
Adapun maknanya bahwa
Desa PAKATTO ingin membangun manusia
dan masyarakat yang tidak hanya pintar, tetapi membangun manusia dan masyarakat Desa PAKATTO yang
mempunyai Kecerdasan dan Kepribadian yang Utuh. Kepribadian yang Utuh
dari manusia dan masyarakat Desa PAKATTO
adalah manusia dan masyarakat yang berwatak jujur, Amanah, Berbudaya dan
Beradab. Sehingga antara Kecerdasan
Pikiran, Kecerdasan Hati dan Perasaan
bersatu padu menjadi Kecerdasan
Tindakan.
g.
Insan inovatif
Dalam penjabarannya bahwa Desa PAKATTO
selain membangun insan intelektual, diharapkan mampu
membangun manusia-manusia yang kreatif. Berangkat dari pembangunan
intelektualitasnya, mampu menemukan penemuan -penemuan baru disegala bidang
yang bermanfaat untuk kepentingan dan kesejahteraan warga masyarakat Desa PAKATTO, maupun umat manusia secara umum.
h.
Insan Enterpreneurship
(Kewirausahaan)
Penjabarannya bahwa Desa PAKATTO membangun manusia dan warga masyarakat yang mampu menciptakan lapangan
kerja, mampu membaca peluang kerja dan usaha, baik kerja dan peluang kerja yang
baru maupun yang sudah ada. Sehingga warga masyarakat Desa PAKATTO menjadi manusia dan warga
masyarakat yang produktif. Pada gilirannya terhindar dari pengangguran,
kemiskinan dan kebodohan.
BAB III
PENUTUP
Semua gambaran umum yang kami uraikan adalah hasil dari potret Desa yang
kami kumpulkan dari berbagai Sumber aspirasi masyarakat dan kami tampung dan
tuangkan kedalam satu bentuk wacan, namun tidak menutup kemungkinan ada program yang sifatnya darurat
dan tidak dapat ditunda, seperti terjadinya bencana alam yang manusia tidak akan
pernah tau kapan datangnya. Hal ini tidak kami cantumkan dalam wacana
tersebut, Maka peran
masyarakat sangat di butuhkan dalam hal ini sebagai tenaga sukarela baik tenaga
maupun material.
Demikian
uraian gambaran
umum Desa Pakatto , yang kami
tuangkan dalam suatu tulisan , itulah gambaran dari kondisi
umum Desa Pakatto, agar dapat dijadikan sebagai
panduan atau pedoman bagi khalayak umum yang membutuhkan gambaran secara umum
Desa pakatto. Semoga Allah SWT, Meridhoi semua aktivitas serta usaha kita semua. Amin ya Rabbal Alamin
Penyusun
Muslimin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar