Sabtu, 15 Februari 2014

Selayang Pandang Desa Pakatto



BAB    I          
          GAMBARAN UMUM DESA
1.1           Kondisi Geografis
Desa Pakatto adalah sebuah  desa yang terletak di Kecamatan Bontommarannu, yang terletak dibagian selatan Kabupaten Gowa dengan jarak + 11 km dari ibu kota Gowa,21 km dari ibu Kota propinsi dan 2 km dari ibu kota kecamatan. luas wilayah + 1.134 ha dengan batas-batas wilayah desa sebagai berikut:
Ø  Disebelah utara              : Berbatasan dengan Desa        Timbuseng
Ø  Disebelah Selatan           : Berbatasan dengan Desa Sokkolia
Ø  Disebelah barat              : Berbatasan dengan Kelurahan Bontomanai
Ø  Disebelah Timur             : Berbatasan dengan Desa Nirannuang
Wilayah Desa PAKATTO  terdiri dari 4 (Empat) Dusun yaitu :
1.      Wilayah Dusun Pakatto Caddi
2.      Wilayah Dusun Parang Carammeng
3.      Wilayah Dusun Pakatto Lompo
4.      Wilayah Dusun Lantebung

1.2           Sosial Ekonomi Masyarakat

Masyarakat Desa Pakatto adalah masyarakat yang pekerja keras dan ulet. Dapat dilihat dari berbagai jenis pekerjaan yang dilakukan setiap hari. Tetapi yang paling banyak dilakukan adalah pertanian sehingga untuk mengetahui potensi dominan yang dimiliki suatu desa dapat dilihat dari jumlah penduduk yang melakoni suatu aktifitas. Berbagai jenis pekerjaan dilakukan mulai dari buruh tani sampai pada PNS, mulai dari pekerjaan tidak menentu sampai pada pekerjaan tetap.  Tetapi secara umum pekerjaan pokok masyarakat adalah petani kebun dan sawah. Berbagai jenis tanaman ditanam mulai dari tanaman jangka pendek sampai pada tanaman jangka panjang. Pekerjaan ini dilakukan baik perempuan maupun kaum laki-laki, anak-anak sampai pada orang dewasa sekalipun. Bagi anak-anak usia sekolah biasanya dilakukan pada saat pulang sekolah tetapi itu tidak menjadi keharusan hanya sekedar membantu jika mereka mau melakukannya. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada table di bawah ini.




 Jumlah Kepala Keluarga berdasarkan Jenis Pekerjaan ditiap dusun di Desa Pakatto
Jenis Pekerjaan

Nama Dusun
Total
Pakatto Caddi
Parang Carammeng
Pakatto lompo
Lantebung
Petani
56
80
66
44
246
PNS
18
-
28
15
61
Honorer
15
1
13
11
40
Tkg Batu
9
16
16
16
57
Pedagang
16
17
28
14
75
Buruh lepas
20
19
15
17
71
Tkg Kayu
6
5
9
11
31
Sopir
12
6
14
14
46
Pengusaha
18
10
20
12
60
Jumlah
168
134
189
154
645

Berdasarkan hasil pekerjaan yang dilakukan oleh masyarakat sepanjang hari dan sepanjang tahun akan sangat  berpengaruh pula pada tingkat kehidupan sehari-hari, sehingga dengan jelas terlihat perbedaan dari setiap keluarga. Ini terbukti bahwa dari jumlah masyarakat melakukan aktifitas pertanian cukup banyak maka akan terlihat juga bahwa paling banyak warganya masuk kategori miskin. Kenapa karena mereka hidup dari apa yang telah mereka hasilkan sedangkan kegiatan pertanian hanya mampu dilakukan sekali dalam setahun.  Keadaan ini tidak jauh berbeda dengan desa-desa lainnya yang ada di wilayah Kabupaten Gowa. 

1.3           Kependudukan dan Sosial Budaya
     Jumlah Penduduk
Jumlah penduduk Desa Pakatto sekitar 645 KK.Perempuan 2.538 jiwa dan total penduduk 4.480 jiwa dengan perbandingan laki-laki 1.942 jiwa dan perempuan sebanyak 2.538 jiwa. Jumlah ini cukup banyak dan merupakan asset yang potensial yang dimiliki Desa Pakatto  jika potensi ini diberdayakan. Untuk lebih jelas dapat dilihat pada table dibawah ini.

Jumlah Jiwa menurut Jenis Kelamin setiap dusun di Desa Pakatto

Nama Dusun

Jumlah KK
Jumlah Jiwa

Total Jiwa
L
P
Pakatto Caddi
168
452
    656
1.108
Parang Carammeng
134
399
516
915
Pakatto Lompo
 189
676
756
1.432
Lantebung
154
415
610
1.025
Jumlah
        645
   1.942
    2.538
      4.480
Sumber : Hasil Sensus Penduduk Desa Pakatto 2010

Berdasarkan jumlah jiwa penduduk maka akan terlihat pengelompokan umur mulai dari usia balita (0-5 tahun), usia wajib sekolah sampai pada usia non produktif. Usia produktif yaitu usia 15 – 45 tahun adalah usia yang sangat potensial untuk menunjang aktifitas pembangunan di desa yang akan dilakukan. Tetapi factor usia tidak hanya berdiri sendiri tetapi harus ditunjang dengan kemampuan, kemauan dan keterampilan yang dimiliki.
Kesempatan dan peluang yang besar diberikan kepada mereka sehingga mereka memiliki tanggungjawab dan selalu berpartisipasi dalam membangun desa. Semangat kebersamaan dan kepedulian akan pembangunan menuju perubahan yang lebih baik senantiasa menjadi acuan untuk berkarya. Di bawah ini  terlihat tabel jumlah penduduk berdasarkan usia Desa Pakatto sebagai berikut:






Jumlah Penduduk berdasarkan Usia pada setiap Dusun di Desa Pakatto
Umur (Tahun)
Nama Dusun
Pakatto Caddi
Parang Carammeng
Pakatto Lompo
Lantebung
0 – 3
35
41
57
40
4 – 6
33
33
61
46
7 – 12
143
113
196
145
13 – 15
94
46
91
55
16 – 22
185
129
254
175
23 – 45
506
431
631
478
46 – 60
83
62
80
83
> 61
64
40
62
58
Jumlah
1.108
915
1.432
1.025

Berdasarkan table diatas terlihat bahwa jumlah jiwa terbanyak yang dimiliki adalah usia produktif yaitu 23 – 45 tahun dengan jumlah jiwa 1.568, hampir 50% dari jumlah keseluruhan penduduk desa Pakatto. Jika pada usia ini memiliki ilmu dan keterampilan yang memadai untuk mengelolah sumber daya alam maka kesejahteraan masyarakat akan terpenuhi.
Sosial Budaya.
Penduduk Desa Pakatto tidak terlalu jauh berbeda dengan penduduk di desa lainnya selain ulet dan juga rajin bekerja terutama dilahan pertanian sebagai sumber penghidupan. Saking rajinnya, masyarakat kadang lebih mementingkan pekerjaannya ketimbang menghadiri acara pertemuan/rapat di kantor desa sehingga kelihatan bahwa partisipasi masyarakat masih kurang dalam pembangunan bahkan budaya gotong royong untuk kegiatan pembangunan desa sudah semakin menipis. Hanya pada kegiatan yang sifatnya kekeluargaan yang masih kental pada diri warga seperti kematian, perkawinan, sunnatan dll.



1.4           Sarana dan Prasarana Desa

Ø  Sarana Jalan Transportasi 
Secara umum jenis dan kondisi jalan pada Desa Pakatto terbagi atas 3 jenis yaitu jalan beraspal (Hotmix), jalan pengerasan dan jalan tanah. Dari tiga jenis jalan, maka kondisi beraspal yang paling panjang, itupun masih ada beberapa sudah mulai rusak terutama yang sering digenangi air pada musim hujan tiba. 
Sarana Jalan Desa. Dari hasil pemetaan sosial tergambar bahwa sebagian jalan desa di Desa Pakatto telah diaspal (Hotmix) sepanjang 15 Km dengan lebar rata-rata 5.00 m – 6.00 m yang berfungsi menghubungkan ke kecamatan.
Jalan Dusun. Kondisi jalan sebagian sudah diaspal kecuali pada Dusun Lantebung yang masih dalam kondisi pengerasan sehingga pada musim hujan tiba kondisinya licin dan becek.
Jembatan. Terdapat 4 unit jembatan yang menghubungkan antar dusun dengan dusun dan desa.
Jalan setapak. Jalan yang menuju ke rumah yang berada di daerah belakang masih dalam kondisi tanah yang jika musim hujan tiba akan becek
   Jalan tani dan jalan pekuburan. Sepanjang 52 m sudah dalam pengerasan sedangkan 1585     m masih dalam keadaan darurat.
Ø  Sarana pelayanan kesehatan
Di Desa Pakatto telah tersedia 1 unit puskesmas pembantu (pustu) yang sudah beroperasi dan 1 unit lagi yang dalam tahap perencanaan pembangunan dan 8 unit posyandu. Namun sarana ini dianggap belum bisa melayani kebutuhan masyarakat secara maksimal. Sementara tenaga medis yang terbatas karena hanya terdiri dari 2 orang yaitu satu bidan dan satu mantri kadang-kadang kewalahan melayani pasien jika sewaktu-waktu banyak masyarakat yang menderita sakit dalam waktu yang bersamaan. Apalagi mantri yang bertugas tidak tinggal di desa sehingga sewaktu-waktu malam hari terjadi gangguan kesehatan maka warga hanya meminta bantuan pada petugas bidan desa yang memang menetap di desa tersebut.
Selain menggunakan pustu dan posyandu sebagai sarana pelayanan kesehatan yang terdapat di desa, masyarakat umum jika mengalami gangguan penyakit yang parah mereka lebih banyak berobat ke Rumah sakit Kallong Tala atau Makassar dari pada berobat ke ibukota kabupaten alasan mereka karena disamping jaraknya  yang dekat juga jangkauannya mudah dan pelayanan lebih maksimal. Hampir setiap saat kendaraan roda empat beroperasi mulai pagi sampai pada malam hari.

Dalam proses persalinan misalnya, masyarakat masih ada yang menggunakan jasa dukun beranak karena prosesnya cepat. Pemanfaatan jasa dukun kampung dan obat-obatan tradisional ini selain diakibatkan karena keterbatasan masyarakat dalam menjangkau pelayanan kesehatan secara gratis (tidak mampu membayar obat-obatan dan prasarana kesehatan lainnya) juga masih ada anggapan di tengah masyarakat bahwa beberapa penyakit yang dialami disebabkan oleh mahluk-mahluk halus. Namun juga terdapat bidan desa yang siap melayani masyarakat 24 jam non-stop.
Ø  Sarana Pendidikan

Taman Kanak-kanak.
Saat ini di Desa Pakatto terdapat 1 buah TK/PAUD yang terletak di Dusun Pakatto Lompo  yang dianggap  belum cukup untuk menampung pendidikan bagi pra sekolah. Di samping itu sarana dan prasarana lainnya seperti alat-alat bermain juga masih dirasakan kurang dan menjadi  kendala bagi pengelola. Olehnya itu pihak pengelola sangat mengharapkan perhatian dari pihak terkait untuk menutupi kebutuhan ini, agar anak-anak semakin bersemangat untuk bersekolah. Betapa harus diakui bahwa meskipun situasinya seperti itu anak-anak dan orang tuanya tetap antusias untuk bersekolah dan menyekolahkan anaknya.
Sekolah Dasar. 
2 unit bangunan sekolah yang terdapat di Dusun Parang Carammeng ( SD Inpres Pakatto Caddi) dan di Dusun Pakatto Lompo ( SDN Borong Kaluku)  yang dapat menampung anak-anak usia wajib sekolah dimana kondisi bangunan lumayan baik. Anak-anak dengan semangat setiap hari melakukan aktifitas belajar mengajar. 
Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama.
Masyarakat Desa Pakatto dapat mengakses sarana ini di dalam desa sendiri yang terdapat di Dusun Pakatto Caddi sehingga anak yang ingin lanjut ke sekolah lanjutan pertama tidak keluar desa lagi karena di desa ini telah tersedia 1 unit sekolah lanjutan pertama SMP Negeri 1 Bontomarannu. Untuk mengakses sarana ini anak sekolah hanya berjalan kaki ada pula yang naik sepeda, ojek dan lain sebagainya.
Sekolah Lanjutan Tingkat Atas.
Meskipun sekolah lanjutan atas tidak tersedia di desa bukan berarti kendala bagi siswa yang akan lanjut karena jarak ke kecamatan sangatlah dekat sehingga sangat mudah dijangkau oleh siswa.
Perguruan Tinggi.
Sama dengan desa lainnya yang ada di Gowa dimana orang tua saling berlomba menyekolahkan anaknya bagi kalangan yang mampu tetapi yang miskin tetap saja gigit jari karena keterbatasan biaya. Untuk perguruan tinggi umumnya pada umumnya masyarakat melanjutkan ke Makassar tetapi bukan berati tidak ada yang kuliah di Gowa. Jika diandingkan dengan desa yang ada di Kecamatan Bontomarannu, Desa Pakatto memiliki tingkat pendidikan yang cukup baik dimana jumlah sarjana dan yang sementara kuliah cukup banyak.



1.5           Pemerintahan Desa dan Kelembagaan Masyarakat

Ø  Pemerintahan Desa (pemdes).
Roda pemerintahan di kepalai oleh lulusan sarjana sehingga bentuk pemerintahan sudah lebih baik dibanding dengan desa lainnya. Setiap hari aktivitas dikantor desa tetap berjalan karena ada pembagian tugas dari setiap aparat untuk tetap hadir di kantor setiap hari.
Meskipun demikian pelayanan administrasi tetap saja masih ada yang dilakukan di rumah Kepala Desa atau Sekretaris desa.  Karena kadang ke dua aparat ini tidak ada ditempat sementara urusan administrasi harus diselesaikan oleh ke duanya.
Kelembagaan Masyarakat
Ø  Badan Permusyawaratan Desa
Secara stuktural pengurus BPD Desa Pakatto terdiri dari seorang ketua yang berlatar belakang pendidikan SMA dengan anggota 7 dengan tingkat pendidikan mulai dari SD sampai SMA. Apa yang dilakukan selama ini adalah melakukan musyawarah dengan pemerintah desa dalam pembangunan desa, sebagai panitia dalam pemilihan kepala desa.
Nama-nama Badan Permusyawaratan Desa PAKATTO
No
Nama
Jabatan
1
MUH. JAFAR DG. NGEPPE
KETUA
2
ABD. RAJAB DG. LIPUNG
WAKIL KETUA
3
JAMALUDDIN DG. TUTU
SEKRETARIS
4
ABD. ASIS DG. ROLA
BID.PEMERINTAHAN
5
HAJIJAH DG. NGIJI
BID.EKONOMI DAN PEMBANGUNAN
6
WIDYAWATI DG. NGIJI
BID.SOSIAL KEMASYARAKATAN
7
SAHARUDDIN DG. TUTU
BID.SOSIAL KEMASYARAKATAN
Sumber data; Monografi Desa
Kecamatan Bontomarannu 2010





Ø  Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa ( LKMD ).
Lembaga ini kurang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat oleh karena kinerjanya tidak terlalu kelihatan secara konkrit di tengah masyarakat. Lembaga ini biasanya hadir pada waktu ada rapat-rapat di kantor desa. Apa dan bagaimana peran dan fungsi LKMD secara luas tidak diketahui oleh masyarakat.
Ø  Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK).
Pengurus kelompok PKK di Desa Pakatto terdiri dari satu ketua, satu sekretaris dan satu bendahara serta empat ketua pokja. Sementara untuk tingkat dusun kelompok PKK terdiri dari sepuluh dasawisma yang diketuai seorang ketua dengan anggota seluruh ibu-ibu yang ada di dusun itu.
Kelompok ini memiliki sepuluh tugas dan fungsi yang semuanya bertujuan mendorong dan meningkatkan keberdayaan dan kesejahteraan keluarga dan masyarakat. Sehubungan dengan tugas dan fungsinya tersebut pegurus kelompok ini harusnya lebih intensif melakukan kegiatan di desa berupa penyuluhan kesehatan, penanaman tanaman obat di pekarangan dan tidak hanya aktif pada pelaksanaan arisan agar kelompok ini dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat secara luas.
Ø  Remaja Masjid.
Terdiri dari 5 kelompok yang bertugas sebagai  pembinaan TK-TPA di Desa Pakatto telah lama berjalan sebagai bentuk peningkatan masyarakat religius yang diharapkan membawa dampak positif dalam kehidupan masyarakat. Antusias masyarakat dengan lembaga ini sangat tinggi seiring dengan pencanangan pemberantasan buta huruf Al-Qur’an dan siswa baru yang mau masuk sekolah harus bisa baca Al-Qur’an. Lewat lembaga ini telah banyak manfaat yang dirasakan masyarakat dalam rangka mencapai kebahagiaan dunia-akhirat.Namun demikian pihak pengelolah merasa masih kekurangan dalam hal buku Iqra dan para pengurusnya hanya bekerja secara suka rela.
Olehnya itu, para pengurus Remaja Masjid sudah selayaknya mendapat perhatian khusus dari banyak pihak demi keberlanjutan lembaga ini yang banyak mencetak manusia-manusia beriman.


Ø  Organisasi Kepemudaan (OKP).
Terdapat 2 OKP yang ada di Desa Pakatto yakni Forum Komunikasi Pemuda Pakatto (FKPP) dan Kesatuan Remaja Pakatto Raya (KREATOR) yang menjadi  wadah pemuda Pakatto dalam mengasah serta mengembangkan kemampuannya dibidang organisasi kemasyarakatan dan keagamaan.

2.6       Aset Desa
No

Bidang

Potensi
Masalah
Pemecahan masalah

1.

SUMBER DAYA MANUSIA (SDM)







1.      Terdapat banyak lulusan SMA


2.      Kreativitas remaja tinggi




3.      Ibu-ibu rumah tangga memiliki keterampilan membuat kue-kue tradisional
4.      Banyak warga yang memiliki kemampuan  sebagai tukang Batu
5.      Adanya keahlian di bidang pertanian dan perdagangan
6.      Adanya warga yang terampil membuat pisau,linggis dll
7.      Kemampuan dan keinginan bertani yang diturunkan oleh orang tua kepada anak
8.      Budaya Gotong Royong masih kuat oleh warga setempat
9.      Keterampilan dibidang pertukangan

10.  Keterampilan mengolah limbah menjadi pupuk organic

11.  Banyaknya Remaja yang potensial dan produktif dalam setiap kegiatan


1.      Kekurangan biaya untuk melanjutkan kejenjang selanjutnya
2.      Kreatifitas Remaja tinggi tidak ditunjang oleh sarana dan prasarana yang memadai

3.      Belum mengetahui cara pengolahan yang baik dan benar ( sehat )
4.      Hanya mencukupi untuk kebutuhan makan saja
5.      Belum menguasai teknik pemasaran dengan benar
6.      Masih membutuhkan bantuan modal

7.      Masih dilakukan dengan metode yang tradisional


8.      Terkadang masih ada warga yang memilih-milih

9.      Masih terkendala pada modal usaha

10.  Kurangnya sarana pengolahan limbah


11.  Kurangnya pembinaan dan kaderisasi


1.      Pemberiam beasiswa


2.      Pengadaan sarana pengembangan kreativitas


3.      Mengadakan penyuluhan


4.      Mengadakan pelatihan kewirausahaan
5.      Mengadakan pelatihan pemasaran
6.      Pemberian bantuan modal usaha serta pembinaan
7.      Penyuluhan kepada petani tentang cara pengolahan lahan pertanian

8.      Sosialisasi pentingnya gotong royong

9.      Pemberian modal usaha

10.  Penambahan sarana pengolahan limbah


11.  Mengadakan pengkaderan dan pembinaan
2.
SUMBER DAYA  ALAM (SDA)
1.      Terdapat hamparan lahan pertanian  yang luas

2.      Adanya aliran anak sungai Je’ne berang yang mengaliri sebagian daerah Desa Pakatto sehingga potensial disektor pertanian


3.      Lahan perkebunan rambutan yang luas



4.      Terdapat pertanian sayur dipinggir aliran sungai Je’ne berang
5.      Tanah yang subur dan gembur



6.      Desa Pakatto menjadi jalur utama menuju Desa Timbuseng Kec.  Pattallassang dan pekuburan Bollangi



7.      Masih luasnya lahan selainuntuk pertanian




8.      Lahan pekarangan warga yang subur




9.      Terdapat gunung Pangngalleang Toppa
1.      Belum ada saluran irigasi yang menyeluruh

2.      Aliran anak sungai Je’ne berang terkadang meluap dan merusak lahan pertanian




3.      Lahan pertanian yang luas tidak ditunjang dengan penanaman bibit unggulan
4.      Masih terkendala pada debit air

5.      Masyarakat masih belum memanfaatkan lahan yang ada dengan maksimal
6.      Tidak ada pembatas daerah yang jelas







7.      Lahan yang luas belum terkelolah/ lahan tidur



8.      Lahan Pekarangan yang subur belum di kelolah secara maksimal


9.      Belum ada pemanfaatan asset secara komersil
1.      Pembangunan saluran irigasi di setiap lahan pertanian
2.      Pembangunan tanggul








3.      Pengadaan bibit unggul pada petani rambutan


4.      Membuat pompanisasi

5.      Mengadakan penyuluhan kepada petani

6.      Pembuatan gapura/ batas kecamatan.





7.      Pemanfaatan lahan tidur menjadi lebih produktif dengan Penanaman sayur dan buah

8.      Mengadakan penyuluhan tentang pemanfaatan lahan pekarangan.
9.      Mengadakan promosi wisata alam pegunungan
3.























SARANA DAN PRASARANA FISIK


































1.      Balai Desa

2.      Kantor Desa



3.      Sarana Rekreasi keluarga Wisata Kebun

4.      Gedung Sekolah   ( SMP 1 buah,SD 2 buah )



5.      Posyandu 1 buah

6.      Pustu 1 buah

7.      Gedung Sanggar Pendidikan Anak Saleh  (SPAS) 1 buah
8.      Tempat Ibadah (mesjid) 5 buah

9.      SPBU Pakatto Caddi


10.  Lapangan Sepak Bola

11.  terdapat Pabrik Air mineral,genteng,dan paving blok


12.  Jalan Desa yang sudah beraspal


13.  Terdapat 3 Tempat Pekuburan Umum          ( TPU ) di Desa Pakatto
14.  Jembatan 5 buah

15.  Pos kamling 15 buah
16.  Pasar tradisional

17.  Kantor Dinas

1.      Tidak terawatt

2.      Tidak memiliki sarana yang memadai

3.      Belum dikenal baik oleh masyarakat luas
4.      Kelengkapan sarana perpustakaan dan kantin sehat masih sangat rendah





5.      Tidak terawatt

6.      Tidak terawatt

7.      Tidak terawatt



8.      Sebagian besar masih dalam proses rehabilitasi

9.      Pelayanan yang diberikan belum memuaskan konsumen
10.  Dibiarkan begitu saja

11.  Air limbah dialirkan begitu saja




12.  Masih ada yang berlubang dengan diameter 3 meter keatas
13.  Akses menuju TPU masih pengerasan

14.  Dibiarkan begitu saja
15.  Tidak terurus

16.  Belum terorganisir dengan baik
17.  Tidak terurus
1.   Mengadakan rehabilitasi
2.   Pengadaan sarana dan sarana

3.   Mengadakan promosi kunjungan wisata
4.   Pengadaan saran perpustakaan dan kantin sehat


5.         Mengadakan rehabilitasi
6.         Mengadakan rehabilitasi
7.         Mengadakan rehabilitasi


8.         Melakukan rehabilitasi sepenuhnya

9.         Mengadakan sosialisasi pelayanan konsumen
10.     Melakukan pemeliharaan berkala
11.     Membangun tempat pembuangan limbah sementara
12.     Melakukan penambalan

13.     Mengadakan pengaspalan


14.  Mengadakan rehabilitasi
15.  Mengadakan rehabilitasi.
16.  Mengadakan rehabilitasi
17.  Mengadakan rehabilitasi
4.

EKONOMI/ FINANSIAL
1.      Terdapat banyak ruko-ruko yang menjual perlengkapan bahan bangunan.
2.      Roda perekonomian masih didominasi oleh bidang pertanian dan perdagangan

3.      Kelompok Arisan ibu-ibu majelis         Ta’lim

4.      Masih banyak warga yang meminjam modal dari rentenir

1.      Harga yang ditawarkan terlampau tinggi

2.      Masih bergantung pada penghasilan petani


3.      Hanya berpusat pada ibu-ibu majelis ta’lim saja
4.      Pengembalian modal yang tinggi
1.   Pembelian bahan bangunan di toko resmi

2.   Pengadaan lembaga ketahanan pangan desa

3.   Mengadakan arisan bagi IRT setiap RT/RW
4.   Pengadaan kopersi simpan pinjam
5.
SOSIAL BUDAYA


1.      Budaya Abbulo sibatang Gotong royong)



2.      Akronda (jaga malam)


3.      Sinomang


4.      attimporong


5.      masih memegang teguh prinsip hidup siri’ na pacce

1.      Budaya leluhur semakin terkikis oleh zaman


2.Masyarakat sudah tidak aktif akronda

3.Data sinomang belum akurat dan tidak transparent
4.Sudah mulai di sepelehkan oleh masyarakat
5.      Sudah mulai ditinggalkan oleh kaum muda
1.      Mengadakan pengembangan kebudayaan dengan pembentukan sanggar seni
2.      Penyuluhan  dan sosialisasi

3.      Transparansi data dan dana sinomang
4.      Sosialisasi

5.      Mengadakan penyuluhan

                                                                         BAB II          
                                                     VISI dan MISI DESA PAKATTO

2.1      Visi
      Dalam perencanaan pembangunan daerah, rumusan  visi menjadi sangat  penting karena menjadi pedoman implementasi pembangunan. Secara konseptual, visi adalah pandangan jauh ke depan, kemana dan bagaimana suatu daerah harus dibawa agar konsisten dan tetap eksis, antisipatif, inovatif serta realistis. Visi yang baik (vision of succses) merupakan suatu gambaran yang menantang tentang keadaan masa depan, cita dan citra yang ingin diwujudkan sebuah daerah. Visi, disamping sebagai sumber inspirasi dan sumber motivasi, juga menjadi acuan dan penuntun bagi setiap upaya yang akan dikembangkan suatu daerah ke masa depan.
            Setelah melakukan survey asset atau potensi setiap dusun di Desa PAKATTO serta menganalisa dan melakukan identifikasi masalah setiap dusun maka secara umum Desa PAKATTO melalui musyawarah di tingkat Desa maka lahirlah beberapa uraian cita-cita realistis Desa PAKATTO selama 5 (lima) tahun yaitu :
1.      Adanya kemandirian masyarakat Desa PAKATTO melalui Bidang usaha PERTANIAN, yang ditunjang oleh infrastruktur jalan yang memadai.
2.      Meningkatnya Sumber Daya Manusia baik formal maupun Non formal
Mewujudkan pelayanan prima kepada masyarakat  dalam bidang ketenaga kerjaan,kependudukan serta keseimbangan  mobilitas penduduk
3.      Keamanan dalam beraktifitas terjamin.
4.      Sehat jasmani dan rohani.
5.      Tertatanya pemukiman serta pemamfaatan lahan secara maksimal.
Cita-cita realistis Desa PAKATTO tersebut diatas di jabarkan menjadi Visi Pembangunan Desa PAKATTO  yaitu :
PAKATTO, Mandiri Membangun Masyarakat dengan meningkatkan Mutu Pendidikan formal dan non formal guna menunjang peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia         ( SDM ), yang ditunjang dengan penyediaan fasilitas pendidikan formal seperti Sekolah Dasar ( SD ) yang terdapat di dua dusun yang ada di Desa Pakatto yakni di Dusun Parang Carammeng dan di Dusun Pakatto Lompo. Tidak hanya itu, Sekolah Menengah Pertam ( SMP ) juga tersedia di Dusun Pakatto Caddi. Dan juga terdapat sarana pendidikan Pendidikan Anak Usia Dini ( PAUD ) dan sarana TK yang terdapat di Dusun Pakatto Lompo. Pendidikan non formal juga perlu ditingkatkan terutama ilmu pengetahuan masyarakat yang berbasis pada usaha-usaha Pertanian secara Intensif yang di tunjang oleh infrastruktur jalan yang memadai. Menuju Desa yang sejahtera dalam memenuhi kebutuhannya yang berpusat pada pendapatan dari pertanian tanaman padi dan di dukung oleh perkebunan rambutan yang ada di dusun Pakatto Lompo,kesemuanya itu sangat bergantung pada aliran anak sungai Je’ne Berang melalui bendungan yang terdapat di Dusun Pakatto Lompo serta pengadaan pinjaman modal dengan pengembalian bunga yang rendah sehingga roda perekonomian masyarakat Desa Pakatto dapat berjalan sesuai dengan harapan kita bersama. Rasa  aman dari tindakan-tindakan kriminal dengan meningkatkan poskamling dan menigkatkan spiritualisme dalam kehidupan masyarakat melalui pencerahan qalbu yang tengah gencar dilaksanakan oleh pemerintah setempat guna meminimalis tindakan-tindakan yang bertentangan dengan norma-norma yang dianut oleh masyarakat Desa Pakatto,dengan penambahan tiang listrik pada dusun Parang Carammeng mampu mengurangi tindak kriminal yang sering terjadi di masyarakat seperti pencurian hewan ternak besar dan unggas serta barang-barang elektronik warga. Rasa tentram melakukan semua aktifitas sehari-hari dengan memegang teguh adat dan tradisi leluhur yang sampai saat ini masih dipegang teguh oleh masyarakat Desa Pakatto yakni prinsip hidup siri’ na Pacce dan gotong royong ( abbulo sibatang ).  Desa Pakatto yang bersih dan indah dengan penataan pekarangn rumah serta penanaman tanaman jangka panjang seperti mangga,rambutan, dll serta ibu rumah tangga mampu menata pekarangan dengan menanami tanaman TOGA ( Tanaman Obat dan Sayuran ) yang semakin dipercantik dengan pengadaan tempat pembuangan sampah disetiap rumah warga. Desa yang sehat dengan adanya pelayanan kesehatan yang memadai dengan adanya Pustu ( Puskesmas Pembantu ) yang terdapat di Dusun Lantebung yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Pakatto. Jika musim kemarau tiba ,maka Masyarakat Desa Pakatto dapat memanfaatkan bak penampuangan air bersih yang terdapat di setiap Dusun yang ada di Desa Pakatto.


2.2      Misi
Misi adalah sesuatu yang harus diemban atau dilaksanakan sesuai visi yang telah ditetapkan agar tujuan pembangunan dapat terlaksana dan berhasil dengan baik, sehingga seluruh masyarakat dan pihak yang berkepentingan (stakeholder) mengetahui program-programnya dan hasil yang akan diperoleh di masa yang akan datang.
Sejalan dengan visi yang telah ditetapkan dan dengan memperhatikan kondisi obyektif yang dimiliki  Desa PAKATTO, dirumuskan misi pembangunan sebagai berikut :
1.   Membangun dan mendorong majunya bidang pendidikan baik formal maupun non formal yang mudah di akses dan dinikmati seluruh warga masyarakat tanpa terkecuali
2.      Membangun dan mendorong terciptanya pendidikan yang menghasilka insan Intelektual, insan Inofatif, dan Insan Interpreneur.
3.      Membangun dan mendorong terwujudnya keterampilan serta keahlian Baik Formal maupun Informal yang berbasiskan dan mengembangkan sector pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan.
4.      Membangun dan medorong pembangunan Imprastrukdur yang menunjang segala bidang usaha terutama pada sector pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan.
5.      Membangun dan mendorong untuk mengembangkan usaha-usaha sector pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan, baik pada tahapan produksi maupun pengolahan hasilnya sampai pada pemasarannya.
6.      Menjamin dan mendorong usaha-usaha terciptanya pembangunan disegala bidang yang berwawasan lingkungan dan kebencanaan, sehingga terjadi keberlanjutan usaha-usaha pembangunan dan pemanfaatannya
7.      Mengupayakan terciptanya pelayanan kesehatan yang memadai di semua daerah-daerah terpencil
8.      Menciptakan daya tarik Desa untuk di kunjungi masyarakat dari luar Desa.
9.      Menjunjung tinggi nilai-nilai budaya local (Makassar) yang masih sangat kental dan di pegang kuat masyarakat Desa PAKATTO
10. Meningkatkan SDM melalui pendidikan dan pelatihan dalam mewujudkan      peningkatan   kwalitas tenaga kerja dan  penguasaan  teknologi dan imformasi
11.     Meningkatkan pelayanan ke pada masyarakat dalam bidang ke         pendudukan
12.     Meningkatkan pembinaan hubungan industrial dan perlindugan tenaga kerja.
13.     Megembangkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru yang sesuai  dengan daya tampung  lingkungan  dan persebaran penduduk yang terarah  serta terkendali
14.     Memberdayakan fasilitas umum untuk meningkatkan  sumber daya masyarakat


2.3      Nilai – Nilai
Misi pembangunan sebagaimana dijelaskan di atas, dilaksanakan dengan mengacu kepada nilai budaya lokal (Makassar) yang tumbuh dan berkembang  secara turun temurun di masyarakat  Desa PAKATTO, nilai-nilai dimaksud adalah :
a.      Assamaturu
Nilai tersebut mengisyaratkan bahwa sumber kekuatan adalah kesepakatan bersama. Segala sesuatu yang akan dilaksanakan, khususnya yang menyangkut hajat hidup orang banyak , harus diputuskan dan disepakati secara bersama, karena hal tersebut yang akan mendorong setiap orang untuk bergerak secara bersama.
b.      Sipakatau, Sipakainga’ dan Sipakalabbiri’
Nilai ini mengedepankan saling memanusiakan, menghormati dan saling memuliakan akan eksistensi dan jati diri setiap anggota atau kelompok masyarakat. Di samping itu, nilai ini juga amat mementingkan semangat saling introspeksi dan saling mengingatkan. Berdasarkan nilai tersebut, setiap anggota masyarakat akan merasa diapresiasi setiap untuk keterlibatannya dalam pembangunan daerah.
c.       Siri’ na Pacce
Nilai ini membentuk  rasa harga diri yang lahir dari kesadaran bahwa harga diri tersebut hanya dapat dijaga jika terbina sikap saling menghormati, saling menghargai, saling mengayomi. Dalam konteks pembangunan, nilai ini dapat diartikan bahwa pemerintah bersama masyarakat akan merasa “malu” jika gagal membangun daerah dan masyarakatnya. Oleh karena itu, setiap komponen masyarakat harus saling mendukung dan bahu membahu untuk mewujudkan pembangunan yang dicita-citakan.  
d.      Toddopuli
Nilai ini membentuk keteguhan, konsistensi dalam sikap dan tindakan dengan senantiasa mengantisipasi segala tantangan dan hambatan, serta tanggap atas perkembangan, tuntutan, dan kecenderungan arah pembangunan daerah.
e.       Akkontutojeng
Nilai ini mensyaratkan pentingnya kesamaan antara ucapan/perkataan dan prilaku/perbuatan. Nilai ini selanjutnya membentuk kejujuran keteladanan, kebenaran  dan kepercayaan yang sangat dibutuhkan dalam penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan.

f.        Insan intelektual
 
     Adapun maknanya bahwa Desa PAKATTO ingin membangun   manusia dan masyarakat yang tidak hanya pintar, tetapi membangun  manusia dan masyarakat Desa PAKATTO yang mempunyai Kecerdasan dan Kepribadian yang Utuh. Kepribadian yang Utuh dari manusia dan masyarakat  Desa PAKATTO adalah manusia dan masyarakat yang berwatak jujur, Amanah, Berbudaya dan Beradab. Sehingga antara Kecerdasan Pikiran, Kecerdasan Hati dan Perasaan bersatu padu menjadi Kecerdasan Tindakan.
g.         Insan inovatif
    Dalam penjabarannya bahwa Desa PAKATTO selain  membangun      insan intelektual, diharapkan mampu membangun manusia-manusia yang kreatif. Berangkat dari pembangunan intelektualitasnya, mampu menemukan penemuan -penemuan baru disegala bidang yang bermanfaat untuk kepentingan dan kesejahteraan warga masyarakat Desa PAKATTO, maupun umat manusia secara umum.
h.         Insan Enterpreneurship (Kewirausahaan)
      Penjabarannya bahwa  Desa PAKATTO membangun manusia dan warga masyarakat yang mampu menciptakan lapangan kerja, mampu membaca peluang kerja dan usaha, baik kerja dan peluang kerja yang baru maupun yang sudah ada. Sehingga warga masyarakat  Desa PAKATTO menjadi manusia dan warga masyarakat yang produktif. Pada gilirannya terhindar dari pengangguran, kemiskinan dan kebodohan.









    
                                                   BAB III       
                                                PENUTUP

Semua gambaran umum yang kami uraikan adalah hasil dari potret Desa yang kami kumpulkan dari berbagai Sumber aspirasi masyarakat dan kami tampung dan tuangkan kedalam satu bentuk wacan, namun tidak menutup kemungkinan ada program yang sifatnya darurat dan tidak dapat ditunda, seperti terjadinya bencana alam yang manusia tidak akan pernah tau kapan datangnya. Hal ini tidak kami cantumkan dalam wacana tersebut, Maka peran masyarakat sangat di butuhkan dalam hal ini sebagai tenaga sukarela baik tenaga maupun material.

            Demikian uraian gambaran umum Desa Pakatto , yang kami tuangkan dalam suatu tulisan , itulah gambaran dari kondisi umum Desa Pakatto, agar dapat dijadikan sebagai panduan atau pedoman bagi khalayak umum yang membutuhkan gambaran secara umum Desa pakatto. Semoga Allah SWT, Meridhoi semua aktivitas serta  usaha kita semua. Amin ya Rabbal Alamin
                                                                                                            Penyusun

                                                                                                            Muslimin








Tidak ada komentar:

Posting Komentar