BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Perencanaan adalah suatu proses untuk menentukan tindakan masa depan yang tepat, melalui urutan pilihan dengan memprhitungkan sumber daya yang ada. Dalam pendekatan yang dipimpin masyarakat, perencanaan adalah suatu proses pengkajian oleh masyarakat tentang berbagai aspek kehidupan mereka termasuk potensi dan asset mereka. Kemudian dari aspek dan keadaan tersebut, masyarakat menyusun agenda pembangunan yang disusun dalam bentuk RPJM Desa dan RKP Desa dengan memperhitungkan asset dan nilai serta potensi utama masyarakat. Agenda di dalamnya termasuk apa yang masyarakat jalankan secara gotong royong dan swadaya serta tidak harus menunggu dukungan pihak-pihak luar.
Yang memakai label partisipasi setiap dalam prakteknya hanya slogan. Partisipasi hanya label terhadap peran serta masyarakat, tanpa menyentuh pada substansi peran serta itu sendiri. Peran serta masayarakat dalam proses pengambilan keputusan misalnya, cukup hanya dilihat dalam kehadiran dan persetujuan atas segala keputusan yang telah ditentukan sebelumnnya tetapi tidak melibatkan segenap elemen masyarakat olehnya itu dalam penyusunan RPJM Desa Rappoa ini dilakukan dengan metode CLAPP GSI (Gender Sosial Inclusif) yang memperhatikan perimbangan laki-laki dan perempuan, orang miskin dan orang termarjinalkan untuk terlibat dalam pelaksanaan kegiatan dan ikut menikmati hasil dari kegiatan tersebut dan ikut serta dalam mengevaluasi proses dari hasil-hasil pembangunan desa.
Dokumen ini diharapkan akan menjadi kebutuhan masyarakat karena telah menghasilkan suatu perencanaan pembangunan disusun secara partisipatif. Beberapa tahapan-tahapan yang dilalui dalam rangka mendorong daya kritis masyarakat dalam keterlibatan aktif mulai dari sosialisasi, persiapan social, identifikasi masalah, identifikasi kebutuhan, mengkaji potensi sampai pada tersusunnya dokumen RPJM Desa dan RKP Desa.
1.2. Maksud dan Tujuan
1.2.1 Maksud
Penyusunan Dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) ini dimaksudkan untuk lebih mengefektifkan proses perencanaan desa yang memperhatikan orang miskin dan perempuan,khususnya dalam penggalian informasi secara partisipatif.Dukumen ini pula dimaksudkan agar system kerja kolaboratif antara Pemkab Bantaeng dan Lembaga swadaya Masyarakat dapat pembelajaran agar berbagai pihak berkontribusi pada proses pemberdayaan masyarakat yang lebih maksimal.Selain hal tersebut diatasPenyusunan Perencanaan Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) juga mempunyai Maksud sebagai berikut:
1. Meningkatkan kualitas penghidupan desa yang berkelanjutan
2. Meningkatkan posisi tawar desa
3. Memperkuat kemandirian perencanaan masyarakat desa (Integrasi Perencanaan Srategis Desa dengan Musrenbang, Mendorong Desentralisasi Fiskal ke desa)
4. Perencanaan sebagai strategis pemihakan pada masyarakat miskin.
5. Memperkuat Kesetaraan Gender dalam Pembangunan desa.
1.2.2 Tujuan
Berdasarkan maksud tersebut dibuat dengan tujuan sebagai berikut :
1. Tersusunnya rencana kebutuhan pembangunan desa melalui RPJMDes/RKPADAes yang prioritas orang miskin dan perempuan, kelompok pemuda dan kelompok termajinal lainnya.
2. Merupakan pedoman dalam rangka melakukan rencana kegiatan tahunan pembangunan desa.
3. Tersusunnya aksi-aksi jangka pendek dan kegiatan kongrit masyarakat tanpa menunggu bantuan pihak luar
Selain itu juga dokumen ini bertujuan yakni :
1. Sarana bagi masyarakat desa untuk belajar menganalisis situasi desa saat ini dan situasi yang diinginkan dimasa depan.
2. Membangun kesamaan pandangan tentang arah pembangunan desa kedepan.
3. Hasil RPJMDes akan meningkatkan peran dan tanggung-jawab perangkat Pemdes untuk menjalankan agenda pembangunan desa.
4. Hasil RPJMDes akan mendorong perangkat Pemdes untuk meningkatkan komunikasi dan koordinasi fungsional untuk kelancaran proses implementasi agenda pembangunan desa.
5. Melalui RPJMDes akan mendorong desa untuk mengoptimalkan potensi sumber daya yang dimiliki desa.
6. Mendorong Pemdes untuk melakukan lobby, negosiasi dalam manjemput peluang-peluang dari berbagai pihak guna implemtasi agenda pembangunan desa yang telah direncanakan.
7. Mendorong keswadayaan masyarakat untuk berkontribusi dalam mewujudkan cita-cita desa kedepan.
8. Mendorong masyarakat desa untuk berperan aktif dalam proses perencanaan, implementasi agenda pembangunan desa maupun dalam pengawasannya.
9. Hasil RPJMDes akan menjadi alat untuk mengubah mentalitas, sikar politik dan top dawn menjadi lebih akomodatif (lebih menekankan pada proses-proses yang partisipatif).
10. Sebagai alat ukur untuk melihat perubahan kondisi desa yang dilakukan secara terencana, terkendali dan terukur kemajuannya dalam kurun waktu 3-5 tahun, sebagian besar agenda pembangunan desa yang sudah di rencanakan dapat direalisasikan.
11. Memungkinkan bagi masyarakat desa untuk menjawab kebutuhan dasarnya secara bertahap, mulai dari kebutuhan yang berkaitan dengan kepentingan orang banyak sampai pada kebutuhan yang berkaitan dengan kehidupan pada tingkat keluarga.
12. Hasil RPJMDes akan memungkinkan keterpaduan penggalian issu-issu pembangunan secara holistic dan mensinergikan berbagai dukungan yang berasal dari pihak luar.
13. Proses RPJM tingkat desa akan menumbuhkan kesadaran baru dan sikap perilaku masyarakat desa dan akan tanggung jawab mereka dalam pembangunan desa, termasuk keberanian untuk mengungkapkan berbagai fakta, persoalan, gagasan dan mendorong proses transparansi dalam pembangunan desa.
1.3. Landasan Hukum
Landasan hukum yang digunakan untuk melaksanakan kegiatan penyusunan RPJM-Desa ini adalah :
1. Undang Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Nasional.
2. Undang Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah.
3. Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 tentang Desa.
4. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 29 Tahun 2006 tentang Pedoman Pembentukan dan Mekanisme Penyusunan Peraturan Desa.
5. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 4 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengelolaan Kekayaan Desa.
6. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 37 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Desa.
7. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 66 Tahun 2007 tentang Perencanaan Pembangunan Desa.
8. Peraturan Daerah Kabupaten Gowa Nomor
9. Peraturan Daerah Kabupaten Gowa Nomor 9 Tahun 2007 tentang Pengaturan Kewenangan Desa.
10. Peraturan Daerah Kabupaten Gowa Nomor 10 Tahun 2007 tentang Tata Cara Penyusunan Peraturan Desa.
11. Peraturan Daerah Kabupaten Gowa Nomor 11 Tahun 2007 tentang Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di Desa.
12. Peraturan Daerah Kabupaten Gowa Nomor 12 Tahun 2007 tentang Sumber Pendapatan Desa.
1.4.1. Proses Penyusunan RPJMDes
Pemilihan Tim Fasilitator: Kegiatan ini dilakukan untuk mempersiapkan tim yang nantinya akan bekerjasama dengan Pemerintah dan masyarakat dalam memfasilitasi penyusunan RPJMDesa/Kel. Pemilihan tim ini dilakukan oleh manajement Mitra Turatea dengan mengambil dari kader-kader desa sebagai potensi local yang dimiliki daerah. Salah satu syarat untuk terlibat dalam kegiatan ini adalah punya skill dan kepedulian terhadap perubahan di desa.
Persiapan Teknis : Kegiatan ini dilakukan dalam bentuk pelatihan teknis, simulasi, review refleksi serta penyiapan alat dan bahan diskusi dengan tujuan agar proses dilapangan dapat berjalan dengan lancar. Peserta ini terdiri dari TPM, fasilitator pendukung (Fasduk).
Persiapan Sosial : Setelah masing-masing Fasilitator Pendukung (Fasduk) mengetahui lokasi dampingan maka fasduk mulai melakukan proses dilapangan yaitu sosialisasi dengan Pemerintah Desa, tokoh masyarakat serta kepala dusun. Kegiatan ini bertujuan agar semua elemen masyarakat mengetahui bahwa akan ada proses perencanaan yang akan dilakukan di desa masing masing. Harapan kami bahwa dalam setiap proses mendapat dukungan dan partisipasi masyarakat. Kegiatan ini merupakan rangkaian dari kegiatan penjajakan yang dilakukan pada tahun 2010 silam.
Sebelum kegiatan penyusunan RPJMDesa dilakukan perlu adanya pelatihan bagi kader-kader desa yang telah melakukan penjajakan sebelumnya. Dengan harapan bahwa sekembalinya di desa mereka sudah mampu melakukan suatu rangkaian kegiatan untuk menyusun RPJMDesa karena mereka sudah memiliki peningkatan kapasitas (pengetahun dan keterampilan) melalui pelatihan.
1.4.2. Tahap Perencanaan
Tahapan ini dilakukan setelah tahap persiapan dan penjajakan selesai dilakukan karena dari informasi hasil penjajakan inilah yang akan disusun dalam suatu perencanaan desa/kelurahan sesuai yang diimpikan kedepan. Kegiatan ini dilakukan dengan berdasarakan kondisi desa saat ini (Gambar A), Pentagonal Asset yang berisi 5 potensi dan tantangan serta apa yang dilakukan dan apa yang akan dilakukan untuk mewujudkan cita-cita 5 tahun kedepan. akhirnya terumuskanlah Visi Desa Pakatto. Karena metode yang dilakukan berbeda dengan tahun sebelumnya maka dalam penyusunan Misi tidak tertulis lagi tetapi untuk perumusan Issu strategis tetap mengacu pada issu kabupaten sehingga tercipta sinkronisasi antara desa dan kabupaten. Perumusan tujuan, kegiatan dan Penjabaran Indikator serta RKP Des tetap mengacu pada pentagonal asset yang telah dibuat bersama masyarakat melalui FGD.
Selanjutnya dengan menggunakan draft RPJMDesa/Kel. tersebut terlihatlah apa yang akan dicapai oleh Desa Pakatto pada tahun 2011-2015. Dalam draft ini juga terlihat apa yang akan dilakukan dan bagaimana ini bisa dilakukan sehingga semua yang menjadi cita-cita kita dapat terwujud.
Setelah semua proses dilakukan maka tahapan terakhir yang dilakukan di desa adalah pleno dimana semua hasil diskusi dipaparkan didepan masyarakat guna membahas dan menyempurnakan serta menyepakati kembali draft RPJMDesa/Kel dan Draft RKPDesa yang telah dihasilkan oleh kelompok kecil yang merupakan keterwakilan dari masyarakat. Yang pada akhirnya bahwa semua masyarakat paham tentang apa yang telah dibuat sehingga mendapat dukungan untuk merealisasikan cita-cita tersebut
1.5. Sistematika Penulisan
BAB I. Pendahuluan
Dalam bab ini terdiri dari:
1.1. Latar Belakang
Memuat deskripsi tentang latar belakang penyusunan RPJMDesa Pakatto,Kec.Bontomarannu dalam tahapan ini menggunakan pendekatan yang dilakukan dalam semua proses,
1.2. Maksud dan Tujuan
Berisi maksud dan tujuan penyusunan RPJMDesa Pakatto, Kec. Bontomarannudalam rangka menyediakan sebuah dokumen perencanaan untuk kebutuhan jangka waktu 5 tahun mulai dari tahun 2011 sampai 2015,
1.3. Landasan Penyusunan RPJMDesa
Menguraikan beberapa Undang-Undang dan peraturan pemerintah yang mengatur tentang penyusunan dasar RPJMDesa,
1.4. Proses Penyusunan RPJMDesa
Menjelaskan proses yang dilakukan dalam setiap tahapan mulai dari penjajakan sampai pada tahap perencanaan,
1.5. Sistematika Penulisan
Tahapan ini menguraikan sistematika penulisan serta pokok-pokok pembahasan dalam penyusunan RPJMDesa Pakatto, Kec. Bontomarannu.
BAB II. Gambaran Umum Desa
II.1. Kondisi Geografis
Memuat gambaran umum tentang kondisi umum Desa Pakatto seperti letak desa, Administrasi desa, Topografi desa, Geologis serta iklim dan curah hujan,
II.2. Perekonomian Masyarakat Desa
Menjelaskan keadaan perekonomian masyarakat Desa Pakatto dengan melihat pada sumber daya alam dan mata pencaharian serta jenis-jenis pekerjaan yang dilakukan sepanjang hari,
II.3. Kependudukan dan Sosial Budaya Masyarakat
Menjelaskan jumlah penduduk dan pertumbuhan, tingkat kemiskinan yang terjadi serta tingkat pendidikan masyarakat Desa Pakatto,
II.4. Sarana dan Prasarana Desa
Menjelaskan kondisi transportasi, kesehatan, sanitasi dasar, air bersih, pendidikan, kondisi perumahan dan pemukiman penduduk,
II.5. Pemerintahan Desa dan kelembagaan Masyarakat
Menjelaskan kondisi pemerintahan Desa Pakatto, Lembaga- Lembaga di desa baik formal maupun non formal yang dapat memberi manfaat pada kehidupan masyarakat.
II.6. Potensi dan Pengembangannya
Menjelaskan potensi desa yang memungkinkan akan dikembangkan demi masa depan desa berisikan atas potensi sumber daya manusia, alam, fisik, financial dan social.
BAB III. Visi dan Issu Strategis
III.1. Visi
Memuat tentang Visi atau cita-cita masyarakat Desa Pakatto, Kec. Bontomarannuperiode 2011-2015, dengan menggunakan pendekatan perubahan dampak yang lebih kepada dalam bentuk narasi.
III.2. Issu Strategis
Memuat tentang issu yang terjadi selama ini yang menjadi tantangan bagi masyarakat dalam melaksanakan mewujudkan Visi Desa Pakatto, Kec. Bontomarannu pada periode 2011 -2015
BAB IV. Strategis Pembangunan Desa
Memuat strategis pokok pembangunan desa yang akan dilakukan untuk mencapai Misi dalam mewujudkan Visi Desa Pakatto, Kec. Bontomarannutahun 2011-2015.
BAB V. Arah Kebijakan Keuangan Desa
Berisi gambaran tentang sumber pendapatan dan pengelolaan dana desa, arah Kebijakan Belanja Desa serta Kebijakan Umum Anggaran Desa
BAB VI. Program/Kegiatan Pembangunan Desa
Menjelaskan tentang program/kegiatan pembangunan Desa Pakatto, Kec. Bontomarannuterutama dalam Bidang Pertanian, Kehutanan dan Perkebunan, Ketahanan Pangan, Perdagangan Industri dan Pertambangan, Pendidikan, Kesehatan, Pekerjaan Umum, Tenaga Kerja dan Social, Pemberdayaan masyarakat dan desa dan Otonomi Daerah Pemerintahan umum Administrasi Keuangan
BAB VII. Penutup
Berisi tentang kaidah-kaidah Pelaksanaan RPJMDesa, nilai-nilai dasar yang dikedepankan serta strategis yang ditetapkan dalam mengatasi keterbatasan terutama dalam aspek pendanaan dan aspek teknis dalam pelaksanaan setiap program kegiatan pembangunan Desa Pakatto, Kec. Bontomarannuselama periode 2011 sampai 2015.
LAMPIRAN-LAMPIRAN
BAB II
GAMBARAN UMUM DESA
2.1 Kondisi geografis
2.1.1 Letak Desa
Desa Pakatto adalah satu desa yang terletak di Kecamatan Bontommarannu, yang terletak dibagian selatan Kabupaten Gowa dengan jarak + 16 km dari ibu kota Gowa,23 km dari ibu Kota propinsi dan 2 km dari ibu kota kecamatan. luas wilayah + 1.134 ha dengan batas-batas wilayah desa sebagai berikut:
Ø Disebelah utara : Berbatasan dengan Desa Timbuseng
Ø Disebelah Selatan : Berbatasan dengan Desa Sokkolia
Ø Disebelah barat : Berbatasan dengan Kelurahan Bontomanai
Ø Disebelah Timur : Berbatasan dengan Desa Nirannuang
2.1.2 Administrasi Desa
Wilayah Desa PAKATTO terdiri dari 4 (Empat) Dusun yaitu :
1. Wilayah Dusun Pakatto Caddi terdiri
2. Wilayah Dusun Parang Carammeng
3. Wilayah Dusun Pakatto Lompo
4. Wilayah Dusun Lantebung
Nama-nama Pejabat Administrasi Pemerintah Desa PAKATTO Tahun 2010.
No
Nama
Jabatan
1
ALIMUDDIN BANTANG, A.P
KEPALA DESA
2
MUH. NATSIR
SEKRETARIS DESA
3
BUYUTI DG. KANANG
KAUR PEMERINTAHAN
4
FITRIANI
KAUR PEMBANGUNAN
5
SITI HAWIYAH
KAUR UMUM
Sumber data; Monografi Desa PAKATTO
Kecamatan Bontomarannu 2010
Nama-nama Badan Permusyawaratan Desa PAKATTO
No
Nama
Jabatan
1
MUH. JAFAR DG. NGEPPE
KETUA
2
ABD. RAJAB DG. LIPUNG
WAKIL KETUA
3
JAMALUDDIN DG. TUTU
SEKRETARIS
4
ABD. ASIS DG. ROLA
BID.PEMERINTAHAN
5
HAJIJAH DG. NGIJI
BID.EKONOMI DAN PEMBANGUNAN
6
WIDYAWATI DG. NGIJI
BID.SOSIAL KEMASYARAKATAN
7
SAHARUDDIN DG. TUTU
BID.SOSIAL KEMASYARAKATAN
Sumber data; Monografi Desa PAKATTO
Kecamatan Bontomarannu 2010
Nama Kepala Dusun Pakatto Caddi Desa PAKATTO dan Ketua RK / Ketua RT
No
Nama
Jabatan
1
ABD. LATIEF DG. NYARRANG
KEPALA DUSUN
2
BAHARUDDIN DG. NAMBUNG
KETUA RW 001 P.CADDI
3
BANTI DG. TIKA
KETUA RT 001
4
SYAMSUDDIN DG. LAU
KETUA RT 002
5
DG. RABASANG
KETUA RT 003
6
MUH. HASAN DG. LIMPO
KETUA RW 002 P. CADDI
7
H. NYOMBA DG. NASSA
KETUA RT 001
8
JAMALUDDIN DG. TAYANG
KETUA RT 002
9
MANSYUR DG. RAPI
KETUA RW 003 P. CADDI
10
DG. TAJU
KETUA RT 001
11
PARAWANSYAH DG. RUMPA
KETUA RT 002
12
TAJU DG. BALI
KETUA RT 003
Sumber data; Monografi Desa PAKATTO
Kecamatan Bontomarannu 2010
Nama Kepala Dusun Pakatto Lompo dan Ketua RW / Ketua RT
No
Nama
Jabatan
1
JAM’ANG DG. LIRA
KEPALA DUSUN
2
HAERUDDIN DG. ROMO
KETUA RW 001 P.LOMPO
3
MINGGU DG. SIBALI
KETUA RT 001
4
KAMBA DG. BUNGA
KETUA RT 002
5
PAHARUDDIN DG. TOBO
KETUA RW 002 P. LOMPO
6
HARUNA DG. SARRO
KETUA RT 001
7
DG. NGMBO
KETUA RT 002
8
MAHMUD DG. TINRI
KETUA RW 003 P. LOMPO
9
RAHMAN DG. TALLI
KETUA RT 001
10
SYARIFUDDIN
KETUA RT 002
Sumber data; Monografi Desa PAKATTO Kecamatan Bontomarannu 2010
Nama-nama Kepala Dusun Lantebung dan Ketua RW / Ketua RT
No
Nama
Jabatan
1
HAMZAH DG. NGOYO
KEPALA DUSUN
2
TALLASA DG. GASSING
KETUA RW 001 LANTEBUNG
3
DG. SALI’
KETUA RT 001
4
MOTTA DG. TIRO
KETUA RT 002
5
ABD. LATIF DG. TUTU
KETUA RW 002 LANTEBUNG
6
BOHARI DG. NOJENG
KETUA RT 001
7
ALIMUDDIN DG. KAWANG
KETUA RT 002
8
SUBU DG. NGITUNG
KETUA RW 003 LANTEBUNG
9
DG. NGASANG
KETUA RT 001
10
PANDE DG. TUNRU
KETUA RT 002
Sumber data; Monografi Desa PAKATTO Kecamatan Bontomarannu 2010
Secara umum pelayanan Pemerintah Desa PAKATTO kepada masyarakat sangat memuaskan. Dalam beberapa sesi wawancara dengan masyarakat terungkap bahwa dalam memberikan pelayanan utamanya dalam persuratan dikerjakan dengan cepat.
2.1.3 Iklim dan Curah Hujan
Iklim Desa Pakatto pada umumnya memiliki suhu rata-rata berkisar antara 22º C sampai 35ºC dengan tingkat curah hujan 65 mm/tahun. Curah hujan terbilang sedang dan terdapat 2 musim yaitu musim hujan dan musim kemarau. Musim hujan dimulai pada bulan-bulan desember sampai februari dan digunakan masyarakat petani untuk menanam tanaman jangka pendek seperti padi, jagung, dan sayuran . Musim kemarau terjadi pada bulan maret sampai november, pada musim ini petani biasa juga menanam palawija (kacang tanah, jagung dan kacang hijau) dan bagi petani rambutan persiapan pemeliharaan persiapan datangnya bunga pada tanaman rambutan
2.1.4 Hidrologi dan Tata Air
Untuk memenuhi kebutuhan akan air bersih, Desa Pakatto menggunakan 2 sumber air yaitu dari sumur bor dan sumur biasa. Pemenuhan air untuk lahan pertanian bersumber dari air hujan dan aliran anak sungai je’ne berang yang berasal dari Bendungan Bili-Bili. Sedangkan untuk pemenuhan kebutuhan air bersih sehari-hari menggunakan air sumur bor dan sebagian besar warga memanfaatkan air sumur bias. Air sumur biasa/umum paling banyak diakses oleh masyarakat Desa Pakatto.
2.2 Sosial Ekonomi Masyarakat
2.2.1 Pekerjaan Pokok dan Sampingan Masyarakat
Masyarakat Desa Pakatto adalah masyarakat yang pekerja keras dan ulet. Dapat dilihat dari berbagai jenis pekerjaan yang dilakukan setiap hari. Tetapi yang paling banyak dilakukan adalah pertanian sehingga untuk mengetahui potensi dominan yang dimiliki suatu desa dapat dilihat dari jumlah penduduk yang melakoni suatu aktifitas. Berbagai jenis pekerjaan dilakukan mulai dari buruh tani sampai pada PNS, mulai dari pekerjaan tidak menentu sampai pada pekerjaan tetap. Tetapi secara umum pekerjaan pokok masyarakat adalah petani kebun dan sawah. Berbagai jenis tanaman ditanam mulai dari tanaman jangka pendek sampai pada tanaman jangka panjang. Pekerjaan ini dilakukan baik perempuan maupun kaum laki-laki, anak-anak sampai pada orang dewasa sekalipun. Bagi anak-anak usia sekolah biasanya dilakukan pada saat pulang sekolah tetapi itu tidak menjadi keharusan hanya sekedar membantu jika mereka mau melakukannya. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada table di bawah ini.
Tabel. 1 Jumlah Kepala Keluarga berdasarkan Jenis Pekerjaan ditiap dusun di Desa Pakatto
Jenis Pekerjaan
Nama Dusun
Total
Pakatto Caddi
Parang Carammeng
Pakatto lompo
Lantebung
Petani
56
80
66
44
246
PNS
18
-
28
15
61
Honorer
15
1
13
11
40
Tkg Batu
9
16
16
16
57
Pedagang
16
17
28
14
75
Buruh lepas
20
19
15
17
71
Tkg Kayu
6
5
9
11
31
Sopir
12
6
14
14
46
Pengusaha
18
10
20
12
60
Jumlah
168
134
189
154
645
Berdasarkan hasil pekerjaan yang dilakukan oleh masyarakat sepanjang hari dan sepanjang tahun akan sangat berpengaruh pula pada tingkat kehidupan sehari-hari, sehingga dengan jelas terlihat perbedaan dari setiap keluarga. Ini terbukti bahwa dari jumlah masyarakat melakukan aktifitas pertanian cukup banyak maka akan terlihat juga bahwa paling banyak warganya masuk kategori miskin. Kenapa karena mereka hidup dari apa yang telah mereka hasilkan sedangkan kegiatan pertanian hanya mampu dilakukan sekali dalam setahun. Keadaan ini tidak jauh berbeda dengan desa-desa lainnya yang ada di wilayah Kabupaten Gowa.
2.2.2 Sektor Pertanian,Tanaman Pangan dan Hortikultura
Jenis tanaman yang dibudidayakan pada lahan pertanian seperti padi, jagung, ubi kayu, dan kacang-kacangan yang biasanya ditanam pada lahan sawah, sedangkan untuk lahan kebun selain tanaman diatas juga ditanami tanaman jangka panjang seperti mangga,nangka dan yang paling banyak dibudidayakan adalah rambutan dan menjadi penunjang perekonomian masyarakat Desa pakatto setiap kali panen.
Dari hasil budidaya tanaman tersebut pada umumnya dijadikan sumber makanan pokok dan sebagian dijual ke pasar atau bahkan ada yang langsung ke kebun membeli kemudian menjual ke dusun-dusun atau bahkan ke luar desa.
Jenis tanaman pangan utama yang dibudidayakan petani Desa Pakatto adalah jagung, padi dan ubi kayu. Sementara jenis tanaman hortikultura yang dibudidayakan petani adalah jenis kacang-kacangan, sayuran dan jenis-jenis buah lainnya meskipun dalam jumlah yang tidak banyak, karena selain faktor lahan juga karena air untuk menyiram tidak ada, pada musim kemarau.
2.2.2.1 Gambaran Sistem Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura
Penyiapan lahan untuk tanaman Jagung
Pada umumnya penyiapan lahan dimulai dengan pembersihan dari rumput-rumput kecil yang sangat mengganggu tanaman. Untuk lahan kebun biasanya menggunakan racun seperti Prima, Cromoson dan racun rumput lainnya tergantung keuangan petani. Semakin bagus semakin mahal harganya. Untuk lahan sawah pada musim hujan biasanya menggunakan racun DMA.
Setelah penyemprotan rumput dan dibuatkan bedengan pada lahan sawah sedangkan untuk lahan kebun tidak. Guna dari pembuatan bedengan adalah sebagai saluran air agar tidak tergenang. Penyiapan lahan menggunakan tenaga kuda bagi yang tidak punya keuangan lebih sedangkan yang memiliki kemampuan financial lebih maka mereka membajak sawah dengan menggunakan handtraktor meskipun harus menyewa.
Penanaman tanaman jagung
Setelah penyiapan lahan selesai maka selanjutnya dilakukan penanaman tanaman jagung pada lahan kebun dan sawah irigasi, sedangkan untuk lahan sawah tadah hujan tidak ditanami tanaman jagung.
Penanaman dilakukan berkisar bulan Nopember – desember tergantung datangnya musim hujan. Penanaman dilakukan dengan cara ditugal dengan jarak 1 x 1 m2 bagi tanaman jagung dengan satu lubang 1 biji
Perawatan Tanaman
Perawatan pertama dilakukan ketika berusia 12 hari (2 minggu) dengan diberikan pupuk yaitu ZA, Urea, KCL dan SP3, dengan perbandingan 3 Urea : 1 ZA : ½ KCL : ½ SP3 yang dicampur jadi satu. Pemberian pupuk ini sempurna bagi petani yang memiliki keuangan yang lebih tetapi yang tidak hanya menggunakan Urea dan ZA atau bahakan Urea saja, atau ZA saja.
Pemupukan ini dinamakan pemupukan dasar dengan tujaun agar batang tanaman besar dan subur. Memasuki usia 1 bulan, tanaman sudah menunjukkan tanda-tanda akan berbunga dan pada saat itulah dilakukan pemupukan kedua dengan tujuan agar buah tanaman besar.
Kemudian perawatan selanjutnya ketika sudah berusia 25 hari dilakukan penyemprotan supretox yang lebih dikenal dengan nama racun pembakar rumput yang sangat ampuh karena dalam sehari rumput langsung mati tetapi harus kena sinar matahari pada saat itu juga. Meskipun cukup ampuh tidak semua petani menggunakan karena keterbatasan keuangan.
Pemanenan dan Penanganan Pasca Panen
Ketika berusia 3 bulan (100 hari) dilakukan pemanenan. Biasanya hasil panen diselesaikan di kebun sehingga sampai dirumah sudah siap dijual itu jika musim kemarau. Tetapi jika musim hujan maka hasil tanaman jagung di angkut ke rumah kemudian dijemur dan setelah kering baru di dross (dikeluarkan dari batangan). Pengangkutan dari kebun biasanya menggunakan tenaga kuda atau handtraktor.
Jagung biasanya dijual dengan kulit jika masih muda tetapi jika sudah tua dan kering maka dijual dengan cara dikeluarkan dari batangan. Tidak semua jagung putih ini dijual karena sebagian juga dimakan.
Pemanenan jagung tetap dilakukan oleh kaum perempuan seperti yang dilakukan pada umumnya petani di Kabupaten Gowa, hanya pengangkutan yang mengandalkan tenaga laki-laki.
Penyiapan Lahan dan penanaman padi
Sama dengan penyiapan lahan pada tanaman jagung dengan melakukan penyemprotan rumput hanya saja tidak membuat bedengan. Setelah lahan bersih maka langsung dibajak dengan menggunakan handtraktor atau tenaga hewan (kuda). Untuk tanaman padi ada 3 jenis perlakukan tergantung kemampuan financial petani.
Yang pertama. Mula-mula bibit padi (gabah) yang akan ditanam direndam semalam, kemudian diangkat dan dimasukkan ke dalam karung. Setelah di dalam karung kemudian dimasukkan daun-daunan dan ditekan dengan menggunakan batu, dengan tujuan agar panas dan memancing untuk tumbuh. Pembungkusan dengan menggunakan karung dilakukan selama dua (2) hari yang setiap hari dilakukan penyiraman selama 3 kali. Setelah tumbuh tunas maka tanaman siap untuk ditanam.
Ke dua. Bibit padi disemaikan pada suatu lahan sambil membajak lahan yang akan ditanami. Jika umur bibit ± 15-20 hari, bibit sudah dapat dipindahkan. Pemindahan bibit dilakukan dengan cara mengupah orang yang dilakukan dengan bergotong-royong.
Ke tiga. Bibit (gabah) langsung ditanam dengan cara ditabur pada lahan terutama pada lahan sawah. Setelah ditabur kemudian dibajak dengan menggunakan handtraktor dengan alat yang berupa sisir agar letak tanaman bisa sejajar. Tujuannya untuk merapikan tanaman padi yang akan tumbuh. Cara ini dilakukan hanya sebagian orang terutama dari yang memiliki kemampuan financial kurang.
Ke empat. Bibit langsung ditanam pada lahan kebun tadah hujan dengan cara membuat lubang seperti pada tanaman jagung. Ini juga dilakukan bagi orang yang memiliki lahan kebun dan tidak memiliki kemampuan financial yang memadai.
handtraktor dengan alat sisir untuk meluruskan tanaman. Pada lahan sawah tadah hujan kurang modal. Jarak tanam yang dipakai untuk cara pertama, kedua, dan keempat adalah berjarak 10 x 10 cm2. Penanaman ada yang menggunakan tali untuk meluruskan dan ada juga berdasarkan feeling saja. Biasanya satu lubang jumlah bibit yang ditanam/anakan berkisar 3 batang atau 3 biji gabah. Penanaman dilakukan oleh kaum perempuan dengan upah Rp 25.000 – Rp 30.000/hari dan pembayaran dilakukan perhari.
Perawatan, Pemanenan dan pengolahan pasca panen padi
Untuk cara pertama pemupukan dilakukan setelah berusia 1 minggu, untuk cara yanglain biasnya diberi pupuk ketika berusia 2 minggu. Pupuk yang digunakan selama ini adalah Urea, ZA, KCL dan SP3 dengan perbandingan 3 Urea: 1 ZA : ½ KCL : ½ SP3. Pemberian pupuk yang seimbang hanya dilakukan oleh petani yang memiliki kemampuan financial lebih, bagi yang kurang hanya menggunakan Urea dan ZA atau salah satu dari keduanya sehingga mempengaruhi hasil panen dan kualitas.
Perawatan dengan membersihkan lahan dilakukan dengan dua (2) cara yaitu yang pertama dilakukan dengan tangan bagi sawah yang digenangi air dan yang ke dua bagi lahan kering biasanya menggunakan DMA racun rumput yang khusus untuk rumput yang mengandung air.
Memasuki umur ± 2,5 bulan, padi sudah mulai menguning pertanda padi siap dipanen. Pemanenan dilakukan secara gotong-royong, baik laki-laki maupun perempuan. Pada umumnya petani melakukan pemanenan dengan menggunakan sabit bergerigi dan alat perontoknya menggunakan kayu/papan yang dibuat sendiri dan ada pula yang menggunakan balai-balai kecil yang dapat dipakai secara bersama-sama. Alas yang dipakai masih menggunakan tenda.
Perontokan padi dilakukan 3-5 kali dibolak-balik agar semua bulir padi tidak ada yang sisa. Jika perontokan telah usai dilakukan, selanjutnya dilakukan pembersihan padi dari sampahnya dan dimasukkan ke dalam karung yang telah disiapkan. Kemudian diangkut ke rumah untuk dijemur sampai kering, baru disimpan untuk dijadikan bahan makanan pokok, sebagian dijual dan dibawa ke pesta.
Tanaman Hortikultura
Sebelum menanam bibit cabe terlebih dahulu dibuatkan bedengan. Tanaman ini ditanam pada musim kemarau setelah selesai panen padi di sawah bagi lahan yang dekat dengan sungai atau ada sumber mata air lainnya (sumur). Pembuatan sumur pada sekitar sungai dengan cara menggali pinggiran sungai yang kemudian ditutup jika musim hujan tiba dengan menggunakan papan yang ditimbun lagi dengan pasir atau beton.
Masyarakat Desa Pakatto yang mayoritas bertani selain menanam tanaman pangan juga menanam tanaman hortikultura seperti, cabe. Tanaman hortikultura biasanya ditanam pada musim hujan dan kemarau, namun tidak semua masyarakat melakukan karena factor air.
Bagi petani yang punya lahan berdekatan dengan sumber air mereka dapat menanam berbagai macam jenis tanaman jangka pendek. Sebelum melakukan penanaman umumnya didahului dengan penyiapan lahan, bibit, penanaman, perawatan tanaman dengan cara melakukan penyiraman, penyiangan dan pemupukan sampai kepada pemanenan dan pengolahan pasca panen.
2.2.3 Sektor Peternakan
Sektor peternakan sudah mulai ditinggal oleh masyarakat dimana ternak yang dipelihara hanya ternak kecil seperti ayam, sedangkan untuk sapi sudah mulai ditinggalkan. Untuk hewan kuda masih ada yang memelihara tetapi bukan untuk usaha melainkan tenaganya digunakan untuk membajak lahan pertanian sehingga yang dimiliki oleh warga hanya berkisar 1-2 ekor. Pada umumnya masyarakat mengandangkan hewan ternaknya di sekitar rumah bahkan ada yang di kolom rumah sehingga jika dilihat dari segi kesehatan lingkungan sangat terganggu karena menimbulkan aroma tak sedap terutama pada musim hujan tiba.
2.2.4 Sektor Jasa
2.2.4.1 Jasa Pertukangan
Tukang Kayu. Di Desa Pakatto ada 31 orang yang yang punya bakat sebagai tukang kayu atau pertukangan. Pada umumnya keterampilan tersebut dimanfaatkan untuk membuat kusen,pintu,jendela dll. Dari hasil pendapatan banyak membawa perubahan yang dapat meningkatkan tingkat kesejahteraan masyarakat. Namun, disamping itu masih membutuhkan tambahan peralatan dan modal sehingga sangat berpengaruh pada jumlah produksi dan hasil kinerjanya..
Tukang Batu. Di Desa Pakatto terdapat 57 orang yang berprofesi sebagai Tukang batu, tukang batu ini biasanya bekerja di luar desa atau ke Kota Makassar, hanya beberapa saja yang tinggal di desa karena memang keterampilan ini tidak semua warga membutuhkan tenaganya. Sehingga mereka yang keluar desa akan kembali jika ada orderan yang di desa dan membutuhkan keterampilan mereka.
2.2.4.2 Jasa Angkutan
.
Sopir mobil penumpang. Pekerjaan ini dilakoni sebanyak 46 orang yang umumnya bekerja di dalam maupun desa sendiri dan kendaraan yang beroperasi ada dua (2) yaitu 1 kendaraan yang menuju ke Makassar dan satu lagi yang beroperasi di dalam desa yakni jalur Pakatto-Bili-Bili yang merupakan jalur padat khususnya pada setiap hari-hari pasar.
2.2.4.3 Jasa Layanan Publik dan Usaha Jual beli
Jasa layanan publik yang dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Pakatto berupa sarana pasar dan sarana pemerintahan seperti balai desa dan kantor desa. Dari sektor usaha jual beli umumnya menjual kebutuhan sehari-hari seperti makanan ringan dan perlengkapan dapur. Tidak hanya itu masyarakat juga menjual perlengkapan/bahan bangunan.
2.3 Kependudukan dan Sosial Budaya
2.3.1 Jumlah Penduduk
Jumlah penduduk Desa Pakatto sekitar 645 KK.Perempuan 2.538 jiwa dan total penduduk 4.480 jiwa dengan perbandingan laki-laki 1.942 jiwa dan perempuan sebanyak 2.538 jiwa. Jumlah ini cukup banyak dan merupakan asset yang potensial yang dimiliki Desa Pakatto jika potensi ini diberdayakan. Untuk lebih jelas dapat dilihat pada table dibawah ini.
Tabel.2 Jumlah Jiwa menurut Jenis Kelamin setiap dusun di Desa Pakatto
Nama Dusun
Jumlah KK
Jumlah Jiwa
Total Jiwa
L
P
Pakatto Caddi
168
452
656
1.108
Parang Carammeng
134
399
516
915
Pakatto Lompo
189
676
756
1.432
Lantebung
154
415
610
1.025
Jumlah
645
1.942
2.538
4.480
Sumber : hasil sensus penduduk Desa Pakatto 2010
Berdasarkan jumlah jiwa penduduk maka akan terlihat pengelompokan umur mulai dari usia balita (0-5 tahun), usia wajib sekolah sampai pada usia non produktif. Usia produktif yaitu usia 15 – 45 tahun adalah usia yang sangat potensial untuk menunjang aktifitas pembangunan di desa yang akan dilakukan. Tetapi factor usia tidak hanya berdiri sendiri tetapi harus ditunjang dengan kemampuan, kemauan dan keterampilan yang dimiliki.
Kesempatan dan peluang yang besar diberikan kepada mereka sehingga mereka memiliki tanggungjawab dan selalu berpartisipasi dalam membangun desa. Semangat kebersamaan dan kepedulian akan pembangunan menuju perubahan yang lebih baik senantiasa menjadi acuan untuk berkarya. Di bawah ini terlihat tabel jumlah penduduk berdasarkan usia Desa Pakatto sebagai berikut:
Tabel. 4 Jumlah Penduduk berdasarkan Usia pada setiap Dusun di Desa Pakatto
Umur (Tahun)
Nama Dusun
Pakatto Caddi
Parang Carammeng
Pakatto Lompo
Lantebung
0 – 3
35
41
57
40
4 – 6
33
33
61
46
7 – 12
143
113
196
145
13 – 15
94
46
91
55
16 – 22
185
129
254
175
23 – 45
506
431
631
478
46 – 60
83
62
80
83
> 61
64
40
62
58
Jumlah
1.108
915
1.432
1.025
Berdasarkan table diatas terlihat bahwa jumlah jiwa terbanyak yang dimiliki adalah usia produktif yaitu 23 – 45 tahun dengan jumlah jiwa 1.568, hampir 50% dari jumlah keseluruhan penduduk desa Pakatto. Jika pada usia ini memiliki ilmu dan keterampilan yang memadai untuk mengelolah sumber daya alam maka kesejahteraan masyarakat akan terpenuhi.
Sosial Budaya. Penduduk Desa Pakatto tidak terlalu jauh berbeda dengan penduduk di desa lainnya selain ulet dan juga rajin bekerja terutama dilahan pertanian sebagai sumber penghidupan. Saking rajinnya, masyarakat kadang lebih mementingkan pekerjaannya ketimbang menghadiri acara pertemuan/rapat di kantor desa sehingga kelihatan bahwa partisipasi masyarakat masih kurang dalam pembangunan bahkan budaya gotong royong untuk kegiatan pembangunan desa sudah semakin menipis. Hanya pada kegiatan yang sifatnya kekeluargaan yang masih kental pada diri warga seperti kematian, perkawinan, sunnatan dll.
2.3.2 Tingkat Kesejahteraan Masyarakat
Desa Pakatto termasuk salah satu kategori desa yang masih memilki jumlah keluarga miskin yang cukup banyak meskipun berdasarkan tingkat pendidikan sangat maju karena hampir 30% masyarakatnya berpendidikan sarjana dan sebagian besar lagi masih dalam suasana belajar pada jenjang perguruan tinggi baik di Makassar maupun di Gowa.
2.3.3 Tingkat Pendidikan Masyarakat
Tingkat pendidikan merupakan salah satu factor yang dapat mempengaruhi tingkat sosial masyarakat. Karena dengan pendidikan yang lebih maju maka akan dengan mudah pula masyarakat memanfaatkan teknologi demi meningkatkan kesejahteraan. Berdasarkan hasil sensus penduduk yang dilakukan oleh KPM Desa Pakatto, diketahui bahwa tingkat pendidikan di desa ini cukup baik dibandingkan dengan desa-desa yang ada di Kecamatan Bontomarannu.
Fenomena pendidikan di Desa Pakatto memang cukup maju, tetapi itu tidaklah merata pada semua kalangan karena hanya golongan menengah keatas yang mengalami peningkatan di bidang pendidikan meskipun pemerintah tengah menggalahkan program pendidikan gratis .Hal tersebut masih dianggap berat namun perlahan tapi pasti angka putus sekolah semakin berkurang.
2.4 Sarana dan Prasarana Desa
2.4.1 Transportasi
Secara umum jenis dan kondisi jalan pada Desa Pakatto terbagi atas 3 jenis yaitu jalan beraspal (Hotmix), jalan pengerasan dan jalan tanah. Dari tiga jenis jalan, maka kondisi beraspal yang paling panjang, itupun masih ada beberapa sudah mulai rusak terutama yang sering digenangi air pada musim hujan tiba.
Sarana Jalan Desa. Dari hasil pemetaan sosial tergambar bahwa sebagian jalan desa di Desa Pakatto telah diaspal (Hotmix) sepanjang 15 Km dengan lebar rata-rata 5.00 m – 6.00 m yang berfungsi menghubungkan ke kecamatan.
Jalan Dusun. Kondisi jalan sebagian sudah diaspal kecuali pada Dusun Lantebung yang masih dalam kondisi pengerasan sehingga pada musim hujan tiba kondisinya licin dan becek.
Jembatan. Terdapat 4 unit jembatan yang menghubungkan antar dusun dengan dusun dan desa.
Jalan setapak. Jalan yang menuju ke rumah yang berada di daerah belakang masih dalam kondisi tanah yang jika musim hujan tiba akan becek
Jalan tani dan jalan pekuburan. Sepanjang 52 m sudah dalam pengerasan sedangkan 1585 m masih dalam keadaan darurat.
2.4.2 Kesehatan dan Sanitasi Dasar
2.4.2.1 Kesehatan
Menurut masyarakat Desa Pakatto bahwa penyakit yang sering diderita masyarakat desa adalah diare dan demam berdarah yang sering terjadi pada saat musim pancaroba. Menurut pengamatan petugas kesehatan penyakit diare sering terjadi karena kebiasaan masyarakat yang mengkonsumsi air minum tanpa dimasak terlebih dahulu, Contoh kasus tahun lalu hampir 100% masyarakat Desa Pakatto mengalami diare sehingga peringkat pertama pasien yang paling banyak di rumah sakit Kallong Tala adalah dari Desa Pakatto. Dan penyakit ini merupakan langganan masyarakat setiap tahun. Sedangkan demam berdarah terjadi karena masyarakat kurang memperhatikan kebersihan lingkungan sebagai sarang penyebab berkembangnya nyamuk aedes aegepty (nyamuk demam berdarah).
Sarana pelayanan kesehatan. Di Desa Pakatto telah tersedia 1 unit puskesmas pembantu (pustu) yang sudah beroperasi dan 1 unit lagi yang dalam tahap perencanaan pembangunan dan 8 unit posyandu. Namun sarana ini dianggap belum bisa melayani kebutuhan masyarakat secara maksimal. Sementara tenaga medis yang terbatas karena hanya terdiri dari 2 orang yaitu satu bidan dan satu mantri kadang-kadang kewalahan melayani pasien jika sewaktu-waktu banyak masyarakat yang menderita sakit dalam waktu yang bersamaan. Apalagi mantri yang bertugas tidak tinggal di desa sehingga sewaktu-waktu malam hari terjadi gangguan kesehatan maka warga hanya meminta bantuan pada petugas bidan desa yang memang menetap di desa tersebut.
Selain menggunakan pustu dan posyandu sebagai sarana pelayanan kesehatan yang terdapat di desa, masyarakat umum jika mengalami gangguan penyakit yang parah mereka lebih banyak berobat ke Rumah sakit Kallong Tala atau Makassar dari pada berobat ke ibukota kabupaten alasan mereka karena disamping jaraknya yang dekat juga jangkauannya mudah dan pelayanan lebih maksimal. Hampir setiap saat kendaraan roda empat beroperasi mulai pagi sampai pada malam hari.
Dalam proses persalinan misalnya, masyarakat masih ada yang menggunakan jasa dukun beranak karena prosesnya cepat. Pemanfaatan jasa dukun kampung dan obat-obatan tradisional ini selain diakibatkan karena keterbatasan masyarakat dalam menjangkau pelayanan kesehatan secara gratis (tidak mampu membayar obat-obatan dan prasarana kesehatan lainnya) juga masih ada anggapan di tengah masyarakat bahwa beberapa penyakit yang dialami disebabkan oleh mahluk-mahluk halus. Namun juga terdapat bidan desa yang siap melayani masyarakat 24 jam non-stop.
2.4.2.2 Sanitasi Dasar
Sumber Air Bersih. Di Desa Pakatto telah tersedia sumur umum yang tersebar di 4 Dusun dan sumur bor 2 unit. Secara umum kebutuhan masyarakat akan air bersih belumlah memadai terutama pada musim kemarau tiba karena hampir semua sumur gali menjadi kering seperti yang terjadi pada musim kemarau beberapa tahun yang lalu.
Hal tersebut terjadi pada Dusun Lantebung yang jika musim kemarau masyarakat melakukan aktivitas mencuci dan mandi di Sungai akibat sumur warga mongering.
Saluran Pembuangan Air Limbah dan Sampah Rumah Tangga. Secara umum semua rumah tangga di Desa Pakatto membuang limbah cair yang dihasilkan setiap hari dengan cara dibiarkan mengalir*di bawah dapur rumah yang umumnya tidak memiliki penampungan khusus. Sementara untuk limbah padat seperti sampah rumah tangga umumnya setiap rumah tangga membuangnya di sekitar pekarangan samping atau belakang rumah yang kemudian dibakar.
Jamban Keluarga. Banyak rumah tangga di Desa Pakatto yang tidak memiliki jamban keluarga sehingga dalam membuang hajat mereka pergi ke kebun, hal ini terjadi karena selain faktor kesadaran akan pentingnya hidup bersih dan sehat juga disebabkan oleh karena ketidakmampuan menyediakan sarana tersebut serta keadaan alam yang tidak memungkinkan membuat tangki pembuangan hajat seperti yang terjadi pada warga yang bermukim di Dusun Parang Carammeng.
2.4.3 Pendidikan
Taman Kanak-kanak. Saat ini di Desa Pakatto terdapat 1 buah TK/PAUD yang dianggap belum cukup untuk menampung pendidikan bagi pra sekolah. Di samping itu sarana dan prasarana lainnya seperti alat-alat bermain juga masih dirasakan kurang dan menjadi kendala bagi pengelola. Olehnya itu pihak pengelola sangat mengharapkan perhatian dari pihak terkait untuk menutupi kebutuhan ini, agar anak-anak semakin bersemangat untuk bersekolah. Betapa harus diakui bahwa meskipun situasinya seperti itu anak-anak dan orang tuanya tetap antusias untuk bersekolah dan menyekolahkan anaknya.
Sekolah Dasar. 2 unit bangunan sekolah yang dapat menampung anak-anak usia wajib sekolah dimana kondisi bangunan lumayan baik. Anak-anak dengan semangat setiap hari melakukan aktifitas belajar mengajar.
Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama. Masyarakat Desa Pakatto dapat mengakses sarana ini di dalam desa sendiri yang terdapat di Dusun Pakatto Caddi sehingga anak yang ingin lanjut ke sekolah lanjutan pertama tidak keluar desa lagi karena di desa ini telah tersedia 1 unit sekolah lanjutan pertama SMP Negeri 1 Bontomarannu. Untuk mengakses sarana ini anak sekolah hanya berjalan kaki ada pula yang naik sepeda, ojek dan lain sebagainya.
Sekolah Lanjutan Tingkat Atas. Meskipun sekolah lanjutan atas tidak tersedia di desa bukan berarti kendala bagi siswa yang akan lanjut karena jarak ke kecamatan sangatlah dekat sehingga sangat mudah dijangkau oleh siswa.
Perguruan Tinggi. Sama dengan desa lainnya yang ada di Gowa dimana orang tua saling berlomba menyekolahkan anaknya bagi kalangan yang mampu tetapi yang miskin tetap saja gigit jari karena keterbatasan biaya. Untuk perguruan tinggi umumnya pada umumnya masyarakat melanjutkan ke Makassar tetapi bukan berati tidak ada yang kuliah di Gowa. Jika diandingkan dengan desa yang ada di Kecamatan Bontomarannu, Desa Pakatto memiliki tingkat pendidikan yang cukup baik dimana jumlah sarjana dan yang sementara kuliah cukup banyak.
2.4.4 Kondisi perumahan dan Pemukiman
Keadaan Lingkungan Pemukiman. Sebagian besar perumahan penduduk di desa Pakatto di bangun pada jalur jalan poros desa dan sebagian lainnya dibangun dibelakang rumah warga. Bentuk bangunan pada umumnya rumah batu meskipun ada beberapa yang masih berbentuk rumah panggung permanen bahkan ada yang menggabungkan dari kedua bentuk itu.
Pada malam hari pemukiman penduduk Desa Pakatto tampak tampak hidup dan semarak karena desa ini telah mengakses sarana penerangan yang hampir merata, sehingga pada malam hari pun masyarakat dapat saling mengunjungi satu sama lain bak di siang hari. Meskipun ada satu dusun yang harus menyambung dari luar sehingga kebutuhan listrik untuk dusun tersebut belum tercukupi seperti pada dusun Parang Carammeng.
Perumahan Penduduk. Secara umum rumah penduduk berbentuk rumah batu dengan ukuran bervariasi dan bahannyapun juga bermacam-macam tergantung kemampuan financial dari memiliki rumah. Mulai dari gubuk sampai pada tembok permanen, mulai atap daun lontar sampai atap seng atau ada juga yang beratap multiroof, dinding rumah mulai dari gamacca sampai pada tembok plasteran. Untuk rumah panggung biasanya bagian bawah juga berfungsi seperti usaha (kios-kios) dan menyimpan hewan ternak.
Bagi keluarga yang belum mampu membuat rumah karena keterbatasan financial terutama bagi pengantin baru biasanya mereka menumpang pada rumah orang tua mereka, sehingga kadang satu rumah terdiri dari 2 kepala keluarga. Tetapi kondisi ini hanya sebagian saja yang melakukan.
Akibat dari mahalnya biaya membangun rumah maka masih ada juga yang tinggal pada rumah yang berukuran kecil yaitu 3x 3 m dengan kondisi yang sangat parah. Kebanyakan rumah tidak memiliki sirkulasi yang baik padahal ini sangat mempengaruhi secara psikologis bagi penghuni rumah.
Selain perumahan penduduk tersebut, di Desa Pakatto terdapat pula satu bangunan Kantor Desa, Pustu, TK, Sekolah Dasar, Sekolah Lanjutan Pertama, Posyandu dan lain-lain. Diantara perumahan penduduk juga ada sumur gali umum, sumur bor dan perpipaan serta.
2.5 Pemerintahan Desa dan Kelembagaan Masyarakat
2.5.1 Pemerintahan Desa
Pemerintahan Desa (pemdes). Roda pemerintahan di kepalai oleh lulusan sarjana sehingga bentuk pemerintahan sudah lebih baik dibanding dengan desa lainnya. Setiap hari aktivitas dikantor desa tetap berjalan karena ada pembagian tugas dari setiap aparat untuk tetap hadir di kantor setiap hari dengan pembagian 2 orang/hari dan bertugas selama 2 hari.
Meskipun demikian pelayanan administrasi tetap saja masih ada yang dilakukan di rumah Kepala Desa atau Sekretaris desa. Karena kadang ke dua aparat ini tidak ada ditempat sementara urusan administrasi harus diselesaikan oleh ke duanya.
2.5.2 Kelembagaan Masyarakat
Badan Permusyawaratan Desa. Secara stuktural pengurus BPD Desa Pakatto terdiri dari seorang ketua yang berlatar belakang pendidikan SMA dengan anggota 7 dengan tingkat pendidikan mulai dari SD sampai SMA. Apa yang dilakukan selama ini adalah melakukan musyawarah dengan pemerintah desa dalam pembangunan desa, sebagai panitia dalam pemilihan kepala desa.
Nama-nama Badan Permusyawaratan Desa PAKATTO
No
Nama
Jabatan
1
MUH. JAFAR DG. NGEPPE
KETUA
2
ABD. RAJAB DG. LIPUNG
WAKIL KETUA
3
JAMALUDDIN DG. TUTU
SEKRETARIS
4
ABD. ASIS DG. ROLA
BID.PEMERINTAHAN
5
HAJIJAH DG. NGIJI
BID.EKONOMI DAN PEMBANGUNAN
6
WIDYAWATI DG. NGIJI
BID.SOSIAL KEMASYARAKATAN
7
SAHARUDDIN DG. TUTU
BID.SOSIAL KEMASYARAKATAN
Sumber data; Monografi Desa PAKATTO
Kecamatan Bontomarannu 2010
Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa ( LKMD ). Lembaga ini kurang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat oleh karena kinerjanya tidak terlalu kelihatan secara konkrit di tengah masyarakat. Lembaga ini biasanya hadir pada waktu ada rapat-rapat di kantor desa. Apa dan bagaimana peran dan fungsi LKMD secara*luas tidak diketahui oleh masyarakat.
Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK). Pengurus kelompok PKK di Desa Pakatto terdiri dari satu ketua, satu sekretaris dan satu bendahara serta empat ketua pokja. Sementara untuk tingkat dusun kelompok PKK terdiri dari sepuluh dasawisma yang diketuai seorang ketua dengan anggota seluruh ibu-ibu yang ada di dusun itu.
Kelompok ini memiliki sepuluh tugas dan fungsi yang semuanya bertujuan mendorong dan meningkatkan keberdayaan dan kesejahteraan keluarga dan masyarakat. Sehubungan dengan tugas dan fungsinya tersebut pegurus kelompok ini harusnya lebih intensif melakukan kegiatan di desa berupa penyuluhan kesehatan, penanaman tanaman obat di pekarangan dan tidak hanya aktif pada pelaksanaan arisan agar kelompok ini dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat secara luas.
Remaja Masjid. Terdiri dari 5 kelompok yang bertugas sebagai pembinaan TK-TPA di Desa Pakatto telah lama berjalan sebagai bentuk peningkatan masyarakat religius yang diharapkan membawa dampak positif dalam kehidupan masyarakat. Antusias masyarakat dengan lembaga ini sangat tinggi seiring dengan pencanangan pemberantasan buta huruf Al-Qur’an dan siswa baru yang mau masuk sekolah harus bisa baca Al-Qur’an. Lewat lembaga ini telah banyak manfaat yang dirasakan masyarakat dalam rangka mencapai kebahagiaan dunia-akhirat.Namun demikian pihak pengelolah merasa masih kekurangan dalam hal buku Iqra dan para pengurusnya hanya bekerja secara suka rela.
Olehnya itu, para pengurus Remaja Masjid sudah selayaknya mendapat perhatian khusus dari banyak pihak demi keberlanjutan lembaga ini yang banyak mencetak manusia-manusia beriman.
Kelompok Tani. Terdapat 10 Kelompok tani yang beranggotakan 20 orang tiap kelompok dana bergabung pada payung Gapoktan. Kegiatan selama ini adalah masih dalam usaha pertanian, dimana gapoktan menyiapkan kebutuhan saprodi bagi petani dan perodala bagi usaha produktif lainnya. Untuk memenuhi kebutuhan saprodi masih sangat kurang sehingga perlu penambahan modal bagi gapoktan dan sekaligus bekerjasama dengan pemerintah setempat untuk mengadakan penagihan bagi anggota yang meminjam dan belum mengembalikan dengan alasan bantuan hibah.
2.6. Asset Desa
No
Bidang
Potensi
Masalah
Pemecahan masalah
1.
SUMBER DAYA MANUSIA (SDM)
1. Terdapat banyak lulusan SMA
2. Kreativitas remaja tinggi
3. Ibu-ibu rumah tangga memiliki keterampilan membuat kue-kue tradisional
4. Banyak warga yang memiliki kemampuan sebagai tukang batu
5. Adanya keahlian di bidang pertanian dan perdagangan
6. Adanya warga yang terampil membuat pisau,linggis dll
7. Kemampuan dan keinginan bertani yang diturunkan oleh orang tua kepada anak
8. Budaya Gotong Royong masih kuat oleh warga setempat
9. Keterampilan dibidang pertukangan
10. Keterampilan mengolah limbah menjadi pupuk organik
11. Banyaknya Remaja yang potensial dan produktif dalam setiap kegiatan
1. Kekurangan biaya untuk melanjutkan kejenjang selanjutnya
2. Kreatifitas Remaja tinggi tidak ditunjang oleh sarana dan prasarana yang memadai
3. Belum mengetahui cara pengolahan yang baik dan benar ( sehat )
4. Hanya mencukupi untuk kebutuhan makan saja
5. Belum menguasai teknik pemasaran dengan benar
6. Masih membutuhkan bantuan modal
7. Masih dilakukan dengan metode yang tradisional
8. Terkadang masih ada warga yang memilih-milih
9. Masih terkendala pada modal usaha
10. Kurangnya sarana pengolahan limbah
11. Kurangnya pembinaan dan kaderisasi
1. Pemberiam beasiswa
2. Pengadaan sarana pengembangan kreativitas
3. Mengadakan penyuluhan
4. Mengadakan pelatihan kewirausahaan
5. Mengadakan pelatihan pemasaran
6. Pemberian bantuan modal usaha serta pembinaan
7. Penyuluhan kepada petani tentang cara pengolahan lahan pertanian
8. Sosialisasi pentingnya gotong royong
9. Pemberian modal usaha
10. Penambahan sarana pengolahan limbah
11. Mengadakan pengkaderan dan pembinaan
2.
SUMBER DAYA ALAM (SDA)
1. Terdapat hamparan lahan pertanian yang luas
2. Adanya aliran anak sungai Je’ne berang yang mengaliri sebagian daerah Desa Pakatto sehingga potensial disektor pertanian
3. Lahan perkebunan rambutan yang luas
4. Terdapat pertanian sayur dipinggir aliran sungai Je’ne berang
5. Tanah yang subur dan gembur
6. Desa Pakatto menjadi jalur utama menuju Desa Timbuseng Kec. Pattallassang dan pekuburan Bollangi
7. Masih luasnya lahan selain untuk pertanian
8. Lahan pekarangan warga yang subur
9. Terdapat gunung Pangngalleang Toppa
1. Belum ada saluran irigasi yang menyeluruh
2. Aliran anak sungai Je’ne berang terkadang meluap dan merusak lahan pertanian
3. Lahan pertanian yang luas tidak ditunjang dengan penanaman bibit unggulan
4. Masih terkendala pada debit air
5. Masyarakat masih belum memanfaatkan lahan yang ada dengan maksimal
6. Tidak ada pembatas daerah yang jelas
7. Lahan yang luas belum terkelolah/ lahan tidur
8. Lahan Pekarangan yang subur belum di kelolah secara maksimal
9. Belum ada pemanfaatan asset secara komersil
Pembangunan saluran irigasi di setiap lahan pertanian
Pembangunan tanggul
Pengadaan bibit unggul pada petani rambutan
Membuat pompanisasi
Mengadakan penyuluhan kepada petani
Pembuatan gapura/ batas kecamatan.
Pemanfaatan lahan tidur menjadi lebih produktif dengan penanaman sayur dan buah
Mengadakan penyuluhan tentang pemanfaatan lahan pekarangan.
Mengadakan promosi wisata alam pegunungan
3.
SARANA DAN PRASARANA FISIK
1. Balai Desa
2. Kantor Desa
3. Sarana Rekreasi keluarga Wisata Kebun
4. Gedung Sekolah ( SMP 1 buah,SD 2 buah )
5. Posyandu 1 buah
6. Pustu 1 buah
7. Gedung Sanggar Pendidikan Anak Saleh (SPAS) 1 buah
8. Tempat Ibadah (mesjid) 5 buah
9. SPBU Pakatto Caddi
10. Lapangan Sepak Bola
11. terdapat Pabrik Air mineral,genteng,dan paving blok
12. Jalan Desa yang sudah beraspal
13. Terdapat 3 Tempat Pekuburan Umum ( TPU ) di Desa Pakatto
14. Jembatan 5 buah
15. Pos kamling 15 buah
16. Pasar tradisional
17. Kantor Dinas
1. Tidak terawatt
2. Tidak memiliki sarana yang memadai
3. Belum dikenal baik oleh masyarakat luas
4. Kelengkapan sarana perpustakaan dan kantin sehat masih sangat rendah
5. Tidak terawat
6. Tidak terawat
7. Tidak terawat
8. Sebagian besar masih dalam proses rehabilitasi
9. Pelayanan yang diberikan belum memuaskan konsumen
10. Dibiarkan begitu saja
11. Air limbah dialirkan begitu saja
12. Masih ada yang berlubang dengan diameter 3 meter keatas
13. Akses menuju TPU masih pengerasan
14. Dibiarkan begitu saja
15. Tidak terurus
16. Belum terorganisir dengan baik
17. Tidak terurus
1. Mengadakan rehabilitasi
2. Pengadaan sarana dan sarana
3. Mengadakan promosi kunjungan wisata
4. Pengadaan saran perpustakaan dan kantin sehat
5. Mengadakan rehabilitasi
6. Mengadakan rehabilitasi
7. Mengadakan rehabilitasi
8. Melakukan rehabilitasi sepenuhnya
9. Mengadakan sosialisasi pelayanan konsumen
10. Melakukan pemeliharaan berkala
11. Membangun tempat pembuangan limbah sementara
12. Melakukan penambalan
13. Mengadakan pengaspalan
14. Mengadakan rehabilitasi
15. Mengadakan rehabilitasi.
16. Mengadakan rehabilitasi
17. Mengadakan rehabilitasi
4.
EKONOMI/ FINANSIAL
1. Terdapat banyak ruko-ruko yang menjual perlengkapan bahan bangunan.
2. Roda perekonomian masih didominasi oleh bidang pertanian dan perdagangan
3. Kelompok Arisan ibu-ibu majelis Ta’lim
4. Masih banyak warga yang meminjam modal dari rentenir
1. Harga yang ditawarkan terlampau tinggi
2. Masih bergantung pada penghasilan petani
3. Hanya berpusat pada ibu-ibu majelis ta’lim saja
4. Pengembalian modal yang tinggi
1. Pembelian bahan bangunan di toko resmi
2. Pengadaan lembaga ketahanan pangan desa
3. Mengadakan arisan bagi IRT setiap RT/RW
4. Pengadaan kopersi simpan pinjam
5.
SOSIAL BUDAYA
1. Budaya Abbulo sibatang Gotong royong)
2. Akronda (jaga malam)
3. sinomang
4. attimporong
5. masih memegang teguh prinsip hidup siri’ na pacce
1. Budaya leluhur semakin terkikis oleh zaman
2. Masyarakat sudah tidak aktif akronda
3. Data sinomang belum akurat dan tidak transparent
4. Sudah mulai di sepelehkan oleh masyarakat
5. Sudah mulai ditinggalkan oleh kaum muda
1. Mengadakan pengembangan kebudayaan dengan pembentukan sanggar seni
2. Penyuluhan dan sosialisasi
3. Transparansi data dan dana sinomang
4. Sosialisasi
5. Mengadakan penyuluhan
BAB III
VISI,MISI DAN ISSU STRATEGIS
3.1. Visi
Dalam perencanaan pembangunan daerah, rumusan visi menjadi sangat penting karena menjadi pedoman implementasi pembangunan. Secara konseptual, visi adalah pandangan jauh ke depan, kemana dan bagaimana suatu daerah harus dibawa agar konsisten dan tetap eksis, antisipatif, inovatif serta realistis. Visi yang baik (vision of succses) merupakan suatu gambaran yang menantang tentang keadaan masa depan, cita dan citra yang ingin diwujudkan sebuah daerah. Visi, disamping sebagai sumber inspirasi dan sumber motivasi, juga menjadi acuan dan penuntun bagi setiap upaya yang akan dikembangkan suatu daerah ke masa depan.
Setelah melakukan survey asset atau potensi setiap dusun di Desa PAKATTO serta menganalisa dan melakukan identifikasi masalah setiap dusun maka secara umum Desa PAKATTO melalui musyawarah di tingkat Desa maka lahirlah beberapa uraian cita-cita realistis Desa PAKATTO selama 5 (lima) tahun yaitu :
1. Adanya kemandirian masyarakat Desa PAKATTO melalui Bidang usaha PERTANIAN, yang ditunjang oleh infrastruktur jalan yang memadai.
2. Meningkatnya Sumber Daya Manusia baik formal maupun Non formal
Mewujudkan pelayanan prima kepada masyarakat dalam bidang ketenaga kerjaan,kependudukan serta keseimbangan mobilitas penduduk
3. Keamanan dalam beraktifitas terjamin.
4. Sehat jasmani dan rohani.
5. Tertatanya pemukiman serta pemamfaatan lahan secara maksimal.
Cita-cita realistis Desa PAKATTO tersebut diatas di jabarkan menjadi Visi Pembangunan Desa PAKATTO tahun 2011 - 2015, yaitu :
PAKATTO, Mandiri Membangun Masyarakat dengan meningkatkan Mutu Pendidikan formal dan non formal guna menunjang peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia ( SDM ), yang ditunjang dengan penyediaan fasilitas pendidikan formal seperti Sekolah Dasar ( SD ) yang terdapat di du` dusun yang ada di Desa Pakatto yakni di Dusun Parang Carammeng dan di Dusun Pakatto Lompo. Tidak hanya itu, Sekolah Menengah Pertam ( SMP ) juga tersedia di Dusun Pakatto Caddi. Dan juga terdapat sarana pendidikan Pendidikan Anak Usia Dini ( PAUD ) dan sarana TK yang terdapat di Dusun Pakatto Lompo. Pendidikan non formal juga perlu ditingkatkan terutama ilmu pengetahuan masyarakat yang berbasis pada usaha-usaha Pertanian secara Intensif yang di tunjang oleh infrastruktur jalan yang memadai. Menuju Desa yang sejahtera dalam memenuhi kebutuhannya yang berpusat pada pendapatan dari pertanian tanaman padi dan di dukung oleh perkebunan rambutan yang ada di dusun Pakatto Lompo,kesemuanya itu sangat bergantung pada aliran anak sungai Je’ne Berang melalui bendungan yang terdapat di Dusun Pakatto Lompo serta pengadaan pinjaman modal dengan pengembalian bunga yang rendah sehingga roda perekonomian masyarakat Desa Pakatto dapat berjalan sesuai dengan harapan kita bersama. Rasa aman dari tindakan-tindakan kriminal dengan meningkatkan poskamling dan menigkatkan spiritualisme dalam kehidupan masyarakat melalui pencerahan qalbu yang tengah gencar dilaksanakan oleh pemerintah setempat guna meminimalis tindakan-tindakan yang bertentangan dengan norma-norma yang dianut oleh masyarakat Desa Pakatto,dengan penambahan tiang listrik pada dusun Parang Carammeng mampu mengurangi tindak kriminal yang sering terjadi di masyarakat seperti pencurian hewan ternak besar dan unggas serta barang-barang elektronik warga. Rasa tentram melakukan semua aktifitas sehari-hari dengan memegang teguh adat dan tradisi leluhur yang sampai saat ini masih dipegang teguh oleh masyarakat Desa Pakatto yakni prinsip hidup siri’ na Pacce dan gotong royong ( abbulo sibatang ). Desa Pakatto yang bersih dan indah dengan penataan pekarangn rumah serta penanaman tanaman jangka panjang seperti mangga,rambutan, dll serta ibu rumah tangga mampu menata pekarangan dengan menanami tanaman TOGA ( Tanaman Obat dan Sayuran ) yang semakin dipercantik dengan pengadaan tempat pembuangan sampah disetiap rumah warga. Desa yang sehat dengan adanya pelayanan kesehatan yang memadai dengan adanya Pustu ( Puskesmas Pembantu ) yang terdapat di Dusun Lantebung yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Pakatto. Jika musim kemarau tiba ,maka Masyarakat Desa Pakatto dapat memanfaatkan bak penampuangan air bersih yang terdapat di setiap Dusun yang ada di Desa Pakatto.
3.2. Misi
Misi adalah sesuatu yang harus diemban atau dilaksanakan sesuai visi yang telah ditetapkan agar tujuan pembangunan dapat terlaksana dan berhasil dengan baik, sehingga seluruh masyarakat dan pihak yang berkepentingan (stakeholder) mengetahui program-programnya dan hasil yang akan diperoleh di masa yang akan datang.
Sejalan dengan visi yang telah ditetapkan dan dengan memperhatikan kondisi obyektif yang dimiliki Desa PAKATTO, dirumuskan misi pembangunan sebagai berikut :
1. Membangun dan mendorong majunya bidang pendidikan baik formal maupun non formal yang mudah di akses dan dinikmati seluruh warga masyarakat tanpa terkecuali
2. Membangun dan mendorong terciptanya pendidikan yang menghasilka insan Intelektual, insan Inofatif, dan Insan Interpreneur.
3. Membangun dan mendorong terwujudnya keterampilan serta keahlian Baik Formal maupun Informal yang berbasiskan dan mengembangkan sector pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan.
4. Membangun dan medorong pembangunan Imprastrukdur yang menunjang segala bidang usaha terutama pada sector pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan.
5. Membangun dan mendorong untuk mengembangkan usaha-usaha sector pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan, baik pada tahapan produksi maupun pengolahan hasilnya sampai pada pemasarannya.
6. Menjamin dan mendorong usaha-usaha terciptanya pembangunan disegala bidang yang berwawasan lingkungan dan kebencanaan, sehingga terjadi keberlanjutan usaha-usaha pembangunan dan pemanfaatannya
7. Mengupayakan terciptanya pelayanan kesehatan yang memadai di semua daerah-daerah terpencil
8. Menciptakan daya tarik Desa untuk di kunjungi masyarakat dari luar Desa.
9. Menjunjung tinggi nilai-nilai budaya local (Makassar) yang masih sangat kental dan di pegang kuat masyarakat Desa PAKATTO
10. Meningkatkan SDM melalui pendidikan dan pelatihan dalam mewujudkan peningkatan kwalitas tenaga kerja dan penguasaan teknologi dan imformasi
11. Meningkatkan pelayanan ke pada masyarakat dalam bidang ke pendudukan
12. Meningkatkan pembinaan hubungan industrial dan perlindugan tenaga kerja.
13. Megembangkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru yang sesuai dengan daya tampung lingkungan dan persebaran penduduk yang terarah serta terkendali
14. Memberdayakan fasilitas umum untuk meningkatkan sumber daya masyarakat
3.3. Nilai-Nilai
Misi pembangunan sebagaimana dijelaskan di atas, dilaksanakan dengan mengacu kepada nilai budaya lokal (Makassar) yang tumbuh dan berkembang secara turun temurun di masyarakat Desa PAKATTO, nilai-nilai dimaksud adalah :
a. Assamaturu
Nilai tersebut mengisyaratkan bahwa sumber kekuatan adalah kesepakatan bersama. Segala sesuatu yang akan dilaksanakan, khususnya yang menyangkut hajat hidup orang banyak , harus diputuskan dan disepakati secara bersama, karena hal tersebut yang akan mendorong setiap orang untuk bergerak secara bersama.
b. Sipakatau, Sipakainga’ dan Sipakalabbiri’
Nilai ini mengedepankan saling memanusiakan, menghormati dan saling memuliakan akan eksistensi dan jati diri setiap anggota atau kelompok masyarakat. Di samping itu, nilai ini juga amat mementingkan semangat saling introspeksi dan saling mengingatkan. Berdasarkan nilai tersebut, setiap anggota masyarakat akan merasa diapresiasi setiap untuk keterlibatannya dalam pembangunan daerah.
c. Siri’ na Pacce
Nilai ini membentuk rasa harga diri yang lahir dari kesadaran bahwa harga diri tersebut hanya dapat dijaga jika terbina sikap saling menghormati, saling menghargai, saling mengayomi. Dalam konteks pembangunan, nilai ini dapat diartikan bahwa pemerintah bersama masyarakat akan merasa “malu” jika gagal mdmbangun daerah dan masyarakatnya. Oleh karena itu, setiap komponen masyarakat harus saling mendukung dan bahu membahu untuk mewujudkan pembangunan yang dicita-citakan.
d. Toddopuli
Nilai ini membentuk keteguhan, konsistensi dalam sikap dan tindakan dengan senantiasa mengantisipasi segala tantangan dan hambatan, serta tanggap atas perkembangan, tuntutan, dan kecenderungan arah pembangunan daerah.
e. Akkontutojeng
Nilai ini mensyaratkan pentingnya kesamaan antara ucapan/perkataan dan prilaku/perbuatan. Nilai ini selanjutnya membentuk kejujuran keteladanan, kebenaran dan kepercayaan yang sangat dibutuhkan dalam penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan.
f. Insan intelektual
Adapun maknanya bahwa Desa PAKATTO ingin membangun manusia dan masyarakat yang tidak hanya pintar, tetapi membangun manusia dan masyarakat Desa PAKATTO yang mempunyai Kecerdasan dan Kepribadian yang Utuh. Kepribadian yang Utuh dari manusia dan masyarakat Desa PAKATTO adalah manusia dan masyarakat yang berwatak jujur, Amanah, Berbudaya dan Beradab. Sehingga antara Kecerdasan Pikiran, Kecerdasan Hati dan Perasaan bersatu padu menjadi Kecerdasan Tindakan.
g. Insan inovatif
Dalam penjabarannya bahwa Desa PAKATTO selain membangun insan intelektual, diharapkan mampu membangun manusia-manusia yang kreatif. Berangkat dari pembangunan intelektualitasnya, mampu menemukan penemuan -penemuan baru disegala bidang yang bermanfaat untuk kepentingan dan kesejahteraan warga masyarakat Desa PAKATTO, maupun umat manusia secara umum.
h. Insan Enterpreneurship (Kewirausahaan)
Penjabarannya bahwa Desa PAKATTO membangun manusia dan warga masyarakat yang mampu menciptakan lapangan kerja, mampu membaca peluang kerja dan usaha, baik kerja dan peluang kerja yang baru maupun yang sudah ada. Sehingga warga masyarakat Desa PAKATTO menjadi manusia dan warga masyarakat yang produktif. Pada gilirannya terhindar dari pengangguran, kemiskinan dan kebodohan.
3.4. Issu Strategis
Untuk mewujudkan Visi Desa Pakatto maka harus mengacu pada RPJM Daerah Kabupaten Gowa agar terjadi sinkronisasi program karena desa merupakan bagian terkecil dari pemerintahan. Demikian juga dengan issu strategis yang mengacu pada issu kabupaten yang tak lepas dari setiap bidang antara lain:
1. Perbaikan peringkat indeks pembangunan manusia (IPM),
Pada issu ini termuat dalam setiap bidang antara lain kesehatan dan pertanian
2. Perbaikan taraf hidup masyarakat,
Untuk issu perbaikan taraf hidup masyarakat termuat dalam bidang kesehatan, pekerjaan umum dan tenaga kerja dan sosial,
3. Peningkatan pelayanan public,
Pada issu ini dapat dilihat pada bidang pekerjaan umum, kesehatan dan pendidikan,
4. Pengembangan komoditas unggulan,
Issu ini termuat pada masing-masing bidang antara lain pertanian, perkebunan dan perindustrian serta perdagangan.
5. Penguatan kelembagaan pemerintah daerah dan masyarakat,
Pada issu ini termuat dalam masing-masing bidang antara lain pemberdayaan masyarakat desa
6. Pemantapan kehidupan beragama,
Pada issu ini termuat dalam bidang-bidang otonomi daerah pemerintahan umum dan pemerintahan daerah.
BAB IV
STRATEGIS PEMBANGUNAN DESA
Demi terwujudnya impian/cita-cita atau Visi Desa Pakatto periode 2011 – 2015 maka yang harus dilakukan oleh masyarakat dan pemerintah desa adalah mengembangkan serta mengelolah sumber daya atau potensi lokal yang dimiliki seperti sumber daya manusia, fisik, alam, finansial dan sosial budaya. Kelima potensi ini jika benar-benar dikelolah dengan satu kesatuan maka tidak mustahil Visi desa dapat tercapai.
Strategi yang selama ini dilakukan dan akan mungkin untuk diteruskan adalah harus mengupayakan pembangunan melalui ke lima asset demi mewujudkan Visi desa adalah:
1. Menjamin rasa keamanan bagi semua masyarakat desa khususnya agar mampu berusaha dan bekerja aktifitas dengan nyaman dan tenang,
2. Terjalinnya kerjasama yang baik antara semua pihak atau lembaga pelaksana program yang masuk ke desa,
3. Terjalinnya komunikasi yang baik antara pemerintah desa dan masyarakat, dan instansi-instansi terkait,
4. Meningkatkan hasil produksi pertanian dan perkebunan masyarakat terutama bagi keluarga miskin karena 90% masyarakat Desa Pakatto adalah bekerja sebagai petani agar mampu memenuhi kebutuhan dasarnya,
5. Meningkatkan kapasitas aparat desa dalam menjalankan peran dan funggsinya dalam rangka memberikan pelayanan prima kepada masyarakat,
Agenda Pokok. Berdasarkan issu strategis pembangunan Desa Pakatto yang akan dihadapi lima tahun ke depan, maka ditetapkan beberapa Agenda Pokok pembangunan desa tahun 2011-2015 berdasarkan bidang-bidang pembangunan yang telah ditetapkan sebelumnya yang terdiri dari tujuh bidang. Ketujuh bidang dan Agenda Pokok tersebut adalah sebagai berikut:
1. Pendidikan
Meningkatkan mutu dan kemampuan bagi tenaga pengajar mulai dari tingkat TK/PAUD samapi pada tingkat SMP baik tenaga honorer maupn tenaga tetap (PNS)
2. Kesehatan
Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui kesadaran akan pentingnya hidup sehat
3. Pertanian,
Meningkatkan kualitas dan kuantitas tanaman pertanian dan perkebunana melalui pemenuhan kebutuhan saprodi
4. Pertanian dan Perkebunan
Peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam memanfaatkan teknologi pertanian danperkebunan.
5. Perdagangan dan industry
Peningkatan pendapatan melalui peningkatan hasil produksi dengan pemanfaatan saprodi secara memadai
6. Pekerjaan umum
Meningkatkan ketersediaan sarana dan prasarana desa yang menunjang kelancaran aktifitas masyarakat
7. Tenaga kerja dan sosial
Meningkatkan kemampuan bagi usaha produktif agar mampu mandiri
8. Pemberdayaan masyarakat dan desa
Pemberian layanan maksimal bagi masyarakat melalui peningkatan kapasitas aparat desa
9. Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, Administrasi Keuangan
10. Teriptanya rasa nyaman dalam kehidupan beragama
BAB V
ARAH KEBIJAKAN KEUANGAN DESA
Anggaran adalah pernyataan tentang perkiraan penerimaan dan pengeluaran yang diharapkan terjadi dalam jangka waktu tertentu di masa yang akan datang serta realisasinya di masa lalu. Anggaran diperlukan disemua tingkatan, baik dikeluarga, di daerah kelurahan / desa, daerah kecamatan, daerah kabupaten / kota maupun di tingkat nasional. Ditingkat Desa / Kelurahan, anggaran berbentuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes), menurut Peraturan Pemerintah Nomor 72 tahun 2005 tentang desa, APBDes terdiri atas bagian pendapatan desa, belanja desa dan pembiayaan. Rancangan APBDes dibahas dalam musyawarah perencanaan pembangunan desa.
APBDes diperlukan untuk menciptakan keteraturan sosial, menjamin hak-hak masyarakat dan terselenggaranya pelayanan kepada masyarakat. Oleh karenanya, APBDes hendaknya berdasarkan prioritas kebutuhan masyarakat dan mengakomodasi perbedaan kebutuhan antar kelompok masyarakat.
Sebagai bagian dari daerah yang otonom, pelaksanaan anggaran desa juga tidak bisa dilepaskan dari azas umum pengelolaan keuangan daerah yang diatur melalui Permendagri Nomor 13 tahun 2006. Dalam peraturan tersebut disebutkan 10 azas umum pengelolaan keuangan daerah, yaitu : tertib, taat pada peraturan perundang-undangan, efektif, efisien, transparansi, bertanggungjawab, keadilan, kepatutan, manfaat untuk masyarakat.
Proses perencanaan dan penganggaran harus dilakukan secara transparan dan partisipatif agar masyarakat mengetahui prioritas pembangunan suatu desa. Dengan demikian diharapkan tata pemerintahan desa yang baik dan bersih dapat terwujud.
5.1. Sumber Pendapatan Desa
Pendapatan desa adalah semua jenis penerimaan yang dapat dinilai dengan uang dan segala sesuatu berupa uang dan barang yang dapat dijadikan barang milik desa. Pendapatan / penerimaan Desa Bili-bili terdiri dari : Swadaya dan Partisipasi Masyarakat, Gotong Royong masyarakat, dan Bantuan Pemerintah yang semuanya dijabarkan ke dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa untuk setiap tahun anggaran yang ditetapkan dengan Peraturan Desa dan bantuan pihak ketiga yang tidak mengikat
5.2. Belanja Desa
Belanja Desa adalah semua jenis pengeluaran keuangan desa yang dapat dinilai dengan uang dan segala sesuatu berupa uang yang dapat dibelanjakan desa yang dituangkan ke dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa untuk setiap tahun anggaran baik berupa pengeluaran rutin maupun pengeluaran pembangunan. Adapun belanja / pengeluaran di Desa Bili-bili antara lain :
Penghasilan Kepala Desa, Penghasilan Sekretaris Desa, Penghasilan Kadus dan Perangkat Desa, tunjangan-tunjangan, honor-honor, perjalanan dinas, pemeliharaan, rapat-rapat dan juga pengeluaran untuk pembangunan sarana prasarana fisik.
Dalam meningkatkan pendapatan masyarakat dan desa Pemerintah Desa dapat mendirikan BUMDes sesuai dengan kebutuhan dan potensi desa. Adapun kebutuhan dan potensi desa yang dimaksud adalah :
a. Kebutuhan masyarakat terutama dalam pemenuhan kebutuhan pokok.
b. Tersedianya sumber daya desa yang belum dimanfaatkan secara optimal terutama kekayaan desa.
c. Tersedianya sumber daya manusia yang mampu mengelola badan usaha sebagai asset penggerak perekonomian masyarakat.
d. Adanya unit-unit usaha masyarakat yang merupakan kegiatan ekonomi warga masyarakat yang dikelola secara parsial dan kurang terako
5.3 Kebijakan Umum Anggaran Desa
Arah kebijakan umum anggaran Desa Pakatto tahun 2011-2015 jika mengacu pada pembiayaan tahun sebelumnya maka penggunaan dana sebesar 70 % diarahkan untuk membiayai pembangunan desa yang tertuang dalam Rencana Kerja Pembangunan Desa (RKPDesa) Pakatto setiap tahunnya, serta 30 % diarahkan untuk biaya operasional pemerintah Desa.
BAB VI
PROGRAM/KEGIATAN PEMBANGUNAN DESA
Program/kegiatan pembangunan Desa Pakatto tahun 2010-2014 diintegrasikan kedalam kegiatan dalam upaya mewujudkan strategis pembangunan desa. Pada masing-masing program pembangunan terdapat tujuan strategis yang disertai indikator dan kegiatan utama yang akan dilakukan untuk mencapai indicator tujuan meliputi :
1. Pendidikan
Program/kegiatan untuk bidang pendidikan meliputi program peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan yang inovatif. Tujuan strategis adalah meningkatkan kualitas tenaga pengajar dalam menjalankan tugasnya sebagai tenaga pendidik.
Adapu kegiatan utama yang akan dilakukan adalah :
v Pelatihan bagi tenaga pengajar sehingga mampu meningkatkan mutu mengajar.
2. Kesehatan
Program/kegiatan dalam bidang Kesehatan meliputi program jaminan pemeliharaan kesehatan masyarakat, program upaya kesehata masyarakat, program promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat, obat dan perbekalan kesehatan, pemberdayaan masyarakat untuk pencapaian sadar gizi (Kadarzi), program pengembangan lingkungan sehat, Pengadaan, peningkatan, dan perbaikan sarana dan prasarana puskesmas/pustu dan jaringannya.
Adapun kegiatan utama yang harus dilakukan adalah:
v Penyuluhan tetang perilaku hidup sehat dengan memelihara lingkungan yang bersih dan dengan kesadaran sendiri dalam pemanfaatan jamban keluarga serta ketersediaan air bersih rumah tangga sesuai standar kesehatan,
v Penyuluhan akan pentingnya gizi bagi keluarga,
v Jaminan pelayanan kesehatan yang merata pada semua rumah sakit pemerintah,
v Ketersediaan sarana dan prasarana kesehatan mulai dari bangunan pustu, tenaga medis serta kebutuhan obat-obatan,
3. Pertanian.
Program/kegiatan untuk pertanian meliputi program pengembangan pengembangan SDM aparat pertanian dan petani, program pengembangan sarana dan prasarana. Tujuan strategis dari bidang ini adalah meningkatkan pendapatan petani melalui peningkatan hasil produksi pertanian.
Adapun kegiatan yang harus dilakukan adalah :
v Terpenuhinya kebutuhan petani akan saprodi (racun, pupuk) dan alsinta (mesin handtarktor)
v Berfungsinya P3A secara maksimal sehingga kebutuhan air akan pertanian dapat terpenuhi
v Pemanfaatan sumur bor untuk pertanian.
4. Kehutanan dan Perkebunan.
Program kegiatan dalam bidang Kehutanan dan Perkebunan meliputi program peningkatan penerapan teknologi perkebunan. Tujuan strategis bidang ini adalah masyarakat sudah mampu mengakses teknologi berupa banyaknya saprotan yang dimanfaatkan.
Kegiatan yang akan dilakukan adalah ;
v Pelatihan penerapan teknologi perkebunan,
v Penanaman benih/bibit unggul
5. Perdagangan industri dan pertambangan
Program kegiatan dalam bidang perdagangan industri dan pertambangan meliputi program peningkatan dan pengembangan ekspor jagung kuning. Tujuan pada bidang ini adalah peningkatan kualitas dan kuantitas hasil tanaman jagung kuning bermutu ekspor.
Kegiatan yang akan dilakukan adalah :
v Pemenuhan kebutuhan saprodi,
v Pemanfaatan alsinta yang memadai,
v Membuka jaringan pemasaran ke Makasar
6. Pekerjaan Umum
Program kegiatan dalam bidang Pekerjaan Umum meliputi program Program Pengembangan dan Pengelolaan jaringan irigasi, rawa dan jaringan pengairan lainnya, program pembangunan jalan lingkungan, jalan setapak serta program rehabilitasi/pemeliharaan jalan dan jembatan, pembangunan saluran drainase/gorong-gorong, Tujuan dari bidang ini adalah meningkatkan ketersediaan sarana dan prasarana umum desa yang dapat memeprlancar aktifitas warga.
Kegiatan yang akan dilakukan adalah:
v Penambahan dan pemeliharaan saluran irigasi pertanian,
v Pengaspalan jalan menuju bendungan bantimurung di Dusun Pakatto Lompo dan jalan menuju perbatasan Desa Pakatto dan Desa Sokkolia di Dusun Lantebung,
v Pembangunan dan pemeliharaan jembatan dan jalan bagi warga,
v Penambahan dan pemeliharaan saluran drainase permanen.
7. Tenaga kerja dan social
Program kegiatan dalam bidang ini meliputi Program Pemanfaatan dan Pengembangan Tenaga Kerja. Tujuan dari bidang ini adalah meningkatkan usaha produktif sehingga mampu meningkatkan pendapatan
Kegiatan yang akan dilakukan adalah ;
v Pelatihan keterampilan bagi usaha pertukangan dan tukang jahit,
v Penambahan permodalan bagi kelompok usaha,
v Pendampingan
8. Pemberdayaan masyarakat dan desa
Program/kegiatan dalam bidang Pemberdayaan masyarakat desa meliputi program peningkatan pemberdayaan pemerintah desa, program peningkatan aparatur pemerintah desa dan program pembinaan dan fasilitasi pengelolaan keuangan desa.Tujuan dari bidang ini adalah meningkatnya kapasitas aparat desa sehingga mampu bekerja secara maksimal.
Kegiatan yang akan dilakukan adalah:
v Pelatihan bagi aparat desa
v Terlaksanya musrenbang secara partisipatif setiap tahun,
9. Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, Administrasi Keuangan
Program/kegiatan dalam bidang Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, Administrasi Keuangan meliputi program pembinaan lental spiritual masyarakat dan program peningkatan pendidikan keagamaan masyarakat. Tujuan pada bidang ini adalah terciptanya kerukunan hidup beragama dalam desa.
Kegiatan yang akan dilakukan adalah :
v Pemberian intensif bagi pengurus lembaga keagamaan seperti imam mesjid, imam dusun, pengurus mesjid serta pengajat TKA/TPA
BAB VII
PENUTUP
Semua program yang kami uraikan adalah hasil dari potret Desa kami yang kami kumpulkan dari berbagai Sumber aspirasi masyarakat dan kami tampung dan tuangkan kedalam satu bentuk laporan, namun tidak menutup kemungkinan ada program yang sifatnya darurat dan tidak dapat ditunda, seperti terjadinya bencana alam yang manusia tidak akan pernah tau kapan datangnya. Hal ini tidak kami cantumkan dalam program kerja, Maka peran masyarakat sangat di butuhkan dalam hal ini sebagai tenaga sukarela baik tenaga maupun material.
Program ini hanya berlaku 5 tahun kedepan maka untuk menjembatani kekosongan dokumen Perencanaan Jangka Menengah pada masa Jabatan Kepala Desa, penyusun/penulis menyiapkan program yang sifatnya sekunder dan tidak menyiapkan dana dalam jumlah besar, dimana program tersebut meliputi rehabilitas sarana dan prasarana yang ada didesa, selain itu juga kita mengevaluasi apa-apa yang ada diprogram kerja yang belum terealisasi sehingga dapat dilanjutkan pada penysunan RPJMDes pada tahun-tahun mendatang sehingga program pembangunan tersebut dapat berlanjut meskipun telah terjadi pergantian jabatan kepala desa.
Demikian uraian program-program kerja kami, yang kami tuangkan dalam suatu tulisan , itulah gambaran dari rumusan permasalahan yang menjadi kebutuhan masyarakat Desa Pakatto, agar dapat dilanjutkan oleh pemerintah yang menjadi perpanjangan tangan buat semua masyarakatnya. Semoga Allah SWT, Meridhoi semua program kerja dan bisa terealisasi sesuai dengan apa yang penyusun rencanakan. Amin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar