Bila pulau Jawa terdapat puncak pegunungan dan kebun teh di Bogor,Jawa Barat. Nah.. di Sulawesi Selatan tak kalah indah dan mempesonanya dari kawasan puncak di Bogor, juga ditanami kebun teh yang sejuk dan nyaman. Kota Malino merupakan puncak pegunungan di Sulsel.
Pesona Kota Malino, yang terletak 90 km arah selatan Kota Makassar, tepatnya di Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, merupakan salah satu kawasan wisata alam yang memiliki daya tarik menarik dan luar biasa. Tidak diragukan lagi anda akan terpesona saat menapaki kaki Anda menanjak dan berkelok-kelok dengan melintasi deretan pegunungan dan lembah yang indah bak lukisan alam, yang kan mengantarkan Anda menyukai dan menikmati wisata alam menuju ke kota Malino. Kawasan ini sangat terkenal sebagai kawasan rekreasi terutama pada saat weekend atau liburan.
Berbagai Obyek wisata dapat Anda dikunjungi di daerah ini, mulai dari Air Terjun Takapala yang terletak di daerah Bulutana, Air Terjun Lembanna yang kira-kira 8 km dari Kota Malino, Air terjung ketemu jodoh yang bersebelahan dengan air terjung Takapala,dimana air terjung ini dipercaya akan memudahkan bagi setiap orang yang datang mandi akan mendapatkan jodoh dan memperolah kebahagiaan dalam mengarungi bahtera rumah tangga. Ada juga Hutan Pinus, Perkebunan Markisa dan kebun teh yang berada di desa Bulutan yang berjarak sekitar 9 km dari kota Malino.
Bagi anda yang hobby memelihara kembang-kembang langkah, Anda dapat membeli kembang edelweis dan pohon turi yang bunganya berwarna oranye, dimana jenis kembang ini merupakan kembang yang sudah jarang ditemukan.
Kota Malino juga dijuluki sebagai Kota Kembangnya Sulawesi Selatan. yang merupakan prospek pariwisata yang sangat potensial dengan keindahan Panorama Alam yang memukau.
Pesona Kota Malino, yang terletak 90 km arah selatan Kota Makassar, tepatnya di Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, merupakan salah satu kawasan wisata alam yang memiliki daya tarik menarik dan luar biasa. Tidak diragukan lagi anda akan terpesona saat menapaki kaki Anda menanjak dan berkelok-kelok dengan melintasi deretan pegunungan dan lembah yang indah bak lukisan alam, yang kan mengantarkan Anda menyukai dan menikmati wisata alam menuju ke kota Malino. Kawasan ini sangat terkenal sebagai kawasan rekreasi terutama pada saat weekend atau liburan.
Berbagai Obyek wisata dapat Anda dikunjungi di daerah ini, mulai dari Air Terjun Takapala yang terletak di daerah Bulutana, Air Terjun Lembanna yang kira-kira 8 km dari Kota Malino, Air terjung ketemu jodoh yang bersebelahan dengan air terjung Takapala,dimana air terjung ini dipercaya akan memudahkan bagi setiap orang yang datang mandi akan mendapatkan jodoh dan memperolah kebahagiaan dalam mengarungi bahtera rumah tangga. Ada juga Hutan Pinus, Perkebunan Markisa dan kebun teh yang berada di desa Bulutan yang berjarak sekitar 9 km dari kota Malino.
Bagi anda yang hobby memelihara kembang-kembang langkah, Anda dapat membeli kembang edelweis dan pohon turi yang bunganya berwarna oranye, dimana jenis kembang ini merupakan kembang yang sudah jarang ditemukan.
Kota Malino juga dijuluki sebagai Kota Kembangnya Sulawesi Selatan. yang merupakan prospek pariwisata yang sangat potensial dengan keindahan Panorama Alam yang memukau.
Cara Mencapai Daerah Ini
Hanya dengan memakan waktu 2 jam dari kota Makassar anda sudah bisa tiba di kota Malino, kota yang rencananya akan dijadikan sebagai Kota Kembangnya Sulawesi Selatan ini, juga bisa ditempuh dengan Angkutan Umum dari Makassar, Terminal Mallengkeri, dengan mengendarai mini bis (ukuran Panter,red).
Tempat Menginap
Untuk penginapan bersama keluarga Anda tidak perlu kwatir, karena ada berbagai macam pilihan tempat penginapan di kota ini, mulai dari Hotel Celebes,jl.Sultan Hasanuddin No.1, Villa Istana,Jl. Anoanh No.9,Malino. Villa Resorst Celebes,pondok Aria,Jl.Endang No.24,Malino dengan sarana lengkap,wisma sampai rumah penduduk juga dipersewahkan disini. Untuk harga sangat berfariasi dan anda tak perlu ragu, dijamin memenuhi dompet anda.
Tempat Bersantap
Di malino Anda dapat menemukan warung makan yang menjual berbagai makanan sesuai selerah. Anda juga bisa bersantai sambil menikmari jajanan tradional pepohonan Pinus. Disepanjang hutan Anda juga dapat , atau berkeinginan memetik daun teh dan menikmati buah markisa di perkebun markisa di desa ’Kanreapia’.
Buah Tangan
Kota Malino terkenan dengan cita rasa buah-buahan dan sayur mayurnya yang segar-segar,salah satunya Markisa Malino. Di pasar tradisional,pasar minggu Malino anda dapat berbelanja berbagai macam buah-buahan sebagai buah tangan untuk sanak keluargga yang menunggu di rumah.
Hanya dengan memakan waktu 2 jam dari kota Makassar anda sudah bisa tiba di kota Malino, kota yang rencananya akan dijadikan sebagai Kota Kembangnya Sulawesi Selatan ini, juga bisa ditempuh dengan Angkutan Umum dari Makassar, Terminal Mallengkeri, dengan mengendarai mini bis (ukuran Panter,red).
Tempat Menginap
Untuk penginapan bersama keluarga Anda tidak perlu kwatir, karena ada berbagai macam pilihan tempat penginapan di kota ini, mulai dari Hotel Celebes,jl.Sultan Hasanuddin No.1, Villa Istana,Jl. Anoanh No.9,Malino. Villa Resorst Celebes,pondok Aria,Jl.Endang No.24,Malino dengan sarana lengkap,wisma sampai rumah penduduk juga dipersewahkan disini. Untuk harga sangat berfariasi dan anda tak perlu ragu, dijamin memenuhi dompet anda.
Tempat Bersantap
Di malino Anda dapat menemukan warung makan yang menjual berbagai makanan sesuai selerah. Anda juga bisa bersantai sambil menikmari jajanan tradional pepohonan Pinus. Disepanjang hutan Anda juga dapat , atau berkeinginan memetik daun teh dan menikmati buah markisa di perkebun markisa di desa ’Kanreapia’.
Buah Tangan
Kota Malino terkenan dengan cita rasa buah-buahan dan sayur mayurnya yang segar-segar,salah satunya Markisa Malino. Di pasar tradisional,pasar minggu Malino anda dapat berbelanja berbagai macam buah-buahan sebagai buah tangan untuk sanak keluargga yang menunggu di rumah.
Indahnya Senja Losari, Nikmatnya Pisang Epe Laguna
Pantai Losari

Anda tidak perlu kwatir mencari tempat liburan menyenangkan di kota Makassar yang lebih dikenal dengan ’Kota Anging Mamiri' ini, selain kaya akan berbagai objek wisata, kota Makassar juga dikenal memiliki tempat-tempat liburan menyenangkan yang dapat dijangkau oleh semua kalangan. Pantai Losari dan Pantai Laguna menjadi pilihan Anda.
Mengunjungi Sulawesi Selatan,tepatnya di kota Makassar terasa tak lengkap rasanya bila Anda tidak menikmati keindahan Pantai Losari. Sekarang ini wajah Pantai Losari nampak lebih menarik dibanding beberapa tahun silam, yang dulunya di sepanjang tepi pantai kita mendapati berderet gerobak para pedagang kaki lima, namun sekarang sudah bersih, deretan pk5 tersebut sudah di relokasikan di Pantai Laguna. Rampungnya anjungan Pantai Losari menambah pesona dan decak kagum akan keindahan pantai yang dulu mendapat julukan bangku terpanjang dan saat ini Losari telah kembali ke ciri dan fungsinya semula, sebagai tempat rekreasi cuma-cuma bagi masyarakat umum.
Menjelang senja keindahan pantai akan terasa ditambah hembusan angin sepoi-sepoi terasa makin menyejukkan manakala keindahan alam menghilangkan kepenatan. Keindahan ini akan makin sempurna takkala prosesi terbenamnya matahari dapat disaksikan secara utuh. Jadi jika suatu saat Anda berkunjung ke Makassar, pastikan jangan sampai Anda tidak berkunjung ke pantai Losari yang indah dan permasyur di kata orang.
Aktifitas Losari Minggu pagi dapat juga saksikan, biasa pagi hari Losari dimanfaatkan sebagai tempat berolahraga, jogging, senam,maupun bermain ski, bersantai sambil menikmati udara pagi ditemani sarapan pagi di sepanjang bibir Jalan Penghibur dapat juga Anda nikmati. Hanya dengan merogoh kocek cukup Rp4.000 hingga Rp6.000 per porsi,berbagai aneka masakan dan minuman tradisional dengan cita rasa yang sederhana nan nikmat dapat di nikmati, seperti, bubur ayam,bubur kacang ijo,soto ayam, gado-gado, coto makassar, somay, pempek Palembang, pisang epe,hot dot dan burger. Anda juga dapat menyewa perahu mini berbentuk bebek sambil mengarungi bibir pantai dengan sewa Rp 15.000 per jam. Jadi, jika suatu saat Anda berkunjung ke Makassar, pastikan jangan sampai tidak berkunjung ke pantai Losari sebagai landmark dari Makassar
Pantai Laguna

Setelah puas menikmati indahnya Sunsen yang perlahan terbenam di balik cakrawala Pantai Losari Anda dapat menikmati pusat jajanan di Butta Angin ammiri di Pantai Laguna,hanya dengan berjalan kaki 5 menit dari Losari. Ratusan Gerobak dengan berbagai menu makanan dan minuman ciri khas kota ’Daeng’ dapat Anda temukan di sana. Mulai sop konro, coto Makassar, sop saudara, pallubasa,pallu mara dan ikan bakar, pisang epe, es pisang ijo, pallubutung, sari laut, bakso, nasi goreng, mi-mian dan capcai. Harganya pun cukup terjangkau, berkisar antara Rp 3.500 hingga Rp 12.500 per porsi.
Kendati menawarkan beragam makanan, namun menurut sejumlah pedagang kaki lima yang menjajakan makanan di sepanjang pantai laguna, makanan yang paling banyak diminati pengunjung adalah Pisang epe atau kata orang bule Banana Press menjadi andalan. Kue khas terdiri dari bahan dasarnya pisang kepok mengkal yang dibakar, lalu dilumuri gula merah yang telah dicairkan dan di campur kelapa parut. Jadi tak lengkap rasanya ke Makassar bahkan sulawesi Selatan jika Anda tidak menikmati wisata kulinernya di Pantai laguna,utamanya menikmati cita rasa dari Pisang Epe kota daeng.

Anda tidak perlu kwatir mencari tempat liburan menyenangkan di kota Makassar yang lebih dikenal dengan ’Kota Anging Mamiri' ini, selain kaya akan berbagai objek wisata, kota Makassar juga dikenal memiliki tempat-tempat liburan menyenangkan yang dapat dijangkau oleh semua kalangan. Pantai Losari dan Pantai Laguna menjadi pilihan Anda.
Mengunjungi Sulawesi Selatan,tepatnya di kota Makassar terasa tak lengkap rasanya bila Anda tidak menikmati keindahan Pantai Losari. Sekarang ini wajah Pantai Losari nampak lebih menarik dibanding beberapa tahun silam, yang dulunya di sepanjang tepi pantai kita mendapati berderet gerobak para pedagang kaki lima, namun sekarang sudah bersih, deretan pk5 tersebut sudah di relokasikan di Pantai Laguna. Rampungnya anjungan Pantai Losari menambah pesona dan decak kagum akan keindahan pantai yang dulu mendapat julukan bangku terpanjang dan saat ini Losari telah kembali ke ciri dan fungsinya semula, sebagai tempat rekreasi cuma-cuma bagi masyarakat umum.
Menjelang senja keindahan pantai akan terasa ditambah hembusan angin sepoi-sepoi terasa makin menyejukkan manakala keindahan alam menghilangkan kepenatan. Keindahan ini akan makin sempurna takkala prosesi terbenamnya matahari dapat disaksikan secara utuh. Jadi jika suatu saat Anda berkunjung ke Makassar, pastikan jangan sampai Anda tidak berkunjung ke pantai Losari yang indah dan permasyur di kata orang.
Aktifitas Losari Minggu pagi dapat juga saksikan, biasa pagi hari Losari dimanfaatkan sebagai tempat berolahraga, jogging, senam,maupun bermain ski, bersantai sambil menikmati udara pagi ditemani sarapan pagi di sepanjang bibir Jalan Penghibur dapat juga Anda nikmati. Hanya dengan merogoh kocek cukup Rp4.000 hingga Rp6.000 per porsi,berbagai aneka masakan dan minuman tradisional dengan cita rasa yang sederhana nan nikmat dapat di nikmati, seperti, bubur ayam,bubur kacang ijo,soto ayam, gado-gado, coto makassar, somay, pempek Palembang, pisang epe,hot dot dan burger. Anda juga dapat menyewa perahu mini berbentuk bebek sambil mengarungi bibir pantai dengan sewa Rp 15.000 per jam. Jadi, jika suatu saat Anda berkunjung ke Makassar, pastikan jangan sampai tidak berkunjung ke pantai Losari sebagai landmark dari Makassar
Pantai Laguna

Setelah puas menikmati indahnya Sunsen yang perlahan terbenam di balik cakrawala Pantai Losari Anda dapat menikmati pusat jajanan di Butta Angin ammiri di Pantai Laguna,hanya dengan berjalan kaki 5 menit dari Losari. Ratusan Gerobak dengan berbagai menu makanan dan minuman ciri khas kota ’Daeng’ dapat Anda temukan di sana. Mulai sop konro, coto Makassar, sop saudara, pallubasa,pallu mara dan ikan bakar, pisang epe, es pisang ijo, pallubutung, sari laut, bakso, nasi goreng, mi-mian dan capcai. Harganya pun cukup terjangkau, berkisar antara Rp 3.500 hingga Rp 12.500 per porsi.
Kendati menawarkan beragam makanan, namun menurut sejumlah pedagang kaki lima yang menjajakan makanan di sepanjang pantai laguna, makanan yang paling banyak diminati pengunjung adalah Pisang epe atau kata orang bule Banana Press menjadi andalan. Kue khas terdiri dari bahan dasarnya pisang kepok mengkal yang dibakar, lalu dilumuri gula merah yang telah dicairkan dan di campur kelapa parut. Jadi tak lengkap rasanya ke Makassar bahkan sulawesi Selatan jika Anda tidak menikmati wisata kulinernya di Pantai laguna,utamanya menikmati cita rasa dari Pisang Epe kota daeng.
Jalan -Jalanki Ke Pantai Losari

Diseluruh Indonesia, hanya ada satu pantai yang dapat menyaksikan sunrise dan sunset disatu titik berdiri yang sama. “Pantai itu yakni pantai Losari, Makasar”, begitu kata Jusuf Kalla Wakil Presiden RI mengatakan kepada saya sambil membanggakan pantai ini, satu saat yang lalu. Awalnya saya bingung dengan kenyataan ini. Posisi pantai yang memanjang Utara-Selatan ini memang bisa menyaksikan terbitnya dan terbenamnya matahari disatu posisi yang sama. Unik memang. Lepas dari itu, pantai Losari adalah salah satu pantai paling resik dan apik yang pernah saya datangi diseluruh Indonesia ini, dan hebatnya lagi pantai ini berada tepat dijantung kota besar. Membandingkan dengan beberapa bibir pantai kota kota besar di Jawa, jelas Losari paling top: bebas sampah dan nyaman dikunjungi. Sambil menulis ini saya membayangkan betapa bau dan kroditnya situasi di Tanjung Priok Jakarta, atau pelabuhan Perak di Surabaya. Tidak heran, dahulu ketika Ratu Elizabeth dari Inggris bertandang ke Jakarta (era 80 an) ia tidak mau turun dari mobil saat tiba di Tanjung Priok karena begitu shock dia dengan bau dan amburadulnya situasi dipelabuhan. Dia pikir, Tanjung Priok sama indahnya dengan Hongkong harbour . Kejadian ini menjadi “insiden protokoler” yang memalukan, tapi begitulah wajah pelabuhan di Jakarta.
Posisi pantai Losari sangat strategis dan menjadi bagian yang menyatu dengan suasana kota Makasar yang membentang sejauh kurang lebih 4 km. Pantai ini langsung dapat diakses dengan jalan utama protokol utama. Diseberang jalan bertumbuhan hotel dengan berbagai kelas. Sebut saja beberapa nama hotel yang lokasinya amat dekat dengan bibir pantai al: Hotel MGM, Hotel Losari Beach, Hotel Quality, Hotel Aryadutta, dan Hotel Aston. Untuk mid-budget traveller, bisa pilih Hotel Losari Beach, atau agak masuk sedikit kedalam jalan Joseph Latumahina, ada hotel kecil yang nyaman yakni Hotel Kenari. Saya sendiri suka Hotel Quality atau Hotel Losari Beach karena lokasinya oke, dan harganya tidak selangit.

Waktu paling ideal mengunjungi pantai Losari adalah sore hari antara jam 15.00 hingga jam 21.00. Banyak yang datang kemari untuk duduk duduk menikmati pantai yang bersih, jogging disepanjang pedestrian sejauh 500m, atau makan diwarung warung yang telah direlokasi oleh Pemda setempat (diujung paling selatan pantai). Tua muda akan datang kemari menikmati matahari terbenam disini sambil membelu makanan dari pedagang. Jika suka jogging, tempat ini juga sangat ideal. Udara bersih dan angin bertiup tanpa henti, matahari yang merah keemasan menyapu wajah manusia yang duduk bibir pantai.
Pedagang menjual aneka makanan mulai dari jajan ringan saja sekedar ganjal perut seperti bakso atau gorengan. Ada juga makanan khas Makasar seperti Coto atau aneka hidangan masakan laut dengan resep asli orang bugis. Sungguh enak!
Suasananya amat tertib dan aman, saya merasa nyaman disini. Tapi ada satu yang saya keluhkan yakni: pengamen. Mereka ngeyel, tidak bisa ditolak untuk tidak menyanyi. Jadi semacam paksaan saja mendengarkan mereka menyanyi, dan suka memaksa dengan sindiran jika tidak diberi uang. Mereka mengamen tidak Cuma sendirian, tapi datang dengan sekelompok teman yang sama sama bernyanyi dengan nada (maaf saja ya) tidak bagus. Kenyamanan pantai ini berkurang minus satu poin hanya gara gara kehadiran pengamen yang tidak tau aturan dan main paksa ini. Ada baiknya pemda dan aparat melakukan penyuluhan agar kenyamanan di Losari tidak tercemar gara gara gerombolan pengamen macam begini
SOMBA OPU, KAWASAN BELANJA BUAH TANGAN DI MAKASSAR

Jika Anda telah puas berkeliling Kota Makassar untuk memanjakan mata dan lidah maka waktu untuk kembali mulai berdetak telah tiba saatnya bagi Anda untuk mencari buah tangan sebagai antaran bagi keluarga yang menantikan di rumah. Di Makassar Anda tak perlu cemas akan kekurangan buah tangan bagi orang-orang tercinta. Tersedia berbagai jenis souvenir dan oleh-oleh yang harganya cocok bagi kantong Anda.
Jika Anda mencari oleh-oleh dan souvenir maka langkahkan kaki Anda ke jalan Somba Opu yang merupakan pusat souvenir. Di sepanjang jalan ini berjejer toko yang khusus menjual aneka souvenir dan jajanan. Makassar terkenal sebagai kota tempat jajanan kue dan kacang.
Selain jajanan kue dan kacang. Di jalan Somba Opu ini juga terdapat toko yang menjual minyak gosok khas Makassar. Tak kalah nikmatnya adalah berbagai manisan dan dodol, mulai dari manisan pala, manisan asam hingga dodol salak. Seluruhnya ini dapat Anda bawa pulang dengan harga tak lebih dari Rp. 20.000.
Selain jajanan, Makassar juga terkenal dengan berbagai souvenir yang tentunya ingin Anda bawa pulang sebagai kenang-kenangan. Mulai dari kerajinan anyaman dari bambu hingga patung kecil berbentuk tarsius dapat Anda temui di ini. Toko-toko di jalan ini tidak hanya menjual makanan tetapi juga berbagai souvenir hingga perhiasaan emas.
Selain anyaman bambu, juga terdapat untaian kerang yang dibuat menjadi berbagai hiasan. Kerang-kerang ini berasal dari perairan Makassar yang memang terkenal dengan biota lautnya. Anda tak perlu jauh-jauh pergi ke Bunaken untuk memperoleh kerajinan yang sangat indah ini, cukup Anda berjalan menuju toko-toko souvenir maka kerajinan ini dapat ditemui.

Anda tak perlu khawatir dengan harga, seluruh souvenir ini pastinya terjangkau dengan kondisi keuangan Anda. Dengan hanya mengeluarkan uang sebesar Rp.5000 Anda dapat membawa pulang souvenir yang terbuat dari kerang.
Good to Give From Makassar
Above This good to give From Makassar...
____________________________________________________________________________

Sarung Sutra ? Silk From Makassar
________________________________________________________________________________


Tana toraja Miniatur House
______________________________________________________________________

Marquise Juice Makassar
____________________________________________________________________________

T-Shirt About Makassar
__________________________________________________________________________________

Toraja Miniatur People
____________________________________________________________________

Bone Hat
_____________________________________________________________________

Miniatur of House
______________________________________________________________________

Ganrang Makassar
_________________________________________________________________________

Miniatur Gade-gade Makassar
___________________________________________________________________


Traditional Medicine From Makassar
________________________________________________________________




Traditional Cookies From Makassar
___________________________________________________________________________

Beatutifull bag From makassar
________________________________________________________________________

Artistic Phinisi Ship
_______________________________________________________________________

The Toraja Coffe,
____________________________________________________________________________

War Clothes From Toraja
_______________________________________________________________

Beautiful accessories From toraja
_______________________________________________________________

Phinisi Miniatur
_______________________________________________________________

Buginese Miniatur people
____________________________________________________________
____________________________________________________________________________

Sarung Sutra ? Silk From Makassar
________________________________________________________________________________


Tana toraja Miniatur House
______________________________________________________________________

Marquise Juice Makassar
____________________________________________________________________________

T-Shirt About Makassar
__________________________________________________________________________________

Toraja Miniatur People
____________________________________________________________________

Bone Hat
_____________________________________________________________________

Miniatur of House
______________________________________________________________________

Ganrang Makassar
_________________________________________________________________________

Miniatur Gade-gade Makassar
___________________________________________________________________


Traditional Medicine From Makassar
________________________________________________________________




Traditional Cookies From Makassar
___________________________________________________________________________

Beatutifull bag From makassar
________________________________________________________________________

Artistic Phinisi Ship
_______________________________________________________________________

The Toraja Coffe,
____________________________________________________________________________

War Clothes From Toraja
_______________________________________________________________

Beautiful accessories From toraja
_______________________________________________________________

Phinisi Miniatur
_______________________________________________________________

Buginese Miniatur people
____________________________________________________________
Sekilas Sejarah tentang Benteng Rotterdam

Benteng Rotterdam.Di Makassar ada satu benteng besar yang berdiri megah, namanya Fort Rotterdam. Jangan bayangkan lokasi benteng ini berada jauh diluar kota, dan kita harus menghabiskan waktu sekian jam untuk duduk dimobil berkecepatan tinggi, karena lokasi benteng ini terletak didalam kota Makassar sehingga cukup mudah untuk mencapainya.
Benteng dengan halaman seluas dua kali Museum Fatahilah Jakarta ini letaknya didepan pelabuhan laut kota Makasar atau ditengah pusat perdagangan sentral kota. Apabila kita menginap di area seputar pantai Losari, maka jaraknya dalam kisaran radius 2 km-an saja. Dari jalan raya, Fort Rotterdam yang juga akrab disebut benteng Ujungpandang (nama lain dari Makassar) akan mudah dikenali karena sangat mencolok dengan arsitektur era 1600 an yang berbeda dengan rumah dan kantor diseputarnya. Temboknya hitam berlumut kokoh menjulang hampir setinggi 5 meter, dan pintu masuknya masih asli seperti masa jayanya. Dari ketinggian, bentuk benteng seperti bentuk totem penyu yang bersiap hendak masuk kedalam pantai.
Memasuki pintu utamanya yg berukuran kecil, kita akan segera disergap oleh nuansa masa lalu. Tembok yang tebal sangat kokoh, pintu kayu, gerendel kuno, akan terlihat jelas. Masuk ke benteng sebetulnya tidak dipungut bayaran, karena area didalam benteng tidak dijadikan museum cagar budaya yg kosong melompong. Benteng Rotterdam dijadikan kantor pemerintah yakni Pusat Kebudayaan Makassar, sehingga suasana seram yang biasa kita jumpai dilokasi tua semacam ini tidak begitu kental karena masih dijumpai manusia berseliweran kian kemari. Karena area ini dipakai sebagai kantor, sehingga kebersihan dan kerapihan lingkungan disana masih terawat cukup baik.
Benteng ini awalnya dibangun tahun 1545 oleh raja Gowa ke X yakni Tunipallangga Ulaweng. Bahan baku awal benteng adalah tembok batu yang dicampur dengan tanah liat yang dibakar hingga kering. Bangunan didalamnya diisi oleh rumah panggung khas Gowa dimana raja dan keluarga menetap didalamnya. Ketika berpindah pada masa raja Gowa ke XIV, tembok benteng lantas diganti dengan batu padas yang berwarna hitam keras.

Kehadiran Belanda yang menguasai area seputar banda dan maluku, lantas menjadikan Belanda memutuskan untuk menaklukan Gowa agar armada dagang VOC dapat dengan mudah masuk dan merapat disini. Sejak tahun 1666 pecahlah perang pertama antara raja Gowa yang berkuasa didalam benteng tersebut dengan penguasa belanda Speelman. Setahun lebih benteng digempur oleh Belanda dibantu oleh pasukan sewaan dari Maluku, hingga akhirnya kekuasaan raja Gowa disana berakhir. Seisi benteng porak poranda, rumah raja didalamnya hancur dibakar oleh tentara musuh. Kekalahan ini membuat Belanda memaksa raja menandatangani "perjanjian Bongaya" pada 18 Nov 1667.
Dikemudian hari Speelman memutuskan utk menetap disana dengan membangun kembali dan menata bangunan disitu agar disesuaikan dengan kebutuhan dalam selera arsitektur Belanda. Bentuk awal yg mirip persegi panjang kotak dikelilingi oleh lima bastion, berubah mendapat tambahan satu bastion lagi di sisi barat. Nama benteng diubah pula menjadi Fort Rotterdam, tempat kelahiran Gub Jend Belanda Cornelis Speelman.

Salah satu obyek wisata yang terkenal disini selain melihat benteng, adalah menjenguk ruang tahanan sempit Pangeran Diponegoro saat dibuang oleh Belanda sejak tertangkap ditanah Jawa. Perang Diponegoro yg berkobar diantara tahun 1825-1830 berakhir dengan dijebaknya Pangeran Diponegoro oleh Belanda saat mengikuti perundingan damai. Diponegoro kemudian ditangkap dan dibuang ke Menado, lantas tahun 1834 ia dipindahkan ke Fort Rotterdam. Dia seorang diri ditempatkan didalam sebuah sel penjara yang berdinding melengkung dan amat kokoh. Diruang itu ia disedikana sebuah kamar kosong beserta pelengkap hidup lainnya seperti peralatan shalat, alquran, dan tempat tidur. Banyak kemudian yang meyakini bahwa Diponegoro wafat di Makassar, lalu ia dikuburkan disitu juga. Tapi ada pendapat lain mengatakan, mayat Diponegoro tidak ada di Makassar. Begitu ia wafat Belanda memindah ia ketempat rahasia agar tidak memicu letupan diantara pengikut fanatiknya di Jawa atau disitu.
Senin, 05 Oktober 2009
lae lae, pulau wisata yang menanti uluran pemerintah daerah...

Lae-Lae adalah sebuah pulau di Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Pulau dengan luas 0,04 km² ini dihuni oleh 400 keluarga atau sekitar 2.000 jiwa. Jarak pulau ini dari Makassar sekitar 1,5 km.
Pada 1997, Pulau Lae-Lae pernah hendak dijual Pemerintah Kota Makassar ke investor. Rencana itu batal karena penduduk setempat menolaknya.
berikut ini data Statistik pUlau Lae lae.
Daftar Penelitian Kelautan di Indonesia > Pulau Lae-lae
Nama Lokasi : Pulau Lae-lae
Latitude : -5.136
Longitude : 119.38
UTM Easting :
UTM Northing :
Tanggal Survei : September-Desember 2002
Deskripsi : Di pulau Lae-lae yang banyak dijumpai adalah Terumbu Karang. Kondisi terumbu karang di pulau ini termasuk jelek yang kemungkinan besar utamanya disebabkan oleh tingginya tingkat sedimentasi dan eutrofikasi yang berasal dari massa daratan utama atau daerah inshore. di pulau ini juga ditemukan kelimpahan makro alga yang paling tinggi, didominasi jenis makro alga coklat yakni sargassum spp, turbinaria, Halimeda, Caulerpa.
Sumber : Jompa.J, Nurliah, dan Budiman. 2006. Dampak Eutrofikasi Terhadap Ekosistem Terumbu Karang Di Kepulauan Spermonde Sulawesi Selatan. PROSIDING KONFERENSI NASIONAL. 2006. V: 365 - 377.
Awalmula Nama Pulau Lae-lae

Syahdan dahulu disuatu masa, seorang keturunan Tionghoa Arab yang tenggelam disekitar pulau dan berteriak minta tolong kepada nelayan yang sedang memancing. Tetapi teriakan tersebut tidak terdengar oleh sang pemancing. Pria yang sedang menyabung nyawa tersebut memperkeras suara teriakannya.”lae..lae..lae.., “teriaknya. kata tersebut berarti mari..mari..mari.. yang diucapkan dengan maksud meminta tolong. Tak lama kemudian, suara teriakan tersebut akhirnya terdengar oleh sang nelayan yang kemudian mengambilnya dan membawa pria keturunan itu ke pulau. Namun sayang pria itu tidak lagi dapat tertolong nyawanya. Sebelum nafas terakhir dihembuskannya, pria tersebut sempat berpesan agar pulau itu dinamakan pulau Lae-lae dan dia dikuburkan disana.

kuburan tersebut masih ada berdiri disana sampai sekarang... terletak dibagian selatan ujung pulau tersebut.. dengan rangkaian batu pemecah ombak berbentuk piramida disekelilingnya...
Pulau Laelae merupakan salah satu pulau dalam gugusan pulau atau Kepulauan Spermonde, Sulawesi Selatan. Secara administratif termasuk ke dalam wilayah Kota Makassar, Kecamatan Ujung Pandang, Kelurahan Laelae, dengan luas aratan pulau 8,9 Hektar. Secara Geografis pulau terletak pada posisi 119o 23’33,1” BT dan 05o08’ 16,0” LS atau di Perairan Selat Makassar. Batas-batas administrasi meliputi; Sebelah Barat berbatasan dengan Pulau Samalona, sebelah Timur dengan Kota Makassar, Sebelah Selatan dengan Tanjung Bunga, dan Sebelah Utara dengan Lae lae kecil.
Warga pulau Lae-lae sebagian besar bermatapencaharian sebagai nelayan. Data kelurahan Lae-lae menunjukkan bahwa nelayan di pulau yang dapat dicapai dalam waktu 15 menit dengan menggunakan jolloro dari daratan utama kota makassar (dermaga kayu bangkoa) ini berjumlah 300 orang. Nelayan-nelayan tersebut menggunakan alat tangkap seperti pancing, jaring, dan tombak. Areal penangkapan mereka tersebar mulai dari wilayah perairan kota Makassar seperti pulau Lae-lae, pulau Samalona, Kodingareng, hingga perairan kabupaten Pangkep seperti Liukang Tuppabiring dan Liukang Tangaya. Perairan pulau Lae-lae juga menjadi areal penangkapan ikan para pemancing baik nelayan maupun pemancing wisata. Tingkat pendidikan penduduk Pulau Laelae relatif lebih tinggi. Berdasarkan data yang diperoleh dari Kantor Kelurahan tahun 2008, diketahui bahwa sekitar 52 penduduk adalah sarjana, 53 SMA, 300 orang dengan tingkat pendididkan SMP, dan 462 Tamat SD. Meskipun demikian jumlah warga yang tidak tamat SD masih lebih dominan.
---
sumber referensi :
http://id.wikipedia.org/wiki/Pulau_Lae-Lae
http://midhan24.wordpress.com/2009/04/11/pulau-lae-lae-antara-sunset-terindah-dan-ancaman-tergusur/
http://anakpantai.dagdigdug.com/2008/04/17/pulau-lae-lae/
Rabu, 10 Juni 2009
AKKARENA TANJUNG BUNGA BUAIAN PANTAI DIBAWAH ROMANTISME SUNSET
Pantai sejak dulu telah menjadi destinasi wisata yang tidak hanya menjanjikan sebuah eksotisme tetapi juga hiburan yang memukau. Dengan fasilitas yang lengkap, Akkarena Tanjung Bunga berhasil mensinergikan kedua hal ini.

Sebagai daerah pesisir, Makassar memiliki panjang pantai yang sangat potensial untuk dijadikan sebagai salah satu daya tarik wisata, salah satunya adalah Akkarena Tanjung Bunga. Dibangun diatas lahan seluas 12 hektar, tempat rekreasi ini menawarkan berbagai hiburan bagi Anda sekeluarga. Mulai dari fasilitas sport, playground hingga dermaga tempat Anda dapat duduk santai menikmati sunset.

Dengan membayar tanda masuk Rp 5000 perkepala serta biaya parkir Rp 1000 untuk motor dan Rp 2000 untuk mobil, Anda akan disuguhi dengan berbagai fasilitas hiburan. Dimulai dengan fasilitas ATV yang merupakan salah satu olahraga pemacu adrenalin. Dengan arena yang menantang dijamin Anda akan merasakan nikmatnya memacu denyut jantung.
Jika tak menyukai olahraga jenis ini, Anda boleh beralih ke water sport. Yang spesial dari water sport di Akkarena ini adalah adanya fasilitas speed boat yang menuju ke Pulau Samalona. Selain itu, berenang dan billiard merupakan pilihan menarik bagi Anda sekeluarga yang hanya ingin berolahraga ringan.
Dengan konsep tempat rekreasi bagi keluarga, Akkarena juga memiliki playground yang dilengkapi dengan berbagai jenis permainan, seperti ayunan, jungkat jungkit dan luncuran yang tentunya sangat menarik bagi pengunjung yang membawa anak kecil. Dermaga yang memiliki panjang sekitar 30 meter merupakan daya tarik yang berbeda dari tempat rekreasi yang resmi beroperasi pada bulan Juni 1998 ini.
Waktu kunjungan terbaik di tempat rekreasi ini adalah sore hari menjelang sunset. Siraman cahaya matahari sore dan balutan semilir angin laut merupakan perpaduan tepat yang akan Anda nikmati di tempat ini. Jangan beranjak sebelum Anda puas menikmati sunset terindah di tempat yang sering dijadikan sebagai tempat penyelenggaraan acara musik ini. Eksistensi Akkarena dalam menyelenggarakan event akbar terlihat dari dipilihnya tempat rekreasi ini sebagai tempat penyelenggaraan event The Rising Star yang menyedot animo ribuan masyarakat. Jika malam menjelang, Akkarena tidak lantas sepi pengunjung akan tetapi malah makin ramai dengan kunjungna para remaja yang ingin memadu kasih di bawah cahaya rembulan dan sapaan angina laut.
Bagaimana jika Anda lapar atau haus? Tak usah khawatir, karena di tempat rekreasi yang perharinya menerima pengunjung hingga 1000 orang ini juga dibangun area foodcourt, baik yang outdoor maupun indoor. Anda dapat memesan mulai dari minuman hingga makanan yang harga dan rasanya sangat cocok bagi Anda.

Waktu beroperasi Akkarena Tanjung Bunga yakni pkl 07.00 – pkl 22.00 (senin-jumat), pkl 06.00 – pkl 24.00 (sabtu) dan pkl 06.00 – pkl 22.00 (minggu). Dengan segmentasi middle to high, Akkarena merupakan tempat rekreasi yang lengkap, nyaman dan aman bagi Anda sekeluarga. Jadi, tunggu apalagi. Herlina

Sebagai daerah pesisir, Makassar memiliki panjang pantai yang sangat potensial untuk dijadikan sebagai salah satu daya tarik wisata, salah satunya adalah Akkarena Tanjung Bunga. Dibangun diatas lahan seluas 12 hektar, tempat rekreasi ini menawarkan berbagai hiburan bagi Anda sekeluarga. Mulai dari fasilitas sport, playground hingga dermaga tempat Anda dapat duduk santai menikmati sunset.

Dengan membayar tanda masuk Rp 5000 perkepala serta biaya parkir Rp 1000 untuk motor dan Rp 2000 untuk mobil, Anda akan disuguhi dengan berbagai fasilitas hiburan. Dimulai dengan fasilitas ATV yang merupakan salah satu olahraga pemacu adrenalin. Dengan arena yang menantang dijamin Anda akan merasakan nikmatnya memacu denyut jantung.
Jika tak menyukai olahraga jenis ini, Anda boleh beralih ke water sport. Yang spesial dari water sport di Akkarena ini adalah adanya fasilitas speed boat yang menuju ke Pulau Samalona. Selain itu, berenang dan billiard merupakan pilihan menarik bagi Anda sekeluarga yang hanya ingin berolahraga ringan.

Dengan konsep tempat rekreasi bagi keluarga, Akkarena juga memiliki playground yang dilengkapi dengan berbagai jenis permainan, seperti ayunan, jungkat jungkit dan luncuran yang tentunya sangat menarik bagi pengunjung yang membawa anak kecil. Dermaga yang memiliki panjang sekitar 30 meter merupakan daya tarik yang berbeda dari tempat rekreasi yang resmi beroperasi pada bulan Juni 1998 ini.
Waktu kunjungan terbaik di tempat rekreasi ini adalah sore hari menjelang sunset. Siraman cahaya matahari sore dan balutan semilir angin laut merupakan perpaduan tepat yang akan Anda nikmati di tempat ini. Jangan beranjak sebelum Anda puas menikmati sunset terindah di tempat yang sering dijadikan sebagai tempat penyelenggaraan acara musik ini. Eksistensi Akkarena dalam menyelenggarakan event akbar terlihat dari dipilihnya tempat rekreasi ini sebagai tempat penyelenggaraan event The Rising Star yang menyedot animo ribuan masyarakat. Jika malam menjelang, Akkarena tidak lantas sepi pengunjung akan tetapi malah makin ramai dengan kunjungna para remaja yang ingin memadu kasih di bawah cahaya rembulan dan sapaan angina laut.
Bagaimana jika Anda lapar atau haus? Tak usah khawatir, karena di tempat rekreasi yang perharinya menerima pengunjung hingga 1000 orang ini juga dibangun area foodcourt, baik yang outdoor maupun indoor. Anda dapat memesan mulai dari minuman hingga makanan yang harga dan rasanya sangat cocok bagi Anda.

Waktu beroperasi Akkarena Tanjung Bunga yakni pkl 07.00 – pkl 22.00 (senin-jumat), pkl 06.00 – pkl 24.00 (sabtu) dan pkl 06.00 – pkl 22.00 (minggu). Dengan segmentasi middle to high, Akkarena merupakan tempat rekreasi yang lengkap, nyaman dan aman bagi Anda sekeluarga. Jadi, tunggu apalagi. Herlina
Akkarena Tanjung Bunga, Sarana Rekreasi yang tepat buat keluarga yang dekat dari pusat kota.

Pantai Akkarena Terletak di daerah sekitaran pantai kota makassar. tepatnya didepan Mall GTC Makassar.

tempat ini tidak begitu jauh dari pusat kota, sekitar 10 menit menggunakan kendaraan pribadi. tempat ini merupakan tempat yang tepat untuk rekreasi buat keluarga selain murah dan nyaman untuk dikunjungi.

objek wisata yang ditawarkan di tempat ini antara lain pantai, sarana bermain anak,restoran, taman, dll.

tempat ini bisa dijadikan alternatif untuk jalan-jalan di kota makassar.
Minggu, 08 Maret 2009
Limbung, Lumbung Ikan

Berdiri sejak tahun 1995, bermula sebagai tempat pembenihan dan pengembangan ikan air tawar yang sekaligus merupakan tempat istirahat keluarga Manggabarani. Akhirnya timbul ide dari beberapa saran untuk mengembangkan lebih jauh menjadi suatu tempat rekreasi yang juga dapat dinikmati umum. Dari ide tersebut, berkembang konsep rumah makan dengan nuansa alami khas pedesaan. Bisnis keluarga ini meluas sampai Pinrang, Takalar, dan Bogor, namun ketiganya lebih spesifik pada pembibitan dan pengembangan ikan air tawar. Hal ini memudahkan pemenuhan kebutuhan ikan di Rumah Makan Mas Indah karena kekurangan asupan dapat ditutupi dari ketiga tempat ini.
Selain kebutuhan ikan yang selalu terpenuhi, kebutuhan akan air sebagai salah satu hal vital bagi tempat ini, akan selalu tersedia karena air yang digunakan langsung dari waduk bili-bili melalui saluran primer yang berputar keluar sehingga tidak mempengaruhi debit air yang dibutuhkan oleh para petani.
Cita rasa, keindahan, kebersihan, dan kenyamanan merupakan motto dari rumah makan ini. Usaha yang dilakukan untuk mencapai keempat tujuan tersebut adalah dengan memberikan penjelasan serta keterampilan bagi karyawan agar dapat memberikan pelayanan yang prima demi kepuasan konsumen. Tak hanya konsumen yang dipuaskan namun ke-24 karyawan yang bekerja di tempat ini ikut dipuaskan dengan pembangunan perumahan khusus buat karyawan demi kesejahteraan mereka di hari tua.
Pemanfaatan lokasi secara maksimal dapat dilihat dari belasan saung yang berkapasitas delapan sampai dua puluh orang serta dua restoran dengan kapasitas seratus sampai seratus lima puluh orang. Dengan kapasitas yang bervariasi yang dapat menampung banyak orang, tak jarang tempat ini biasa digunakan untuk launching produk dan tempat meeting. Tempat ini juga digunakan untuk arisan, pesta ulang tahun atau pun tempat berdua yang romantis. Untuk acara yang lebih besar sebaiknya membooking tempat, tiga sampai lima hari sebelummnya mengingat banyaknya pengunjung yang datang tiap hari apalagi pada hari Sabtu dan hari Minggu serta hari libur.
Dalam hal pencapaian kenyamanan secara maksimal kepada pengunjung disediakan elektone yang disewa pada hari-hari biasa namun terdapat keistimewaan pada hari Minggu dimana elektone didendangkan secara gratis. Tidak hanya itu saja, Musholla yang dapat menampung delapan orang disediakan bagi mereka yang ingin menunaikan kewajiban sholat. Satu lagi keistimewaan yang hanya dipunyai oleh tempat ini yaitu ikan buaya (Aligator fish), ikan hias yang didatangkan langsung dari sungai Amazon ini menjadi daya tarik tersendiri, mengingat ikan ini merupakan satu-satunya jenis ikan yang ada di Sulawesi Selatan. Dari namanya tampak bahwa ikan ini tergolong ganas, terbukti dari tangan salah seorang karyawan yang hampir putus karena digigit oleh ikan ini.
Barisan pohon kelapa, tanaman hijau yang merambat, hamparan sawah yang terbentang luas, kesejukan semilir angin, serta aliran air yang terdengar jernih menjadi bagian dari tempat yang agak tersembunyi ini.Tidak heran para artis seperti, Ikang Fauzy, Marissa Haque, Sultan Djorghy, Nia Daniaty, serta para pejabat menyempatkan hadir di sini untuk merasakan semuanya itu.
Tidak hanya suasana nyaman yang ditawarkan tempat ini tapi juga kulinernya. Dengan konsep “mancing langsung”, kita dapat memancing langsung ikan yang akan kita santap dengan olahan sesuai selera kita. Adapun paket ekonomis untuk makanan yaitu, nasi, ikan, sayur dan minuman seharga Rp. 25.000. Ikannyapun bermacam-macam, ada ikan gurame, ikan lele, ikan mas, ikan patin, dan ikan air tawar lainnya. Bagi yang sayang tangkapannya disantap, dapat membawa pulang hasil pancingannya dengan ditimbang terlebih dahulu tentunya. So tunggu apalagi? Mancing yuk! buN
------
on english :
Tired with all the routines that the more sembrawut and monoton demands of work and never ends? Rindu akan kehijauan desa yang sejuk, asri, tenang, hingga aliran air bagai teman bercerita selagi memancing ikan? Nostalgic village is greenness cool, beautiful, quiet, until the flow of water like friends telling stories while fishing? Suatu tempat di sebelah timur Makassar bisa menjadi salah satu jawaban untuk keluar dari himpitan kesesakan metropolitan yang kian mendera. A place in the east can be one of the answers to come out of the metropolitan press of the more wallop.
Mendung yang menyambut pagi di Limbung tidak mengurangi keindahan hamparan sawah yang terbentang di sepanjang jalan menuju Rekreasi Pemancingan Ikan Mas Indah, malah semilir angin yang menjadi salah satu ciri mendung menjadikannya lebih ndeso sehingga alam perkampungan makin terasa. Cloudy in the morning that the dock does not reduce the beauty of carpet in the rice fields that lie along the road to fishing Fish Recreation Mas Indah, even breezy wind that was one of the characteristics make it more gloomy ndeso so the feel of nature. Hari masih pagi namun karyawan rekreasi pemancingan ini sudah mulai sibuk membenahi area pemancingan seluas satu hektar yang terletak di Limbung. Still early days but the employees of recreational fishing has started this busy fishing area membenahi of one hectare, located in the inner harbor.
Berdiri sejak tahun 1995, bermula sebagai tempat pembenihan dan pengembangan ikan air tawar yang sekaligus merupakan tempat istirahat keluarga Manggabarani. Established since 1995, began as a place pembenihan and development of fresh water fish which is the resting place MANGGABARANI family. Akhirnya timbul ide dari beberapa saran untuk mengembangkan lebih jauh menjadi suatu tempat rekreasi yang juga dapat dinikmati umum. Finally, the idea arose from a few suggestions to further develop into a place of recreation that can also be enjoyed general. Dari ide tersebut, berkembang konsep rumah makan dengan nuansa alami khas pedesaan. From these ideas, developed the concept of restaurants with the natural feel of the typical rural. Bisnis keluarga ini meluas sampai Pinrang, Takalar, dan Bogor, namun ketiganya lebih spesifik pada pembibitan dan pengembangan ikan air tawar. This family business expanded to Pinrang, Takalar, and Bogor, but three more specific on the development of fish and fresh water. Hal ini memudahkan pemenuhan kebutuhan ikan di Rumah Makan Mas Indah karena kekurangan asupan dapat ditutupi dari ketiga tempat ini. This is easier for the fish needs to eat in the House because of lack of Mas Indah Feed can be covered from the third place.
Selain kebutuhan ikan yang selalu terpenuhi, kebutuhan akan air sebagai salah satu hal vital bagi tempat ini, akan selalu tersedia karena air yang digunakan langsung dari waduk bili-bili melalui saluran primer yang berputar keluar sehingga tidak mempengaruhi debit air yang dibutuhkan oleh para petani. In addition to the needs of fish, which is always fulfilled, the need for water as one of the most vital things for this place, will always be available due to water used directly from the reservoir bili-bili primary channel through which rotate out so that the debit does not affect the water needed by the farmers.
Cita rasa, keindahan, kebersihan, dan kenyamanan merupakan motto dari rumah makan ini. Taste, beauty, cleanliness, and comfort is the motto of this restaurant. Usaha yang dilakukan untuk mencapai keempat tujuan tersebut adalah dengan memberikan penjelasan serta keterampilan bagi karyawan agar dapat memberikan pelayanan yang prima demi kepuasan konsumen. Efforts made to achieve the fourth goal is to provide an explanation for the employee and the skills to be able to provide services for the prime customer satisfaction. Tak hanya konsumen yang dipuaskan namun ke-24 karyawan yang bekerja di tempat ini ikut dipuaskan dengan pembangunan perumahan khusus buat karyawan demi kesejahteraan mereka di hari tua. Not only consumers, but satisfied to-24 employees who work at this place took slaked with a special housing development for the welfare of employees in their old age.
Pemanfaatan lokasi secara maksimal dapat dilihat dari belasan saung yang berkapasitas delapan sampai dua puluh orang serta dua restoran dengan kapasitas seratus sampai seratus lima puluh orang. The location of the maximum utilization can be seen from dozens of Saung with eight to twenty people and two restaurants with a capacity of one hundred to one hundred fifty people. Dengan kapasitas yang bervariasi yang dapat menampung banyak orang, tak jarang tempat ini biasa digunakan untuk launching produk dan tempat meeting. Which vary with the capacity that can accommodate many people, this place is not rare for the usual launching products and meeting place. Tempat ini juga digunakan untuk arisan, pesta ulang tahun atau pun tempat berdua yang romantis. This place is also used for regular social gathering, birthday party or a romantic place for two. Untuk acara yang lebih besar sebaiknya membooking tempat, tiga sampai lima hari sebelummnya mengingat banyaknya pengunjung yang datang tiap hari apalagi pada hari Sabtu dan hari Minggu serta hari libur. For larger events should membooking place, three to five days sebelummnya remember the many visitors who come every day especially on Saturdays and Sundays and public holidays.
Dalam hal pencapaian kenyamanan secara maksimal kepada pengunjung disediakan elektone yang disewa pada hari-hari biasa namun terdapat keistimewaan pada hari Minggu dimana elektone didendangkan secara gratis. In terms of achievement of maximum convenience to the visitor is provided a rented elektone on weekdays but there is a distinction on Sunday where elektone didendangkan for free. Tidak hanya itu saja, Musholla yang dapat menampung delapan orang disediakan bagi mereka yang ingin menunaikan kewajiban sholat. Not only that, Musholla that can accommodate eight people is provided for those who want to fulfill obligations of prayer. Satu lagi keistimewaan yang hanya dipunyai oleh tempat ini yaitu ikan buaya (Aligator fish), ikan hias yang didatangkan langsung dari sungai Amazon ini menjadi daya tarik tersendiri, mengingat ikan ini merupakan satu-satunya jenis ikan yang ada di Sulawesi Selatan. Another distinction is that this place is owned by the crocodile fish (fish Aligator), ornamental fish are shipped directly from the Amazon river is the attraction power, considering the fish this is the only species of fish in the South Sulawesi. Dari namanya tampak bahwa ikan ini tergolong ganas, terbukti dari tangan salah seorang karyawan yang hampir putus karena digigit oleh ikan ini. From the name it appears that these fish are predatory, evidently from the hand of one of the employees who dropped out because almost bitten by this fish.
Barisan pohon kelapa, tanaman hijau yang merambat, hamparan sawah yang terbentang luas, kesejukan semilir angin, serta aliran air yang terdengar jernih menjadi bagian dari tempat yang agak tersembunyi ini.Tidak heran para artis seperti, Ikang Fauzy, Marissa Haque, Sultan Djorghy, Nia Daniaty, serta para pejabat menyempatkan hadir di sini untuk merasakan semuanya itu. Rows of coconut trees, green plants that vine, paving broad range of rice, cool breezy wind, and the flow of water into the crystal clear sound from a little place hidden ini.Tidak wonder the artists such as, Ikang Fauzy, Marissa Haque, Sultan Djorghy, Nia Daniaty, and the officials present menyempatkan here to experience all that.
Tidak hanya suasana nyaman yang ditawarkan tempat ini tapi juga kulinernya. Not only comfortable atmosphere offered by this place but also kulinernya. Dengan konsep “mancing langsung”, kita dapat memancing langsung ikan yang akan kita santap dengan olahan sesuai selera kita. With the concept of "direct MANCING", we can direct fishing and fish will be processed in accordance with santap our taste. Adapun paket ekonomis untuk makanan yaitu, nasi, ikan, sayur dan minuman seharga Rp. The package that is economical for food, rice, fish, vegetables and beverages at IDR. 25.000. 25000. Ikannyapun bermacam-macam, ada ikan gurame, ikan lele, ikan mas, ikan patin, dan ikan air tawar lainnya. Ikannyapun manifold, there Gurame fish, catfish, goldfish, patin fish and other freshwater fish. Bagi yang sayang tangkapannya disantap, dapat membawa pulang hasil pancingannya dengan ditimbang terlebih dahulu tentunya. For those who love tangkapannya disantap, can bring home the results pancingannya be pondered with the first course. So tunggu apalagi? So tunggu apalagi? Mancing yuk! MANCING yuk! buN bun
Sabtu, 07 Maret 2009
Meneropong Indahnya Wisata Alam dan Budaya di Bumi Lakipadada, Toraja

Jumat, 30 Mei 2008
Traveling To Farm Of tea In Malino
Wisata Kebun Teh Malino yang Memukau

Memanjakan diri di kawasan pegunungan yang syarat dengan hawa dingin, ditambah panorama alam dan deretan puncak kebun teh tersusun rapi, menampilkan satu tontonan keindahan yang memukau dan sayang untuk dilewatkan.
Enjoy you self In Mountain area, cool, and beautifully of nature and farm of tea to show beautiful.
Sepintas jika kita mendengar kata ‘Puncak’ langsung tertuju pada kebun teh Bogor. Saat ini anda tidak perlu jauh-jauh untuk dapat menikmati panorama kawasan hijau yang canti di kaki pegunungan. Karena kawasan puncak lengkap dengan kesejukan dan wewangian aroma teh yang tak kalah indah dan memesonanya dapat ditemukann di Malino. Perkebunan teh tersebut berada di desa Bulutan, jaraknya sekitar 9 km dari kota Malino. Teh yang dihasilkan dari kebun dataran tinggi moncong, Gowa ini merupakan hasil kerja sama dari Mitsui Norin Co. Ltd dan PT. Dharma Incharcop Coy, sebagai share holder, dibawa bendera PT. Nittoh Malino Tea.
Arah menuju kebun teh yang memiliki luas lahan produksi mencapai 170 hektar ini, selain menanjak dan berkelok-kelok, juga melintasi deretan lembah dan pegunungan yang terlihat cantik dan memukau sepanjang jalan. Ini menjadi bukti keindahan hamparan kebun teh yang tersusun rapi dan bernuansa alam asri nan sejuk, menjadi salah satu daya tarik buat Anda dan keluargga tuk berkunjung.
Kawasan puncak pegunungan kebun teh merupakan salah satu alternatif tujuan wisata yang banyak dipilih masyarakat, khususnya bagi orang-orang kota yang sehari-hari disibukkan dengan rutinitas pekerjaan dan kebisingan suasana kota. Hanya dengan melihat hamparan perkebunan teh yang elok hijau dari puncak bukit, ditambah tingkah para pekerja yang sedang memetik teh kan membawa kedamaian sekaligus ketenangan buat wisatawan.
Untuk bisa mencapai kawasan yang menurut rencana akan dijadikan kota kembang ini. Anda harus menempuh jarak sekitar 70 kilometer dari Makassar. Waktu tempuh sekitar 3 jam ini bias dengan menggunakan angkutan kota dari terminal Sunguminasa, Gowa menuju pasar Malino membayar ongkos sebesar Rp15.000/orang. Tiba di pasar Malino perjalanan kemudian dilanjutkan menggunakan ojek dengan mengeluarkan biaya Rp5000. Mengingat menuju kawasan perkebunan dengan tarif Pedesaan jurusan Malino, waktu tempuh kurang lebih 2-3 jam perjalanan dengan tarif Rp….bisa melihat secara langsung proses pembuatan teh dari awal hingga akhir

Hamparan perkebunan eksotis keberadaan kebun teh menjadi sala satu daya tarik pengunjung untuk melihat secara langsung proses pembuatan teh mulai dari pemetikan sampai pengelolahannya. Semua dapat disaksikan Pesona Kota Malino, yang terletak 90 km dari arah selatan Makassar merupakan suatu kawasan wisata alam yang memiliki daya tarik menarik dan luar biasa. Tidak diragukan lagi, saat anda berkunjung ke daerah ini, kesejukan terpanpan melalui pesona alamnya yang indah.
Lokasi menuju kebun the dapat ditempuh dengan menggunakan dua alternatif u,
Untuk penginapan bersama keluarga Anda tidak perlu kuatir. Banyak pilihan tempat menginap di kota ini, tentu saja dengan harga berfariasi dan dijamin memenuhi dompet Anda. Seperti di pondokan Rp 80 ribu, di Bukit Indah Rp 150 ribu dan Hotel Celebes Rp 200- 400 ribu per room. , ariel/yul
Tempat Penginapan Di Malino
Nama Penginapan Alamat
Hotel Pinang Mas Jl.Posor Sinjai Malino
Villa Resorst Celebes Jl.Sultan Hasanuddin No.1
Wisma Lompobattang Jl.Gunung Lompobattang No.89
Penginapan sederhana Jl.Gunung Lompobattang No.90
Pondok Lembah Biru Jl.Pa’tene Malino
Bukit Indah Malino Jl.Endang No.20
Bantimurung The ’Kingdom Of Butterfly’

Taman wisata alam Bantimurung berada di Kabupaten Maros, terletak 50 km dari Kota Makassar atau 15 km dari kota Maros, Provinsi Sulawesi Selatan. Kawasan yang hanya ditempu satu jam dari Makassar ini, merupakan kawasan wisata yang sangat cocok untuk berlibur bersama keluarga, dan miniatur kupu-kupu raksasa serta patung kera menandai kita memasuki kawasan Bantimurung. Karena keindahan kawasan ini, maka pantaslah jika obyek wisata Bantimurung diberi julukan sebagai The Beast Family Holyday.
The Nature Park Of Bantimurung in Maros of south sulawesi, 50 Km from Makassar city or 15 Km from MAros. this place you can have with 1 hour from makassar. this place very compatible for travelling with family. the miniatur of butterfly and artifact of bantimurung traveling has name The best family holiday.
Untuk memasuki area Bantimurung, Anda cukup membayar tiket masuk seharga Rp.5.000 untuk Dewasa dan Rp.4.000 untuk anak-anak, sudah bisa menikmati berbagai fasilitas yang ada di dalam kawasan yang baru-baru ini dikunjungi dan diperkenalkan ke Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono. Kawasan yang memiliki luasnya sekitar 24 hektar ini, selain dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan pribadi, juga terbuka akses untuk angkutan umum (pete-pete), melalui kota Maros atau dapat di carter menuju lokasi obyek.
if you want to visit in bantimurung area you can only puy ticket that price Rp. 5000 and Rp.400 for children. and you can have to enjoyed much facility. this place have ever to show with President of Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono. This area have a width 24 Ha. you can have this are with your private transportation and public transformation too (pete-pete), from maros to the location.

Dalam kawasan banyak aktifitas atau kegiatan yang dapat Anda lakukan bersama keluarga, diantaranya tersedia sarana permandian buat anak-anak. Jadi buat Anda yang membawah anak kecil tidak perlua kuatir akan derasnya aliran sungai, yang berada di seputaran kawasan air terjung Bantimurung, karena tersedia kolam permandian khusus anak-anak. Dalam kawasan Anda bersama-sama keluarga, juga bisa mennyantap bekal yang di bawah dari rumah, cukup hanya dengan menyewa pendopo-pendopo mungil ke pengelola, dengan tarif berfasiasi antara Rp40.000- Rp60.000 per-pendopo.
In This place you can do much activity with your family, other this one swimming pool for children. so if you common with your children don't worry that big waterfall in bantimurung area. in this area you can eat that you give from your home only pay a small house with the variations price between Rp.40.000-Rp.60.000 / house.
Puas menikmati permandian air terjung Bantimurung, Anda dapat mengunjungi Goa mimpi dan danau Toakala, sambil menikmati kupu-kupu dan binatang kera jenis Maccala Maura yang sudah langkah dan terkadang muncul secara tiba-tiba di area Toakala. Selain itu juga terdapat Museum istana kupu-kupu dan penangkarannya. Kawasan ini juga dikenal sebagai ’kingdom of butterfly’, karena kita dapat melihat berbagai macam kupu-kupu berterbangan di alam bebas seputar penankaran.Di museum istanah kupu-kupu, terdapat kurang lebih 200 spesies kupu-kupu di dalamnya,diantaranya spesies Papillo Androcles yang tergolong langka, tidak dijumpai di daerah-daerah lain, Troides hypolitus, Troides helena, Troides halipron, Papilio adamanthis dan Chetosia myrana.
have you finished like to enjoy wit bantimurung waterfall, you can visit to dream of path. and Toakala Lake, you can have enjoy with Much butterfly, and Primata like maccala Maura come in toakala area. other this one the kingdom of butterfly because we can see much butterfly 200 of species. other this one Troides hypolitus, Troides helena, Troides halipron, Papilio adamanthis and Chetosia myrana.
Kepala seksi kawasan Bantimurung, H. Abd.Gafar S.Sos, kepada kemilau mengatakan,pengelolah akan menyediakan permainan baru dalam kawasan Bantimurung. “Tidak lama lagi pengujung khususnya anak-anak, dapat menikmati fasilitas bermain yakni, Bom-bom Car di area Bantimurung, tepatnya 2008 sudah difungsikan”.
Sebagai buah tangan anda dan keluarga, dapat membawah pulang cendera mata dari Bantimurung, berupa kenang-kenangan atau oleh-oleh, buat teman dan keluarga yang kebetulan tidak sempat bertanda ke taman wisata alam Bantimurung, seperti gantungan kunci dengan harga yang bervariasi antara Rp5.000 sampai Rp15.000. Ada juga kupu-kupu dengan spesies beragam, yang telah diawetkan dan dibingkai rapi buat dijadikan sebagai hiasan dinding ruamh tamu, dengan harga berkisar Rp50.000 hingga Rp200.000.
if you want to give a merchandise for your family and your friend from this bantimurung you can choice a hang of key, butterfly, wall accessories with price Rp.50.000,- Rp.200.000,-
Di lokasi ini juga tersedia fasilitas penunjang lainnya seperti Wisma, Lapangan tenis, Musolah, Gazebo, WC umum, Kios PKK, rumah makan dan Area parkir yang luas. yuLi/ariel
In This Location have been reserved like Wisma, Tennis Field, Musolah, gazebo, WC Umum, Shop, restaurant and parking area. From Yuli/ariel
Kamis, 29 Mei 2008
Port Rotterdam In Macassar

Tak lengkap rasanya jika Anda berkunjung ke Sulawesi Selatan tanpa mengunjungi Benteng Rotterdam. Benteng yang lebih dikenal dengan nama Benteng Ujung Pandang ini merupakan Benteng peninggalan sejarah kejayaan dan keperkasaan dari kerajaan Gowa adab ke 17. Benteng tertua yang menyerupai kura-kura ini dibangun tahun 1545 oleh Raja Gowa ke IX, yaitu I Marigau Daeng Bonto Karaeng Lakiung atau lebih dikenal dengan julukan Karaeng Turipallangga. Benteng ini terletak di pusat kota menuju arak Pantai Losari dan untuk akses kendaraan ke lokasi ini dapat ditempuh dengan berbagai jenis kendaraan, dengan tarif yang cukup terjangkau untuk semua kalangan. Bila dari arah Pantai Losari ke Benteng Anda dapat menggunakan kendaraan roda tiga khas kota Makassar, Becak dengan tarif tiga ribu.
Not Complete your feel if you don't come to south sulawesi. Port rotterdam or port Ujung Pandang are ommision of Gowa Empire 17 th century. the first port like the tortoise at build from 1545 by The of Gowa century IX, He Is marigau Daeng Bonto Karaeng Lakiung or Karaeng Turipallangga. The Location Of This Port in center of Makassar near from losari beach and can have with much other transportation for all people. if you come from Losari beach to Port Roterdam you can use 3 wheel transportation with 3 thousand rupiahs.

Patung Sultan Hasanuddin dengan seekor kuda putih merupakan simbolis penyambutan kedatangan pengunjung ke Benteng Rotterdam. Memasuki area benteng disebelah kiri Anda akan menemukan Museum bersejarah La Galigo. Dimana museum ini menampung berbagai koleksi benda-benda bersejarah mulai dari peninggalan Kolonial Belanda sampai pemerintahan Jepang. seperti rantai Emas, Keramik,Uang Dinar, Sepeda antik ,Tombak, Pelaminan, dan bukti dari penggunaan bahan dasar pembangunan Bentang rotterdam. Memasuki area Benteng bebas biaya, kecuali saat memasuki Museum La Galigo yang berada di dalam area Benteng, pengelolah mematok tarif Rp1700 (Dewasa) dan Rp1200 (Anak).
Benteng Rotterdam sangat cocok buat Anda yang menyukai History traveling dan memiliki jiwa-jiwa akustik terhadap benda-benda peningalan masa lampau. yuL
The artefact's of Sultan Hasanudin wih a white hourse is the symbol of welcome says fro visitor to Roterdam. If You come to port of roterdam you can found Museum lagaligo where you can found object history from dutch colony, Japan , etc. like gold choker , ceramic , dinar , bycle etc. you can puy Rp.1700 , and Rp 1200 for children . Port rotterdam very compatible for you if you like traveling and have think of acoustics from historical object . YUl
Label: Budaya, pariwisata, rotterdam makassar benteng ujung pandang peninggalan se, society, Travelling
The Museum Of Makassar City
[gallery]
Museum kota Makassar merupakan salah satu objek wisata bersejarah yang ada di kota Makassar, dan sangat tepat dijadikan sebagai tujuan wisata. Obyek yang terletak di jantung kota jalan.Balaikota No.11A ini, dulunya merupakan Gedung Balaikota lama, di dalam museum ini kita bisa mengenal lebih dekat sejarah dan identitas kota Makassar pada zaman dahulu, dimana sejarah maupun budaya penduduknya waktu itu sangat beragam (pluralistis).
The Museum of Makassar City are on object of tourism with history in Macassar City. this object that right to make as destination of tourism. this object live in center of city In Balaikota street No. 11 A. have ever to Balaikota Building . in Museum we can know more about history and identity of makassar at epoch first where history and the peoples very kind (pluralistis)
Saat memasuki Gedung berlantai 2, yang berada di semping kiri kantor Walikota ini, Anda akan merasakan suasana dan nuasa tempo doloe, dimana Piano tua masa peninggalan kolonial belanda yang terpampan di pintu masuk museum, menyambut kedatangan pengunjung museum kota.
if you come this building with 2 floor , in left area in Walikota Office you can feel epoch first nuance. where piano from colony of dutch at front of the door museum has greet to come visitor at museum
Bangunan di Museum kota Makassar ini masih tetap terjaga baik, itu bisa dilihat dari segi bangunannya maupun penataannya yang tidak mengalami terlalu banyak perubahan. Di dinding museum tepatnya di rung pemerintahan, terpajang berbagai foto-foto pejabat Pemerintahan dari zaman Belanda. Ada juga ruangan yang memamerkan berbagai koleksi pribadi dari dua mantan Walikota Makassar, diantaranya room Maula Art dan room Patompo Memorial.
The Building in Museum of Makassar City has good awake . this you can see from artistic of building or settelment not has event change. at the wall in government room, you can see photos from government from dutch long for time ago. you can have a room to show private collection from two former of walikota /leader of makassar , other this one Maula Art and Patompo Room memorial.
Jika Anda ingin melihat dan mengetahuai lebih mengetahui tentang sejarah keberadaan kota Makassar, Anda tinggal datang ke Museum kota, karena berbagai peninggalan seperti Peta Bumi, Patung dan Relief Potret, Bola Meriam, peralatan sehari-hari tempo dolue dan instrumen musik serta berbagai koleksi dapat anda temukan di museum ini.
if you want to see and know more about history of makassar, you must come to Museum of city , because many ommision like earth map , artifacts, idol, gun ball, toll of house, music or collection you can find in this museum.
Tola’ bala In South Celebes Tradition
Secara harfiah tola` bala berarti “menolak bahaya”. Tujuan tola’ bala hampir sama dengan kuliwa, demikian pula acara yang dilaksanakan di dalamnya. Jenis tola’ bala yang lain adalah ritual yang umumnya dilaksanakan oleh isteri-isteri nelayan dan sifatnya lebih sederhana. Bahan yang diperlukan dalam tola’ bala adalah: loka tira’, loka manurung, banno’, buras, dan makanan yang manis (kue); peralatan: tappiang, kappar (baki), dan dupa.
Tola' Bala the meaning as refuse a danger. The meaning of Tolak bala near same as Kuliwa, the ceremonial at do in this like same too. The kind Of Tola' Bala are ritual from wife of fisherman but a few modestly. substance to use in Tolak Bala are : loka tira’, loka manurung, banno’, buras, and sweet food (Cookies); peralatan: tappiang, kappar (baki), dan dupa.
Tahapannya adalah: baine posasi’ (isteri nelayan/pelaut) menyiapkan bahan-bahan tersebut; tiga (angka tiga mewakili: punggawa, sawi, dan lopi) kumpulan gabah (bahan pembuat banno’) yang sudah dilumuri minyak diletakkan di atas tappiang; secara bergantian dimasukkan ke dalam wajan tanah yang panas untuk diolah menjadi banno’; karena pengaruh panas, gabah itu akan “meledak”, jika daya semburan banno’ lemah maka itu pertanda ada masalah yang dihadapi oleh banno’ yang diwakili, demikian pula sebaliknya jika kuat tandanya tidak ada masalah;gabah yang telah masak dikembalikan ke posisi semula di atas tappiang; selanjutnya bersama pisang, buras dan kue, banno’ dibawa ke rumah panrita untuk dido’akan meminta keselamatan. Khusus pisang, buras, dan kue dibagi dua: ditinggal di rumah ulama (panrita) dan dibawa kembali ke rumah. Sebelum berangkat ke rumah ulama, bahan-bahan yang berada di atas kappar tersebut diasapi dengan dupa di dekat posi’ arriang. Sekembalinya, bahan-bahan tersebut diletakkan di dekat posi’ arriang sampai nelayan kembali dari laut.
the step are : Baine Posasi' ( the wife of fisherman ) preparing three ( Three deputizing of : Punggawa, Saei, and Lopi) corps a rice ( Substance of banno) with smear of oil an put On tappiang, in innings in frying pan. because hot influence of frying pan the rice will exploit , if the exploit are small that sign have problem a banno, like on the contrary but if the sign is hard that meaning is no problem.the rice have ever to ripe back on tappiang for next with banana, buras and cookies has give to panrita home for pray to have save. The Banana, buras and cookies are have been divide to two. has leave in panrita home and to give back at home. before come to panrita home, the substance of kappar must to smoke with dupa in the near from posi' ariang. after that substance must put to Posi' ariang until fisherman be back from the sea
Ritual ini dilaksanakan setelah selesai shalat shubuh pada hari Jum’at. Umumnya dipraktekkan oleh isteri punggawa posasi’, adapun yang suaminya sawi tidak melaksanakan ritual tersebut. Tola’ bala dilaksanakan hanya untuk kegiatan melaut yang memakan waktu lama, misalnya motangnga dan malla’dung. Pembelian bahan untuk tola’ bala dimasukkan ke dalam ongkos melaut yang ditanggung punggawa bersama sawi-nya.
The Ritual have after subuh prayer at friday. that do usually from wife of posasi but the wife of sawi not do that ritual. Tola' Bala have do only the activity of sail and have long time. for example motangnga and malla’dung. for buying substance of Tola' Bala in put sail of budget in guarantee of punggawa and their wife.
"Kuliwa" In mandar south sulawesi Tradition

Kuliwa merupakan ritual yang ‘wajib’ dilakukan oleh para nelayan Mandar. Dalam prakteknya, kuliwa dilaksanakan ketika akan “meresmikan” sesuatu, baik benda maupun kegiatan, misalnya: meresmikan perahu, alat tangkap (jala dan gae) dan ketika memulai kegiatan penangkapan.
Kuliwa Is Obliged to Ritual that do Fisherman In Mandar South Celebes. In Kuliwa to do will ever opening something, like object or ceremonial, for example .. opening a first time to use a ship, catch fish machine (Jala & Gae) and to first time to catch fish, or sishing.
Posasi’ (nahkoda perahu) meyakini, jika tidak melakukan kuliwa ketika akan memulai turun ke laut (pelayaran pertama), maka boleh jadi akan ada sesuatu hal yang merisaukan hati di dalam pelayaran. Dalam prakteknya, kuliwa dilaksanakan ketika akan ‘meresmikan’ sesuatu, baik benda maupun kegiatan, misalnya: meresmikan perahu, alat tangkap dan ketika memulai kegiatan penangkapan (setelah lama tidak melaut). Nelayan biasa juga melakukan kuliwa dalam pertengahan musim motangnga ketika pada beberapa operasi pertama mereka tidak memperoleh hasil.
Posasi (The Leader In the Ship) belief that if dont ever Kuliwa when will begin to Sea in first sail, maybe will happened something that dangerous in sail. that do, Kuliwa used if they want to opening something about sail or catch a fish for the firs time ( ever long time never sail). the fisherman usually do Kuliwa in middle sesason motangga ever they activity don't make a result.
Kuliwa dilaksanakan di kediaman punggawa posasi’ yang dipimpin oleh seorang pemuka agama (panrita) dan dihadiri oleh awak kapal (sawi-sawi). Jika meresmikan perahu, acara kuliwa (pembacaan barasanji) dilaksanakan di atas perahu. Demikian juga ketika meresmikan roppong yang telah selesai dibuat, tapi praktek kuliwa untuk roppong sudah lama tidak dilaksanakan. Acara inti dalam kegiatan kuliwa adalah pembacaan barasanji yang dipimpin oleh seorang pemuka agama. Selesai membaca barasanji, dilanjutkan dengan pembacaan do’a kepada Allah SWT untuk memohon keselamatan dan rezeki. Kemudian acara dilanjutkan dengan menyantap hidangan yang telah disediakan.
Kuliwa have even to place a Punggawa posasi , panrita or the leader of religion and the audience is sawi-sawi or crew man of ship. they opening a ceremonial of kuliwa on the ship. have finished to do a kuliwa they too have pray to Allah SWT for request a save or live. later then eat a food serving.
ariel, Email : ariel4ever@windowslive.com
Rabu, 28 Mei 2008
Magic And Ritual in Mandar People
In The Group of sailor and Mandar fisherman, the ritual and magic are the important part in ship technology production, sail that they do. with others word , technology and ritual and magic are one part. the ritual is traditional order with social and motivation. and motivation is relationship from background of society. cause in Mandar territory is very difficulty to Traditional definition of dissociating with modern in sail now.
Di kalangan pelaut dan nelayan Mandar, ritual dan mistik merupakan bagian penting dalam teknologi pembuatan dan pelayaran perahu yang mereka praktekkan. Dengan kata lain, teknologi dan ritual serta mistik merupakan satu kesatuan. Ritual adalah aturan tradisional yang berhubungan erat dengan aturan sosial dan motivasi. Dan motivasi sangat berkaitan dengan latar belakang budaya yang ada. Karenanya di Tanah Mandar sangatlah sulit untuk memisahkan batasan tradisional dengan modern dalam kegiatan pelayaran, khususnya untuk saat ini.
although a ship ever to use a machine, compass, and fishing machine modern this not only that traditional society have leave. that all move place. if the first time where use in the object that their making, and now ever to do but with some adjustment. they ever to society ritual to use a machine for the first time. although ever to have degradation but this ritual have to do until now.
Walaupun sebuah perahu telah menggunakan mesin, kompas, dan alat tangkap yang modern lainnya, itu bukan berarti bahwa nilai-nilai tradisional ditinggalkan. Kesemuanya itu hanya ‘berpindah tempat’. Jika dulunya ritual tersebut dipraktekkan untuk benda-benda yang mereka kembangkan sendiri, sekarang tetap dilakukan tetapi dengan beberapa penyesuaian. Mereka tetap mengadakan ritual adat untuk ‘meresmikan’ mesin dan gae yang mereka baru beli, misalnya. Meski telah terjadi degradasi praktek (dan kualitas) ritual dan mistik di kalangan pelaut serta nelayan sekarang ini, namun serangkaian kegiatan terkait kepercayaan dan mitos tetap mewarnai kehidupan pelaut Mandar. Berikut ini adalah sejumlah kegiatan dan bentuk kepercayaan yang dilakukan di desa-desa nelayan di Tanah Mandar.
From Ariel, Mailto:ariel4ever@windowslive.com
Selasa, 27 Mei 2008
Travelling To Maros In South Sulawesi

Kabupaten Maros tidak hanya dikenal sebagai daerah penghasil beras, ikan bandeng dan tambang marmer di jazirah Sulawesi. Daerah penyanggah Kota Makassar ini juga memiliki kawasan kars terbesar dan terluas di Asia dengan pelabuhan udara bertaraf internasional, Bandara Hasanuddin.
Maros don't know just as producer of rice, bandeng fish & the mine of carts in south sulawesi. This town have too a place karst veri big i sulawesi and veri width in asia with harbour and air port international that is Hasanuddin Airport.
Yang menarik, daerah ini juga memiliki sejumlah obyek wisata yang cukup menjanjikan. Salah satunya adalah Pemandian Alam Bantimurung atau lebih dikenal dengan sebutan kawasan Air Terjun Bantimurung.
That Interesting in this place have too beautiful place. other this one The Nature Pool Bantimurung or Bantimurung Waterfall.
Air Terjun Bantimurung termasuk salah satu obyek wisata andalan Kabupaten Maros, Provinsi Sulsel, yang memiliki luas wilayah mencapai 6.619,11 kilometer persegi. Pemerintah setempat, kini telah membagi sektor pariwisata di daerah itu menjadi tiga komponen besar, yakni obyek wisata alam, budaya dan sejarah.
The Bantimurung waterwall is another place with interest in Maros, South sulawesi. this place have a width 6.619,11 Km2.
Obyek wisata alam meliputi kawasan Bantimurung, Pantai Kuri, Air Terjun Bonto Somba, Pemandian Air Panas Reatoa Mallawa, Taman Safari Pucak, Cagar Alam Karaenta dan Sungai Pute.
maros have Pantai Kuri, Monto Somba Water Fall, hot water pool Reatoa Mallawa, Pucak Safari Park, Karenta And Pute River.
Obyek wisata budaya meliputi kegiatan upacara adat Kerajaan Marusu, Katto Bokko. Kemudian, kesenian tradisional meliputi Tari Kalubampa, Makkampiri, Kalabbirang, Pepe-pepeka dan Rebbana.
The Social culture in Maros are Upacara adat marusu, Katto Bokko, Tari Kalubampa, makkampiri, Kalabbirang, Pepe-pepeka, and rebbana.
Senin, 26 Mei 2008
BALAN TONJONG, OBJEK WISATA AIR DI TENGAH KOTA MAKASSAR
Pengendali banjir juga dapat dijadikan sebuah objek wisata. Hal ini belum dilihat secara jeli oleh pemerintah kota Makassar. Padahal di Makassar sendiri terdapat pengendali banjir yang sangat berpotensi dijadikan objek wisata yaitu Balan Tonjong.
Dibangun sekitar tahun 1980-an, Balan Tonjong pertama kali diperuntukkan sebagai pengendali banjir kota Makassar. Dengan memiliki luas sekitar 60 hektar, Balan Tonjong dapat memperlihatkan fungsinya sebgai pengendali banjir. Di dalam area Balan Tonjong, pemerintah kota Makassar memiliki aset sekitar 8 hektar.
“Balan Tonjong ini sangat indah sehingga sangat memungkinkan diadakannya kegiatan-kegiatan wisata. Hal ini telah diketahui oleh pemerintah kota Makassar sehingga membangun sebuah baruga di atas Balan Tonjong. Kenapa tidak kita coba benahi karena Balan Tonjong ini satu-satunya yang dapat dijadikan obejk wisata air yang ada di kota Makassar,” buka H. Gani Sirman, Camat Manggala.
“Sebenarnya pengolahan Balan Tonjong langsung berada di bawah naungan Dinas Pariwisata koa Makassar. Namun pihak kecematan tetap akan memberikan masukan-masukan karena pihak kecamatanlah yang mengetahui dan melihat langsung manfaat yang ada. Jadi kita sebagai pihak kecamatan setiap saat memberikan informasi tinggal pihak pariwisata ini kapan akan menyikapi,” ungkap Gani Sirman lebih lanjut.
Untuk menjadikan Balan Tonjong sebagai salah tempat wisata pilihan masyarakat Makassar dan sekitarnya, masih dibutuhkan beberapa pembenahan. Pemerintah kecamatan, pada tahun 2004 telah mencoba membangun lesehan. Hal ini dilakukan untuk menarik wisata masyarakat. “Saya ingin mencoba membangun lesehan dan ingin meniru Malioboro di Yogyakarta. Pada awalnya banyak mendapatkan respon dari masyarakat, namun lama-kelamaan masyarakat mungkin jenuh dan mulai meninggalkan. Program ini hanya bertahan selama 4 bulan,” kata Gani Sirman.
Lebih lanjut H. Gani Sirman menuturkan, hilangnya minat masyarakat mungkin diakibatkan, yang pertama karena yang mengolah masih belum profesioanal yang kedua belun adanya hiburan pada malam hari yang dapat membuat masyarakat untuk tertarik dating menghabiskan waktunya.
Selain pembangunan baruga dan lesehan, dalam menarik minat masyarakat untuk mengunjungi Balan Tonjong, pemerintah kecamatan Manggala dan pemerintah kota Makassar telah mendatangkan bebek-bebek. Namun lagi-lagi program ini gagal. Hal ini diakibatkan air Balan Tonjong masih keruh dan dangkal serta area untuk bebek-bebek sangat terbatas.
Balan Tonjong juga dapat dimanfaatkan sebagai kolam pemancingan ikan. “Kalau Balan Tonjong difungsikan dengan memelihara ikan tawar, masyarakat tidak usah jauh-jauh lagi ke Bili-bili untuk memancing,” sebut H. Gani Sirman.
Di samping dapat dijadikan objek wisata, Balan Tonjong juga memiliki keindahan bunga terarai yang tidak terdapa tandingannya di Asia. “Mentri Lingkungan saat itu, Emil Salim, pernah memuji keindahan bunga tertai yang ada di Balan Tonjong.’Bunga teratai yang terdapat di Balan Tonjong ini merupakan bunga teratai terbaik di Asia,’ kata Emil Salim yang dititukan oleh warga,” ucap H. Gani Sirman.
H. Gani Sirman selaku pemegang puncak kepemimpinan di kecamatan Manggala mengharapkan pemerintah kota maupun pihak swasta berminat untuk mengelola Balan Tonjong secara professional sehinggan dapat menjadi salah satu objek wisata air dan tempat hiburan bagi masyarakat Makassar dan sekitarnya.
(Sahid Makassar terkini)
“Mattemu Taung” Chinese & Bugginess Collaboration Tradition
Kolaborasi tradisi Bugis dan Tionghoa

Dalam setiap perhelatan budayaan, adat maupun tradisi Bugis selalu menghadirkan komunitas ’bissu’. Ini pula yang dilakukan pada perhormatan dan pemujaan terhadap leluhur oleh sebagian masyarakat keturunan Tionghoa di Makassar.
Prosesi “Mattemu Taung” merupakan upacara penghormatan dan pemujaan terhadap leluhur yang setiap tahun diadakan bertepatan bulan syafar, penanggalan hijriyah. Upacara ini selalu diselenggarakan oleh keluarga besar Liem Keng Boe alias Haji Ismail Daeng Nai atau lebih dikenal dengan sebutan Baba Sanro, yang merupakan warga keturunan Tionghoa. Tujuannya untuk memohon keselamatan bagi seluruh masyarakat luas termasuk keluarga besar Babab Sanro. Upacara ini telah berlangsung puluh tahun yang lalu. Dan selalu menghadirkan para bissu dari Sigeri termasuk pimpinannya Zaidi Puang Matoa.
Upacara ini merupakan perpaduan antara tradisi komunitas China dan Bugis. Dimana dulunya leluhur dari Baba Sanro, yang keturunan warga Tionghoa sempat menikah dengan keluarga Ke-datuan dari kerajaan Luwu, salah satu kerajaan besar di tanah Bugis. Sehingga prosesi upacara selalu melibatkan dua etnis tersebut.
Dalam prosesi Baba Sanro turut berdandan bersama beberapa bissu, dengan dandanan gemayu menyerupai wanita. Setelah berdandan, tibalah gendang ditabu, pelan-pelan Baba Sanro diiringi beberapa bissu berjalan memasuki area “Arrajangnge”, area dimana benda yang dikeramatkan dan diyakini sebagai tempat para ruh leluhur beristirahat. Benda ini menyerupai peraduan yang dihiasi dengan kelambu keemasan.
Di depan arrajangnge telah disiapkan berbagai sesaji. Mulai dari kue tradisional, buah-buahan, ayam hingga kepala kerbau dan sapi yang telah disembeli sehari sebelum ritual penyembahan.
Selesai prosesi membakar dupa dan membaca doa-doa dengan khusyuk, Baba Sanro bersama para bissu mulai menari tarian para bissu atau lebih dikenal dengan Mabbissu, dengan berputar di depan sesaji yang dihelai kain khusus. Konon menurut keyakinan mereka, sesajian yang dihelai kain khusus ini menunjukan empat titik yang mengandung filosofi tanah, air, angin, dan api.
Alunan gendang yang mengiringi kian cepat dan satu persatu bissu maupun Baba Sanro, mulai menghunus keris keramat yang semula terpasang di pinggang, untuk kemudian menusukkannya kebeberapa bagian tubuh mereka seperti, tangan, perut dan leher, tanpa terluka dan tergores sedikit pun. Prosesi ini dikenal dengan sebutan “Maggiri”.
Menurut Haji Ismail (Baba Sanro) yang juga pemimpin upacara Mattemu Taung, kegiatan ini menjadi ritual yang terus dipertahankan dan dilestarikan terus, dalam rangka memupuk kebersamaan dan kecintaan terhadap leluhur dalam memohon kesejahteraan, keselamatan dan kebahagian dengan melibatkan semua agama dan aliran kepercayaan yang menyakini upacara ritual ini. “Ritual ini selalu melibatkan semua aliran agama dan kepercayaan tanpa perbedaan karena tujuan diadakannya ritual ini untuk menghormati para leluhur Tionghoa bukan untuk tujuan negatif,” ujar pria yang sekaligus pemilik rumah tempat selalu diadakannya ritual Mattemu Taung, Jalan Bali nomor 19.
Akulturasi budaya semacam ini akan tetap dipertahankan oleh komunitas bissu maupun Baba Sanro. Karena keberadaan dua komunitas ini menjadi warnai budaya pelengkap dalam keberagaman tradisi yang ada di kota Angin Mammiri.
(Reportase : Yulianti ) from www.makassarterkini.com
Mappaccing
Simbol Perkawinan Bugis Makassar
Senantiasa diberi sentuhan nuansa islami, sarat dengan pemberian doa restu oleh segenap keluarga dan handai taulan.
Pernikahan merupakan jalan untuk melanjutkan keturunan berdasar atas cinta kasih yang sah, dalam mempererat hubungan silaturahmi antar keluarga, suku, bahkan antar bangsa. Sebelum akad nikah, dirumah calon mempelai perempuan diadakan acara Korongtigi atau malam pacar yang dalam bahasa Bugis disebut Mappaccing.
Kata Mappaccing berasal dari Paccing yang berarti pacar dan diibaratkan sebagai alat untuk menyucikan sang gadis dari hal-hal yang bersifat kekotoran, baik secara fisik maupun batin, agar memperoleh keselamatan, kesejahteraan dalam mengarungi kehidupan berumah tangga kelak. Sebagai rangkaian perkawinan adat Bugis Makassar, mappaccing menggunakan symbol-symbol yang sarat makna akan menjaga keutuhan keluarga, dan memelihara kasih sayang dalam rumah tangga seperti Benno, Tai Bani, Bantal, Sarung yang disusun tujuh lapis, Daun Pisang, Daun Nangka dan Bekkeng.
Benno yaitu beras yang digoreng kering hingga mekar melambangkan harapan, semoga calon pengantin ini akan mekar berkembang dengan baik, bersih dan jujur. Tai Bani merupakan lilin dari lebah, yang melambangkan suluh (penerang) kehidupan agar menjadi suri tauladan dalam kehidupan bermasyarakat.
Bantal disimbolkan kemakmuran. Secara khusus diartikan sebagai pengalas kepala yang artinya penghormatan atau martabat, dalam bahasa bugis disebut Mappakalebbi. Sarung yang disusun 7 lembar, melambangkan harga diri. Daun Pisang, melambangkan kehidupan yang sambung menyambung. Daun Nangka, berarti cita-cita yang luhur. Bekkeng, tempat paccing yang sudah ditumbuk halus, mengandung arti kerukunan hidup dalam suatu keluarga. dan daun paccing itu sendiri yang melambangkan kesucian
Prosesi Mappaccing dilaksanakan pada malam hari, calon mempelai duduk di Lamming , dengan tangan bersimpuh mengahadap ke atas. Saat pembaca barzanji (pabarazanji) sampai pada bacaan Badrun Alaina, yang dalam bahasa Makassar dikenal sebagai istilah Niallemi saraka, acara mapaccing dimulai. Dengan sedikit mengambil daun paccing, seorang ibu membubuhi telapak tangan calon pengantin, sementara itu barzanji tetap di bacakan. Setelah semua tamu yang ditetapkan melakukan Mapaccing, seluruh hadirin bersama-sama mendoakan semoga calon mempelai mendapat restu dari Allah dan menjadi suri tauladan karena martabat dan harga dirinya yang tinggi. (Reportase Salma, Makassar terkini)
Tips Memancing
Keberadaan ikan di laut selalu ditandai dengan gejala-gejala alam yang ada. Bagi mania laut membaca tanda-tanda keadaan alam paling tidak menjadi pengetahuan dasar untuk keberhasilan memancing. Nah, sebenarnya tanda alam apa saja yang perlu diketahui oleh mania mancing?

Para kapten laut ataupun mania mincing selalu menjadikan tanda-tanda alam sebagai panduan untuk mengetahui keberdaan ikan-ikan. Kelihaian membaca alam inilah yang membuat kesuksesan dalam memancing.
Banyaknya Burung
Banyaknya burung merupakan tanda-tanda alam pertama. Salah satu panduan bahwa di lokasi ada banyak ikan adalah dengan hadirnya banyak burung. Burung-burung tersebut sedang mencari makanan yang secara kebetulan di permukaan air terdapat banyak ikan-ikan kecil. Yang ikut menikmati ‘hidangan’ ikan-ikan kecil bukan hanya burung-burung yang terbang di udara saja, namun ikan-ikan ukuran sedang dan besarpun ikut berpesta.
Sudah menjadi hukum alam atau hukum rantai makanan bahwa ikan-ikan besar selalu memakan ikan kecil. Jadi bila banyak ikan kecil di lokasi tersebut pasti di sekitarnya terdapat ikan-ikan besar.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar